Bola.com, Jakarta - Setelah absen dalam tiga edisi terakhir, Timnas Paraguay akhirnya memastikan diri kembali tampil di Piala Dunia 2026. Kembalinya La Albirroja disambut antusias para pendukung di Asuncion dan sekitarnya, yang sudah lama merindukan momen ketika lagu kebangsaan mereka berkumandang di stadion terbesar dunia.
Paraguay datang ke Piala Dunia 2026 dengan semangat baru dan generasi pemain yang dinilai menjanjikan. Skuad ini membawa ambisi besar untuk membuka lembaran baru dalam sejarah sepak bola nasional, sekaligus menghapus kenangan pahit dari penampilan terakhir mereka di turnamen tersebut.
Terakhir kali Paraguay tampil di Piala Dunia adalah pada edisi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, mereka mencatatkan pencapaian impresif dengan melaju hingga babak perempat final. Namun, langkah mereka harus terhenti secara dramatis setelah takluk dari Spanyol yang kemudian keluar sebagai juara.
Gol tunggal yang dicetak oleh David Villa menjadi penentu kekalahan Paraguay dalam laga tersebut. Kekalahan itu masih membekas bagi banyak penggemar, mengingat itu merupakan salah satu peluang terbaik mereka untuk melangkah lebih jauh di panggung dunia.
Kini, lebih dari satu dekade berselang, Paraguay kembali dengan harapan besar. Bermain di kawasan Amerika Utara, mereka bertekad untuk tidak sekadar menjadi peserta, tetapi juga penantang serius di turnamen empat tahunan tersebut.
Dengan kombinasi pemain muda dan pengalaman yang mulai matang, Paraguay diyakini mampu memberikan kejutan. Dukungan penuh suporter setia menjadi tambahan energi bagi La Albirroja untuk kembali bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Perjalanan Paraguay Lolos ke Piala Dunia 2026
Paraguay memastikan diri tampil di ajang Piala Dunia 2026 setelah memanfaatkan format baru turnamen yang memberi keuntungan lebih besar bagi negara-negara di kawasan Amerika Selatan.
Dengan sistem yang diperluas, zona CONMEBOL kini mendapatkan enam tiket langsung ke putaran final, serta satu peluang tambahan melalui jalur playoff antar-konfederasi.
Dalam skema tersebut, finis di posisi keenam sudah cukup bagi Paraguay untuk mengamankan tempat di panggung sepak bola terbesar dunia. Kesempatan ini berhasil dimaksimalkan dengan baik oleh La Albirroja, yang tampil konsisten sepanjang babak kualifikasi.
Perjalanan Paraguay menuju putaran final tidak hanya ditandai dengan stabilitas performa, tapi juga sejumlah kemenangan penting atas tim-tim papan atas.
Salah satu hasil paling mencuri perhatian adalah kemenangan tipis 1-0 atas Brasil, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Tak berhenti di situ, Paraguay juga mencatatkan kemenangan impresif lainnya dengan menundukkan Argentina dengan skor 2-1.
Dua hasil tersebut menjadi bukti bahwa Paraguay mampu bersaing dengan tim elite dan layak tampil di turnamen sebesar Piala Dunia.
Kiprah Paraguay di Piala Dunia
Paraguay pertama kali tampil di Piala Dunia pada edisi perdana di Uruguay, 1930. Namun, langkah mereka saat itu harus terhenti di fase grup.
Setelah itu, perjalanan Paraguay di turnamen ini berlangsung naik turun, dengan beberapa kali absen sebelum akhirnya mulai menunjukkan konsistensi pada era modern.
Sepanjang sejarah, Paraguay telah mencatatkan sembilan penampilan di Piala Dunia, yakni pada 1930, 1950, 1958, 1986, 1998, 2002, 2006, 2010, dan yang terbaru dipastikan tampil kembali pada edisi 2026.
Momen terbaik Paraguay terjadi pada edisi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka berhasil menembus babak perempat final.
Dalam perjalanan impresif tersebut, Paraguay tampil solid dengan pertahanan disiplin dan permainan kolektif yang kuat.
Sayangnya, langkah mereka harus terhenti di babak delapan besar setelah menghadapi Spanyol, sekaligus mengubur mimpi untuk melangkah lebih jauh.
Setelah 2010, Paraguay sempat mengalami masa sulit dan gagal lolos ke beberapa edisi Piala Dunia berikutnya. Namun, dengan format baru yang diperluas pada edisi 2026, peluang mereka kembali terbuka.
Pelatih: Gustavo Alfaro
Perjalanan Timnas Paraguay menuju panggung dunia tak lepas dari sentuhan dingin sang pelatih, Gustavo Alfaro. Datang di saat situasi sulit, Alfaro sukses mengubah arah perjalanan tim hingga kembali diperhitungkan di kancah internasional.
Alfaro resmi mengambil alih kursi pelatih pada Agustus 2024 dalam kondisi yang jauh dari ideal. Paraguay kala itu hanya mampu mengoleksi lima poin dari enam pertandingan awal kualifikasi zona CONMEBOL, sebuah start yang membuat peluang lolos ke Piala Dunia 2026 sempat diragukan.
Namun sejak awal, pelatih asal Argentina itu sudah menegaskan visi besarnya. Dalam konferensi pers perdananya, ia menekankan Paraguay harus menjadi tim yang tangguh, sulit dikalahkan, dan memiliki semangat juang tanpa kompromi.
Debut Alfaro di pinggir lapangan langsung memperlihatkan perubahan karakter tim. Menghadapi Uruguay di Estadio Centenario, Montevideo, Paraguay mampu mencuri hasil imbang 0-0. Hasil itu menjadi fondasi penting bagi kebangkitan mereka.
Sepanjang sisa kualifikasi, Alfaro memimpin Paraguay dalam 12 pertandingan dengan performa yang konsisten. Satu-satunya kekalahan tipis terjadi saat menghadapi Brasil di Sao Paulo dengan skor 0-1.
Di luar itu, Paraguay menunjukkan daya saing yang solid hingga akhirnya memastikan tiket ke putaran final.
Secara pengalaman, Alfaro memang bukan nama baru. Sejak memulai karier kepelatihan pada 1992, ia telah menangani belasan klub serta sempat dipercaya menukangi Ekuador dan Kosta Rika.
Rekam jejak tersebut menjadi modal penting dalam membangun kembali mental dan identitas permainan Paraguay.
Dalam waktu kurang dari satu tahun, perubahan signifikan berhasil diwujudkan. Dari tim yang terseok di awal kualifikasi, Paraguay kini kembali membawa harapan baru bagi para pendukungnya.
Di bawah komando Alfaro, La Albirroja tak lagi sekadar peserta, melainkan tim yang siap memberi kejutan di Piala Dunia 2026.
Pemain Bintang: Diego Gomez
Paraguay menatap Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi. Salah satu alasan utama kepercayaan diri tersebut adalah munculnya gelandang muda berbakat, Diego Gomez, yang digadang-gadang menjadi tulang punggung tim di turnamen mendatang.
Pemain kelahiran 2003 itu tampil impresif sepanjang fase kualifikasi. Salah satu momen paling menonjol terjadi pada September 2024, ketika ia mencetak gol penting ke gawang Brasil.
Kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa Gomez bukan sekadar talenta muda, melainkan pemain yang mampu tampil di laga besar.
Di bawah arahan Gustavo Alfaro, Gomez berkembang menjadi elemen kunci dalam skema permainan Paraguay. Ia tak hanya berperan sebagai gelandang kreatif, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan.
Kemampuannya bermain sebagai gelandang tengah maupun gelandang serang membuatnya fleksibel dalam berbagai situasi. Dalam sistem yang mengutamakan disiplin dan organisasi, Gomez sering menjadi penghubung penting antar lini.
Performa apik Gomez juga berlanjut di level klub. Sejak bergabung dengan Brighton, ia menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada awal 2026, Gomez tampil konsisten dengan mencetak gol di kompetisi domestik seperti Liga Inggris dan Carabao Cup.
Ketajamannya dari lini kedua menjadi nilai tambah tersendiri. Gomez mampu membaca ruang, melakukan penetrasi, dan melepaskan tembakan akurat, atribut yang jarang dimiliki gelandang seusianya.
Secara profil, Gomez dikenal sebagai gelandang modern bertipe box-to-box. Ia memiliki intensitas permainan tinggi, jangkauan umpan yang baik, serta kemampuan menyerang dari lini kedua.
Selain itu, ia juga nyaman bermain lebih maju di belakang penyerang, memberikan variasi dalam pola serangan Paraguay.
Kombinasi fisik, teknik, dan kecerdasan taktik membuatnya menjadi salah satu prospek paling menjanjikan di sepak bola Amerika Selatan.
Dengan pengalaman dari kualifikasi zona CONMEBOL dan kompetisi elite Eropa, Gomez diproyeksikan menjadi salah satu pemain kunci Paraguay di Piala Dunia 2026.
Kehadirannya diharapkan mampu mengangkat performa tim sekaligus membawa Paraguay bersaing di level tertinggi.
Â
Daftar Pemain Paraguay
Kiper: Roberto Fernande, Orlando Gill, Gaston Olveira
Bek: Gustavo Velazquez, Omar Alderete, Juan Caceres, Fabian Balbuena, Junior Alonso, Alan BenÃtez, Gustavo Gomez, Jose Canale, Alexandro Maidana
Gelandang: Ramon Sosa, Diego Gomez, Miguel Almiron, Mauricio Magalhaes, Lucas Romero, Damian Bobadilla, Braian Ojeda, MatÃas Galarza
Penyerang: Antonio Sanabria, Alex Arce, Julio Enciso, Gabriel Avalos, Gustavo Caballero.
*Daftar diambil berdasarkan pada data Maret 2026. Paraguay belum mengumumkan skuad akhir untuk Piala Dunia 2026
Â
Jadwal Paraguay di Piala Dunia 2026
Paraguay berada di Grup D pada Piala Dunia 2026. Berikut adalah jadwal lengkap Paraguay di fase grup Piala Dunia 2026:
12 Juni: Amerika Serikat vs Paraguay - Los Angeles Stadium
19 Juni: Turki vs Paraguay - San Francisco Bay Area Stadium
25 Juni: Paraguay vs Australia - San Francisco Bay Area Stadium
Â
Prediksi Paraguay di Piala Dunia 2026
Paraguay di bawah arahan Gustavo Alfaro kembali menegaskan identitasnya sebagai tim yang mengutamakan organisasi permainan.
Filosofi yang dibawa pelatih asal Argentina itu tak berubah: pertahanan solid menjadi fondasi utama, kecerdasan menyerang sebagai pelengkap, dan kualitas individu hadir sebagai nilai tambah, bukan keharusan.
Pendekatan tersebut tercermin dalam fleksibilitas taktik Paraguay yang kerap berganti antara formasi 4-2-3-1 dan, dalam perkembangan terbaru, 4-4-2.
Skema ini dirancang untuk menjaga keseimbangan, dengan fokus utama menutup ruang lawan sebelum memikirkan peluang mencetak gol.
Secara statistik, performa Paraguay di babak kualifikasi zona CONMEBOL berbicara jelas. Mereka hanya mencetak 14 gol dari 18 pertandingan, menjadi jumlah terendah di antara tim yang lolos otomatis.
Namun di sisi lain, lini belakang mereka tampil impresif dengan hanya kebobolan 10 gol, menjadikannya salah satu dari tiga pertahanan terbaik di kawasan Amerika Selatan.
Alih-alih bermain terbuka dan adu produktivitas, Paraguay memilih pendekatan pragmatis: membuat lawan kesulitan mencetak gol. Strategi ini dinilai cukup realistis, terutama menghadapi format baru Piala Dunia 2026 yang memberi lebih banyak peluang lolos ke fase gugur.
Dengan karakter permainan yang disiplin, mereka memiliki peluang realistis untuk melaju ke babak 32 besar tanpa harus menyapu bersih kemenangan. Dua hasil positif bisa saja cukup untuk membuka jalan ke fase berikutnya.
Uji coba internasional pada Maret 2026 memperlihatkan gambaran nyata kekuatan dan kelemahan Paraguay. Mereka sukses mengalahkan Yunani dengan skor tipis 1-0, sebelum takluk 1-2 dari Maroko di Lens pada 31 Maret.
Dari dua laga tersebut, terlihat jelas bahwa struktur pertahanan Paraguay mampu membuat mereka sulit ditembus. Namun, keterbatasan menciptakan peluang dan efektivitas serangan masih menjadi pekerjaan rumah, terutama saat menghadapi tim dengan kualitas lebih tinggi.
