Davide Tardozzi Sebut Marc Marquez Belum Tunjukkan Performa Terbaik, Persaingan Gelar MotoGP 2026 Masih Terbuka

Manajer Ducati, Davide Tardozzi, menilai Marc Marquez masih bisa tampil lebih kuat dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Bola.com, Jakarta - Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menilai persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 belum berakhir.

Meski Marc Marquez kini memimpin klasemen, dua pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, masih berpeluang memberikan tekanan dalam empat seri tersisa.

Perubahan posisi di puncak klasemen terjadi setelah Marquez memenangi sprint race MotoGP Australia, sedangkan Martin terjatuh ketika keduanya terlibat duel sengit.

Pembatalan balapan utama di Phillip Island membuat Marquez gagal menambah keunggulan melalui balapan Minggu.

Meski begitu, pembalap Spanyol tersebut tetap memimpin klasemen dengan selisih 10 poin dari Martin menjelang MotoGP Malaysia di Sepang.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tardozzi Sebut Performa Terbaik Marquez Masih Akan Datang

Tardozzi melihat kematangan Marquez sebagai salah satu faktor penting dalam persaingan musim ini.

Menurutnya, pembalap bernomor 93 tersebut tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga mampu membaca situasi dan menentukan waktu yang tepat untuk menyerang.

"Saya pikir balapan terbaik Marc masih akan kita lihat pada masa mendatang. Sebab, dia selalu mengejutkan kami," ujar Tardozzi, dikutip dari laman resmi Motogp, Rabu (28/10/2026).

Ia menilai Marquez mampu mengendalikan situasi ketika berduel dengan Martin di sprint race Australia.

Meski berada dalam tekanan, pembalap Ducati itu tetap memperhitungkan risiko dan tidak sekadar memaksakan diri untuk menyalip.

Tardozzi memperkirakan Marquez akan tetap agresif dalam empat seri terakhir. Keunggulan di klasemen tidak lantas membuat Ducati merasa aman, terlebih sejumlah sirkuit berikutnya diperkirakan lebih menguntungkan Aprilia.

Jorge Martin dan Marco Bezzecchi Masih Berbahaya

Di sisi lain, Tardozzi tidak menganggap Martin kehilangan peluang hanya karena mengalami cedera.

Ia menghormati kemampuan pembalap Aprilia itu, yang sebelumnya mampu bersaing langsung dengan Marquez sebelum terjatuh di Australia.

Namun, kondisi fisik Martin akan menjadi faktor penentu. Tardozzi menilai MotoGP Malaysia dan Qatar dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai seberapa kompetitif Martin setelah mengalami cedera.

"Saya tidak berpikir dia akan mampu menang di Sepang," kata Tardozzi, merujuk pada Martin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemampuan Martin untuk bersaing tetap perlu diperhitungkan.

Bezzecchi juga belum bisa dicoret dari perburuan gelar. Pembalap Italia itu tertinggal 50 poin dari Marquez, tetapi Tardozzi menilai selisih tersebut masih dapat dikejar jika Bezzecchi mampu tampil konsisten dan memenangi balapan-balapan tersisa.

4 Seri Tersisa Jadi Penentu Gelar

Dengan empat seri tersisa, setiap hasil balapan berpotensi mengubah peta persaingan. Marquez memang berada di posisi terdepan, tetapi Martin dan Bezzecchi memiliki kesempatan memangkas jarak apabila mampu memanfaatkan situasi.

Tardozzi memperkirakan tiga dari empat sirkuit tersisa akan lebih cocok untuk karakter motor Aprilia, sementara Ducati berpeluang memiliki keunggulan di satu sirkuit.

Kondisi tersebut membuat persaingan belum sepenuhnya mengarah kepada satu pembalap.

MotoGP Malaysia di Sepang pun menjadi salah satu momen krusial. Selain menentukan arah persaingan gelar, balapan tersebut juga akan memperlihatkan sejauh mana Martin mampu kembali kompetitif setelah cedera.

Sumber: Motogp

Video Populer

Foto Populer