Marc Marquez Ungkap Rahasia Kemenangan di Sprint Race MotoGP Hungaria: Dari Mode Eco ke Full Attack!

Meski sempat merendahkan ekspektasi menjelang MotoGP Hungaria 2026, Marc Marquez justru tampil luar biasa dan meraih kemenangan dominan pada Sprint Race.

Bola.com, Balatonfokajar - Marc Marquez menunjukkan jika dirinya belum habis. Meski sempat merendahkan ekspektasi menjelang MotoGP Hungaria 2026, pembalap Ducati Lenovo itu justru tampil luar biasa dan meraih kemenangan dominan pada Sprint Race MotoGP Hungaria.

Juara dunia bertahan tersebut datang ke Hungaria dengan kondisi yang belum sepenuhnya ideal, setelah menjalani operasi bahu dan hanya mampu finis ketujuh saat comeback di Mugello, akhir Mei lalu

Namun, performanya di Sirkuit Balaton Park, Balatonfokajar benar-benar berbeda. Sejak sesi latihan bebas pada Jumat (05/06/2026) pagi waktu setempat, Marquez langsung tampil kompetitif.

Pembalap asal Spanyol itu menjadi yang tercepat dalam sesi latihan, merebut pole position pada kualifikasi, lalu menyempurnakannya dengan kemenangan meyakinkan pada Sprint Race, Sabtu (6/6/2026).

Marc Marquez berhasil menyudahi 13 laps sprint race dengan catatan waktu 21 menit 22,04 detik. Dia unggul hingga 1,548 detik atas Pedro Acosta yang meraih podium kedua, dan memimpin 2,722 detik atas Marco Bezzecchi yang finis di peringkat ketiga.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Full Attack sejak Lap Awal

Marc Marquez mengaku sengaja mengubah pendekatannya sepanjang akhir pekan balapan. Jika pada hari pertama dirinya masih bermain aman, pada Sprint Race MotoGP Hungaria memilih tampil agresif sejak awal.

"Seperti yang bisa kalian lihat, strateginya sangat jelas. Kemarin saya berada dalam mode eco, hari ini mode supersport, dan besok (Minggu (07/06/2026))saya harus berada di mode sport," ujar Marquez.

"Saya menyebutnya mode supersport karena sejak lap pertama latihan bebas pagi hari, saya langsung memberikan segalanya dan melaju sangat cepat," sambungnya.

Dalam Sprint Race, Marquez langsung menyerang sejak lampu start padam. Setelah beberapa lap pertama, dia berhasil mematahkan perlawanan Pedro Acosta yang menjadi rival terdekatnya.

Setelah itu, Marquez mengontrol jalannya balapan hingga finis dengan keunggulan sekitar dua detik atas para pesaingnya.

"Saat kualifikasi saya tampil normal untuk satu putaran cepat. Kemudian di Sprint Race saya melakukan full attack selama tiga sampai empat lap pertama, lalu setelah itu hanya mengelola jarak hingga finis," katanya.

 

Masih Waspadai Kondisi Fisik

Meski tampil impresif, Marquez mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih. Pembalap berusia 33 tahun itu mengaku masih harus memahami batas kemampuan tubuhnya, terutama saat balapan penuh pada Minggu nanti.

"Saya merasa tidak buruk. Namun pada lap-lap akhir, kunci utama untuk balapan besok adalah memahami kapan performa tubuh mulai menurun," ungkapnya.

"Secara mental saya masih ingin terus menyerang, tetapi tubuh terkadang tidak mampu mengikuti keinginan tersebut."

Marquez juga mengingatkan kesalahan kecil bisa berakibat fatal, terutama ketika harus mengubah posisi tubuh saat menikung.

"Saya harus sangat berhati-hati. Kesalahan kecil saat perubahan arah dan posisi tubuh seperti yang terjadi di Le Mans bisa menyebabkan kecelakaan. Itu yang ingin kami hindari," sambung Marc Marquez.

Sumber: Crash

Video Populer

Foto Populer