Marc Marquez Susun Daftar Pesaing Gelar MotoGP 2026, Alex Nomor Satu

Marc Marquez memetakan rival terberat di MotoGP 2026. Sang adik, Alex Marquez, di urutan teratas.

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez mulai memetakan peta persaingan menuju MotoGP 2026. Juara dunia enam kali kelas premier itu secara terbuka menyebut sang adik, Alex Marquez, sebagai rival terberatnya dalam perburuan gelar juara dunia musim depan.

Penilaian tersebut tak lepas dari performa impresif Alex sepanjang musim lalu. Pembalap Gresini Racing itu finis sebagai runner-up kejuaraan dunia dan kerap memberi tekanan langsung kepada Marc.

Sepanjang musim, Alex tercatat finis di posisi kedua di belakang sang kakak sebanyak 17 kali.

Tak hanya itu, Alex juga mencatatkan sejumlah momen penting. Ia menjadi pembalap pertama yang mampu mengalahkan Marc dalam duel langsung, lewat kemenangan di Sprint Race Silverstone.

Di Grand Prix Katalonia, Alex kembali mencuri perhatian dengan mematahkan rekor 15 kemenangan beruntun Marc.

Performa terbaik dalam kariernya tersebut berbuah hadiah besar. Alex akan menunggangi motor Ducati dengan spesifikasi pabrikan pada MotoGP 2026.

"Yang pertama tentu Alex, adik saya. Dia finis kedua musim lalu, jadi saya menjawab berdasarkan klasemen," kata Marc Marquez kepada Sky Italia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Ranking Rival

Namun, setelah menyebut Alex di posisi teratas, Marc tidak sepenuhnya berpatokan pada klasemen akhir musim lalu. Ia menempatkan rekan setimnya di Ducati Lenovo, Francesco "Pecco" Bagnaia, sebagai pesaing berikutnya, bahkan di atas pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi.

"Kemudian saya tempatkan Pecco. Dia juara dunia dua kali dan menunjukkan potensinya dengan kemenangan ganda di Jepang," ujar Marc.

"Lalu ada Aprilia, yang finis musim dengan sangat kuat bersama Bezzecchi dan akan sulit untuk dihadapi," imbuhnya.

Bezzecchi memang tampil menonjol pada paruh kedua musim lalu.

Pembalap Italia itu mengumpulkan poin lebih banyak dibanding pembalap lain dalam periode tersebut, meski Marc sempat absen setelah insiden tabrakan dengan Bezzecchi di Mandalika, dan akhirnya menutup musim di peringkat ketiga klasemen akhir.

Di sisi lain, pembalap muda KTM, Pedro Acosta, juga mencuri perhatian dengan finis di atas Bagnaia. Sementara itu, Bagnaia harus puas di posisi kelima klasemen akhir, meski mencatatkan empat kemenangan dan 16 podium.

Inkonsistensi menjadi masalah, dengan total 17 kali gagal finis poin di Sprint Race dan Grand Prix.

3 dari 3 halaman

Target Pribadi

Saat ditanya mengenai target pribadinya, Marc Marquez menyadari besarnya tekanan yang akan ia hadapi. Gelar juara dunia 2026 berpotensi menjadi gelar kedelapan di kelas premier, yang akan menyamai rekor sepanjang masa.

"Jika Anda mengenakan warna merah, Anda harus bertarung untuk gelar," tegas Marc.

"Anda berada di tim yang dalam beberapa tahun terakhir selalu menang, semuanya ada di tangan Anda."

"Kami akan berusaha menjalani musim yang bagus dan bersih sejak awal, tapi selalu siap menghadapi apa pun yang terjadi. Para rival pasti akan banyak berkembang," kata pembalap berusia 32 tahun itu.

Sebagai catatan, saat Marc absen pada musim lalu, Aprilia mampu memenangi tiga dari empat seri Grand Prix terakhir, sebuah sinyal kuat bahwa persaingan akan makin ketat.

Marc Marquez dijadwalkan kembali ke lintasan MotoGP setelah menjalani operasi bahu tahun lalu. Ia akan melakukan comeback pada tes pramusim di Sepang yang berlangsung pada 3-5 Februari mendatang.

 

Sumber: Crash

Video Populer

Foto Populer