FIFA Kena Masalah Teknis, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Terganggu

Ada kendala teknis, penjualan Tiket Piala Dunia 2026 bikin suporter kelimpungan.

Bola.com, Jakarta - FIFA dilaporkan mengalami kendala teknis saat kembali membuka penjualan tiket Piala Dunia 2026, Rabu waktu setempat, setelah seluruh 48 peserta turnamen dipastikan.

Masalah muncul ketika fase penjualan yang disebut sebagai "tahap penjualan terakhir (last-minute sales phase)" dibuka pukul 11.00 waktu setempat.

Sejumlah calon pembeli yang mencoba mengakses laman tiket justru diarahkan ke antrean berbeda yang ditujukan khusus bagi suporter negara yang baru lolos sehari sebelumnya.

Selain itu, antrean pembelian berjalan sangat lambat. Beberapa pengguna yang sudah masuk sejak awal bahkan masih menunggu hingga 90 menit tanpa kejelasan.

FIFA tidak memberikan penjelasan terperinci terkait kesalahan pengalihan tautan tersebut, tetapi sekitar tengah hari menyatakan bahwa sistem sudah kembali berfungsi normal.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tiket Dijual Bertahap

FIFA juga menegaskan bahwa tidak semua tiket langsung dilepas dalam tahap ini. Tiket untuk total 104 pertandingan yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan dirilis secara bertahap.

Ini merupakan fase kelima dalam rangkaian penjualan tiket, setelah melalui beberapa tahap, termasuk undian pra-penjualan, undian awal, serta periode penjualan terbatas.

Pada tahap ini, untuk pertama kalinya pembeli dapat memilih kursi secara spesifik, bukan sekadar mengajukan permintaan berdasarkan kategori harga.

FIFA juga menerapkan sistem harga dinamis untuk turnamen ini, artinya harga tiket bisa berubah tergantung permintaan.

Dalam periode penjualan sebelumnya setelah pengundian 5 Desember, harga tiket berkisar antara 140 dolar hingga 8.680 dolar AS.

Kritik Harga dan Akses

Kebijakan harga dinamis ini menuai kritik. Sebanyak 69 anggota parlemen dari Partai Demokrat di Amerika Serikat mengirim surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada 10 Maret.

"Mekanisme harga dinamis ntuk Piala Dunia 2026 sangat bertentangan dengan misi FIFA untuk mempromosikan sepak bola yang inklusif dan dapat diakses secara luas," tulis mereka.

"Dampaknya, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi yang paling eksklusif secara finansial dan paling sulit diakses."

Sebagai respons atas keluhan, FIFA menyatakan akan menyediakan tiket seharga 60 dolar untuk suporter paling loyal dari setiap negara peserta, dengan kuota sekitar 400 hingga 700 tiket per tim di setiap pertandingan.

Resale dan Lonjakan Permintaan

FIFA juga mengoperasikan pasar resale esmi dengan mengambil komisi sebesar 15 persen dari penjual dan pembeli.

Namun, lonjakan harga di pasar sekunder tetap menjadi sorotan. Bahkan, kelompok suporter telah mengajukan keluhan resmi ke Komisi Eropa terkait hal ini.

Di sisi lain, Gianni Infantino sebelumnya mengklaim tingginya minat terhadap tiket.

"Permintaan yang kami terima setara dengan permintaan untuk 1.000 edisi Piala Dunia sekaligus," katanya pada Januari lalu.

"Ini luar biasa," imbuhnya.

Meski demikian, belum jelas berapa banyak permintaan tersebut berasal dari kategori tiket dengan harga paling rendah.

Daftar Peserta Lengkap

Dengan lolosnya Bosnia dan Herzegovina, Republik Kongo, Republik Ceko, Irak, Swedia, dan Turki, seluruh peserta Piala Dunia 2026 kini telah lengkap.

Sementara itu, suporter dari negara yang gagal lolos seperti Italia, Polandia, Denmark, Jamaika, dan Bolivia kini memiliki opsi untuk menjual kembali tiket yang sudah mereka beli.

 

Sumber: AP News

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer