Jadi Ancaman Besar Prancis di Piala Dunia 2026, Didier Deschamps: Inggris Punya Tuchel, Spanyol Sulit Dihentikan

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, kmentari peluang Inggris dan Spanyol di Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, menilai Inggris memiliki peluang besar untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Satu di antara alasan utamanya adalah keberadaan Thomas Tuchel di kursi pelatih The Three Lions.

Dalam wawancara dengan Marca, Deschamps juga menyebut Spanyol sebagai tim yang akan menyulitkan siapa pun di turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Kendati berbicara mengenai peluang negara-negara pesaing, Deschamps lebih dulu menyinggung situasi yang dihadapi Prancis, termasuk sorotan terhadap kapten tim, Kylian Mbappé.

Belakangan, bintang Real Madrid itu mendapat kritik terkait kepemimpinannya. Namun, Deschamps menegaskan bahwa kehadiran Mbappe tetap membuat Les Bleus lebih kuat.

"Saya selalu berpikir demikian, dan saya mengatakannya lagi hari ini, tim nasional Prancis akan selalu lebih kuat bersamanya," kata Deschamps kepada Marca.

"Tetapi tidak selalu berjalan seperti itu. Sayangnya, bagi dia, di Euro, dia datang dari PSG setelah enam bulan yang sangat sulit dan tidak banyak bermain. Sekarang kami hanya memiliki 10 hari untuk dua pertandingan, praktis tidak ada persiapan. Selain itu, cedera yang dialaminya juga membuat dia tidak bisa tampil dalam kondisi terbaik," ungkapnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Komentar tentang Mbappe

Deschamps memahami bahwa Mbappe akan selalu menjadi pusat perhatian, baik saat tampil bagus maupun ketika menghadapi kritik.

"Dengan satu atau lain cara, dia akan selalu menjadi bahan pembicaraan. Jika melihat situasinya di Prancis, saya rasa ini fenomena yang umum. Saat ini kelompok minoritas sering terdengar lebih keras, sementara mayoritas memilih diam."

"Dia hidup dengan kritik dan sudah terbiasa menghadapinya, baik yang adil maupun yang tidak adil. Kemudian, ada fakta di lapangan, yaitu performa individunya. Ketika Real Madrid tidak memenangi gelar, jelas dia memiliki tanggung jawab yang sama seperti anggota skuad lainnya," ujar Deschamps.

"Namun, karena dia adalah Kylian, standar yang diterapkan kepadanya lebih tinggi dan dia mendapat sorotan lebih besar. Hal yang sama juga terjadi saat dia bermain untuk tim nasional Prancis," lanjut legenda Juventus tersebut.

Sebut Inggris dan Spanyol Kandidat Kuat

Ketika ditanya mengenai calon juara Piala Dunia 2026, Deschamps tidak menunjuk satu tim tertentu sebagai favorit mutlak.

Menurutnya, sejumlah kekuatan tradisional masih menjadi kandidat terdepan.

"Sama seperti yang Anda pikirkan. Jerman, Spanyol, Prancis, Portugal, Inggris, Argentina, Brasil," ujarnya.

Ia juga menilai negara-negara Afrika memiliki peluang membuat kejutan.

"Lalu, ada tim-tim Afrika seperti Maroko yang pernah mencapai semifinal dan terus berkembang. Mengapa tidak ada tim Afrika lain yang melakukan hal yang sama? Sekarang ada 48 peserta dan itu membuat kompetisi menjadi lebih panjang."

Bukan Unggulan

Prancis kembali masuk daftar unggulan. Status tersebut tidak dianggap sebagai beban oleh Deschamps.

"Baik sekali Anda mengatakan kami salah satu favorit karena biasanya kami justru disebut favorit utama. Itu status yang selalu menyertai kami sebelum setiap Piala Dunia," ucap pelatih berusia 57 tahun itu.

"Jika hari ini kami memiliki status tersebut, yang menurut saya logis dan pantas, itu karena apa yang telah kami bangun dan hasil yang kami raih. Tentu karena kualitas pemain yang kami miliki, tetapi juga karena konsistensi. Jika saya tidak salah, kami selalu berada di tiga besar ranking FIFA sejak 2018."

Meski demikian, Deschamps mengingatkan bahwa perjalanan Prancis tidak akan mudah.

"Dengan Senegal, Irak, dan Norwegia di grup kami, fase yang sulit sudah menunggu. Akan ada banyak rintangan yang harus dilewati dan kami akan melakukan segala cara untuk mengatasinya," tuturnya.

"Ambisi itu penting, tetapi harus disertai kerendahan hati. Di level tertinggi, sepak bola sangat kejam. Kami pernah mengalaminya sendiri, terutama saat melawan Swiss. Ketika level permainan Anda sedikit saja turun, hukuman akan datang seketika," kata Deschamps.

Spanyol Sulit Dihentikan

Pelatih yang bakal meninggalkan Les Les Bleus usai Piala Dunia 2026 ini juga memberikan pujian kepada Spanyol yang datang ke Piala Dunia sebagai juara Euro 2024.

Menurutnya, kekuatan Spanyol saat ini tidak hanya terletak pada kemampuan menguasai bola seperti selama ini dikenal.

"Dari segi gaya bermain, mereka tetap sama. Namun, jika ada satu perbedaan yang membuat mereka menjuarai Euro, itu adalah kecepatan," ujarnya.

"Selain kemampuan menguasai bola yang sudah lama menjadi ciri khas Spanyol, kini mereka memiliki keuntungan tambahan dari karakteristik individu para pemainnya, yaitu kecepatan. Dan kecepatan sangat berbahaya."

"Itu membuat tugas pemain bertahan menjadi sangat sulit," imbuh Deschamps.

Thomas Tuchel Dapat Pujian

Deschamps secara khusus menyoroti sosok pelatih Inggris, Thomas Tuchel.

Kendati Tuchel kerap mendapat kritik sejak menangani Timnas Inggris, Deschamps menganggap mantan pelatih Bayern Munchen, PSG, dan Chelsea itu sebagai satu di antara alasan mengapa Inggris layak diperhitungkan dalam perebutan gelar juara.

"Mereka memiliki pelatih yang sangat bagus, seseorang yang sangat saya kagumi dan dengan siapa saya cukup sering berdiskusi," ujarnya.

"Saya sama sekali tidak keberatan jika Liga Inggris disebut liga terbaik di dunia. Mereka memiliki pemain-pemain hebat dan sumber daya finansial yang luar biasa besar."

"Bagi saya, makin banyak pemain yang terbiasa menghadapi tuntutan tinggi setiap hari, baik di Bayern, PSG, maupun klub-klub Inggris maka akan makin baik pula kualitas mereka," lanjut Deschamps.

 

Sumber: Caught Offside

Video Populer

Foto Populer