Hadapi Spanyol di Piala Dunia 2026, Pelatih Arab Saudi Puji Lamine Yamal: Talenta Kelas Dunia, Pengganti Lionel Messi

Menurut Donis, pemain berusia 18 tahun itu saat ini merupakan talenta terbesar di dunia sepak bola dan telah menunjukkan kemampuan luar biasa yang jarang dimiliki pemain seusianya.

Bola.com, Jakarta - Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, kembali mendapat pujian besar menjelang lanjutan Piala Dunia 2026. Kali ini, sanjungan datang dari pelatih tim nasional Saudi Arabia, Georgios Donis.

Menurut Donis, pemain berusia 18 tahun itu saat ini merupakan talenta terbesar di dunia sepak bola dan telah menunjukkan kemampuan luar biasa yang jarang dimiliki pemain seusianya.

“Saya pikir Yamal mungkin adalah talenta terbesar di dunia saat ini. Saya juga melihat dia mulai menggantikan Messi di Barcelona dengan cara yang terbaik,” kata Donis.

Pelatih asal Yunani tersebut mengaku jarang melihat pemain muda mampu memberikan dampak sebesar Yamal di level tertinggi sepak bola.

“Saya belum pernah melihat pemain seusia dia mampu membuat perbedaan sebesar ini, memiliki kualitas seperti itu, dan bermain dengan tingkat kedewasaan yang luar biasa,” ujar Donis.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kedewasaan Jadi Nilai Lebih Dibanding Kemampuan Teknik

Lamine Yamal selama ini dikenal berkat kemampuan dribel, kreativitas, serta kontribusinya mencetak dan menciptakan gol. Namun, bagi Donis, aspek paling istimewa dari pemain muda Barcelona itu justru bukan keterampilan teknisnya.

Menurutnya, kekuatan terbesar Yamal terletak pada pemahaman permainan yang sangat matang untuk usianya.

“Bagi saya, hal yang paling penting bukanlah soal kemampuan tekniknya, tetapi kedewasaannya. Dia tahu apa yang harus dilakukan di setiap momen pertandingan, dan itulah perbedaan terbesarnya,” ujarnya.

Kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan dengan tepat membuat Yamal terlihat seperti pemain yang jauh lebih berpengalaman dibanding usianya yang masih sangat muda.

Perbandingan dengan Messi Dinilai Tak Terelakkan

Donis juga mengakui membandingkan pemain mana pun dengan legenda Barcelona, Lionel Messi, selalu menjadi hal yang sensitif.

Namun, ia menilai Yamal memiliki kualitas yang mengingatkannya pada sosok yang mampu mengubah level permainan sebuah tim.

“Sangat luar biasa bagi dunia sepak bola melihat talenta seperti Lamine Yamal. Menyenangkan juga bisa menghadapi pemain dengan kualitas seperti itu,” puji Donis.

Donis mengenang pengalamannya menghadapi Barcelona pada era Messi dan melihat kesamaan dalam hal pengaruh yang diberikan kepada tim.

“Saya melihat bahwa Lamine Yamal saat ini adalah talenta termuda yang memiliki kualitas terbesar sekaligus kedewasaan yang luar biasa,” ujar Donis.

Meski demikian, ia menegaskan Yamal tidak perlu menjadi Messi berikutnya. Yang terpenting adalah terus berkembang menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Spanyol Berbeda Tanpa Yamal dan Nico Williams

Donis juga menjelaskan permainan Spain berubah ketika Yamal atau Nico Williams tidak berada di lapangan. Menurutnya, Spanyol tetap mampu mendominasi penguasaan bola tanpa kedua pemain itu, tetapi kehilangan elemen individual yang mampu memecah kebuntuan.

“Spanyol bukan tim yang sama ketika Lamine Yamal atau Nico Williams berada di bangku cadangan,” ujarnya.

“Tim tetap menguasai bola, tetapi kehilangan kemampuan individu dan situasi satu lawan satu ketika kedua pemain itu tidak bermain.” lanjutnya.

Donis menilai hal tersebut terlihat jelas pada pertandingan terakhir saat Spanyol kesulitan menemukan solusi individual meski mendominasi penguasaan bola.

Arab Saudi harus menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi dua ancaman berbeda dari Spanyol: permainan kolektif yang solid dan kemampuan individu para pemain sayap mereka.

Menjelang duel kedua tim, masih belum ada kepastian apakah Yamal akan tampil sebagai starter. Pada laga sebelumnya, pemain Barcelona itu hanya bermain kurang dari 30 menit.

Namun, apa pun keputusan pelatih Spanyol, keberadaan Yamal tetap menjadi faktor yang paling diwaspadai oleh Arab Saudi dalam upaya mereka menghentikan laju La Roja di Piala Dunia 2026.

Sumber: Barca Universal

Persaingan di Grup H Piala Dunia 2026

Video Populer

Foto Populer