Sukses


3 Kenangan Manis Valentino Rossi pada MotoGP Jerman

Bola.com, Sacsenring - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, memiliki modal bagus dalam menghadapi MotoGP Jerman, Minggu (27/2017). The Doctor memiliki sejumlah kenangan manis saat balapan di Jerman. 

Memang dalam beberapa musim terakhir, Rossi tak pernah juara di sana. Namun, dia kerap mendapatkan hasil bagus meski tak menjadi pemenang. 

 Tercatat, kemenangan terakhir Rossi pada MotoGP Jerman didapat musim 2009. Setelah itu, Rossi kerap kesulitan kala beraksi di Sachsenring. Bahkan, pencapaian terbaiknya hanya finis pada podium ketiga musim 2013 dan 2015.

Meski begitu, Valentino Rossi juga memiliki beberapa kenangan indah saat beraksi di MotoGP Jerman. Berikut tiga aksi terbaik Rossi selama beraksi di MotoGP Jerman sejak 2002:

1. MotoGP Jerman 2002

Ini adalah musim di mana format MotoGP mulai diberlakukan. Ini juga menjadi musim di mana Rossi berstatus sebagai juara bertahan kelas utama. Pada musim ini, Rossi tak mendapat persaingan berarti hingga mampu mempertahankan gelar.

pada akhir musim, satu-satunya pebalap yang bisa mendekati perolehan poin Rossi adalah Max Biaggi. Itu pun Biaggi terpaut 140 poin dari Rossi. Salah satu persaingan keduanya tercipta pada MotoGP Jerman 2002.

Rossi menyelesaikan balapan 30 lap itu dengan waktu 43 menit 32,783 detik. Sepanjang balapan, ia terus mendapatkan tekanan dari Biaggi yang finis di posisi kedua dengan selisih 0,730 detik dari Rossi.

MotoGP 2002 disebut balapan spesial karena podium juara di Sachsenring adalah kemenangan ketujuh beruntun Rossi pada musim itu. Sebelumnya ia merangkai kemenangan beruntun sejak MotoGP Spanyol 2002 atau seri ketiga.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

MotoGP Jerman 2006

2. MotoGP Jerman 2006

Ini menjadi musim di mana Rossi kembali merebut podium juara. Namun kesukesan itu harus didapat dengan susah payah. Ia harus bersaing sengit dengan Marco Melandri, Nicky Hayden, dan Dani Pedrosa.

Hebatnya, Rossi harus memulai balapan dari urutan ke-11 setelah terpuruk pada sesi kualifikasi. Sedangkan pebalap yang merebut pole position adalah Pedrosa, dan Melandri start dari posisi keenam.

Start bagus yang dilakukan Rossi membuat dirinya langsung merangsek ke posisi keenam pada lap kedua. Empat lap kemudian, ia naik ke urutan kelima setelah menyalip Kenny Roberts Jr. Hanya butuh lima lap tambahan bagi Rossi untuk menempati posisi ketiga.

Memasuki lap ke-13, Rossi sudah mampu menyalip Pedrosa dan Melandri. Pada tikungan terakhir jelang garis finis, Melandri nyaris menyalip Rossi dari sudut luar. Untungnya, Rossi tak panik hingga unggul hanya 0,145 detik ketika melewati garis finis.

3 dari 3 halaman

MotoGP Jerman 2009

3. MotoGP Jerman 2009

Musim 2009 bisa disebut sebagai momen tak terlupakan bagi Rossi. Ini adalah musim di mana terakhir kali The Doctor menjadi juara dunia MotoGP. Rival utamanya saat itu adalah rekan timnya, yakni Jorge Lorenzo.

Rossi sendiri memulai balapan dari posisi terdepan setelah merebut pole position dengan keunggulan 0,640 detik atas Lorenzo pada kualifikasi. Saat balapan berlangsung, bukan hanya Lorenzo yang memberikan perlawanan, tapi juga pebalap Ducati, Casey Stoner.

Rossi sempat kehilangan posisinya pada lap keenam usai diasapi Stoner. Untungnya, Stoner mendapatkan masalah ban hingga akhirnya disalip Rossi, Lorenzo, dan Pedrosa. Pada lima putaran terakhir, Rossi kembali kehilangan posisi terdepan setelah disalip Lorenzo.

Pertarungan keduanya semakin sengit saat balapan tersisa tiga lap. Mereka jauh meninggalkan para pesaingnya di belakang. Aksi salip menyalip terus terjadi hingga dua lap terakhir.

Beberapa kali keduanya terlihat nyaris bersenggolan. Usai memasuki lintasan lurus putaran terakhir, Lorenzo pun sempat kembali menyalip Rossi. Hebatnya, Rossi kembali merebut posisi terdepan pada tikungan terakhir. Pada akhirnya, Rossi yang menyentuh garis finis lebih dulu dengan keunggulan 0,099 detik atas Lorenzo. (Artikel asli ditulis Ahmad Fawwaz Usman/diedit oleh Jonathan Pandapotan Purba/Liputan6.com)

Video Populer

Foto Populer