Dengan fondasi pertahanan yang kokoh dan strategi yang terukur, Paraguay mungkin bukan tim paling atraktif di turnamen. Namun, dalam sepak bola modern, terutama di panggung sebesar Piala Dunia, efektivitas sering kali lebih penting daripada estetika.
Sumber: Bola.net (Ari Prayoga, published 13/4/2026)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/682048/original/098866400_1512025251-Endo_potrait_square.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554322/original/071708700_1776065831-Paraguay.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4938646/original/027618400_1725672526-000_36FR3QK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554409/original/080133200_1776069866-Paraguay_World_Cup_2010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554410/original/047089100_1776069867-000_73MN4YM.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554411/original/054994600_1776069867-Diego_Gomez_Paraguay.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554412/original/063651200_1776069867-Timnas_Paraguay.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4609558/original/096934300_1697183763-000_33Y76QH.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412362/original/085156000_1763089671-500x656_-_Timnas_Indonesia__2_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553486/original/007560500_1775976907-WhatsApp_Image_2026-04-11_at_23.40.54.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500944/original/033275300_1770882341-87691.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535978/original/072658000_1774193007-dean.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5016458/original/082031100_1732201252-Timnas_Indonesia_-_Jay_Idzes_dan_Calvin_Verdonk_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539846/original/049400500_1774629921-john.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553485/original/012204900_1775976887-WhatsApp_Image_2026-04-11_at_23.40.54__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543202/original/078187000_1775018999-dony_5.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539804/original/000101600_1774621490-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552846/original/041397700_1775835509-WhatsApp_Image_2026-04-10_at_10.33.38_PM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4868548/original/079858100_1718832373-AP24171598275179.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553178/original/052975700_1775910366-maroko.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553175/original/089940100_1775909016-Brasil.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553486/original/007560500_1775976907-WhatsApp_Image_2026-04-11_at_23.40.54.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500944/original/033275300_1770882341-87691.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535978/original/072658000_1774193007-dean.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5016458/original/082031100_1732201252-Timnas_Indonesia_-_Jay_Idzes_dan_Calvin_Verdonk_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539846/original/049400500_1774629921-john.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5288365/original/076367600_1752911601-000_37DC2JY.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525933/original/029300800_1773099111-Roman_Abramovich.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5221927/original/048236500_1747377679-75th-FIFA-Congress.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4532563/original/040805900_1691635891-000_33QU6MP.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497332/original/090342400_1770625287-ortu_mbappe.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480094/original/017728600_1769036176-Bayern_Munchen_Liga_Champions.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554273/original/039575900_1776065195-Tumbas.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554211/original/025789200_1776063154-1000832464.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553217/original/014314300_1775916634-20260411BL_Persija_Vs_Persebaya___BRI_Super_League_-28.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554016/original/047264300_1776057263-IMG_7619.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553911/original/097840900_1776054356-1000396125.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5083118/original/020267900_1736237221-20250107-Diskon_Tarif_Lstrik-HER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5216547/original/087226100_1746977085-voli-e3f228.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5214047/original/099114000_1746709930-Grand_Final_PROLIGA_PLN.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5201761/original/052430600_1745832872-WhatsApp_Image_2025-04-28_at_15.06.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5084947/original/041382900_1736372756-logo_proliga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4890375/original/005197100_1720795966-Electric.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5356973/original/041540300_1758515951-mikel_arteta_arsenal_man_city_ap_kin_cheung_01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554225/original/019462400_1776063276-000_A7JG3DG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554201/original/004730800_1776062781-AP26102581422461.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4921599/original/077104000_1723997809-Arsenal_-_Ilustrasi_Logo_Arsenal_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412196/original/099964700_1763040124-anfield.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445376/original/081784900_1765853458-MAINOO.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553664/original/056194700_1776008501-DKW_0696.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553580/original/077298600_1775984107-AP26101597473087.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553681/original/070207300_1776019302-20260412BL_Malam_Penutupan_Piala_Presiden_2026_22.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554340/original/000999800_1776067428-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_05.04.26__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554634/original/014056700_1776082176-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_19.07.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554625/original/007296800_1776081725-IMG_20260413_181331_739.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554637/original/039376600_1776082734-IMG_0315.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541588/original/022894300_1774869613-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_16.48.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5503040/original/096987500_1771073671-IMG-20260214-WA0023.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544816/original/007820500_1775118183-IMG20260401150211.jpg)