Inggris Lolos dari Hukuman Penalti dan Kartu Merah, Pelatih Timnas Ghana Sindir Wasit VAR Pergi Ngopi

Pelatih Timnas Ghana, Carlos Queiroz, menyentil wasit VAR yang bertugas dalam pertandingan kontra Inggris di Grup L Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Ghana, Carlos Queiroz, menyebut wasit yang bertugas mengoperasikan assistant video referee (VAR) "pergi menghilang" saat timnya menghadapi Inggris pada lanjutan Grup L Piala Dunia 2026.

Dalam duel yang berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, Rabu (24-6-2026) dini hari WIB yang berakhir dengan skor imbang tanpa gol tersebut, Inggris sampai lolos dari hukuman penalti dan kartu merah.

Setelah sama-sama meraih kemenangan di laga pertama, The Black Stars yang terorganisasi dengan baik memilih bertahan dan membuat frustrasi pasukan Thomas Tuchel.

The Three Lions pun mendominasi penguasaan bola. Bahkan, Harry Kane dkk. bisa melepaskan total 19 tembakan hingga laga berakhir.

Namun, ada satu momen di menit-menit akhir saat Ezri Konsa melakukan pelanggaran terhadap Prince Adu yang diabaikan oleh wasit.

Prince Adu juga sempat mengalami cedera sesaat sebelum insiden itu dalam sebuah benturan dengan penjaga gawang Inggris, Jordan Pickford, yang justru mendapat hadiah tendangan bebas alih-alih dijatuhi hukuman.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Komentari Wasit VAR

Saat sesi konferensi pers pasca pertandingan, Carlos Queiroz bereaksi keras. Ia memandang ke arah seorang pejabat FIFA. Pelatih asal Portugal itu menyinggung soal kehadiran VAR yang tidak berfungsi secara maksimal di pertandingan ini.

"Saya tidak yakin VAR masih berfungsi di Piala Dunia. Kita masih punya VAR? Apakah itu berfungsi?" ujar Queiroz.

"Saya ragu tentang hal itu karena ada penalti lain yang seharusnya mereka berikan kepada Ghana, penalti yang jelas melawan Inggris (terlewatkan)," tambahnya.

Sebagai informasi, di laga Inggris kontra Ghana ini ini, wasit asal Amerika, Armando Villarreal, bertindak sebagai VAR. Sementara wasit asal Honduras, Said Martinez, bertugas sebagai wasit utama.

 

Wasit VAR Pergi Ngopi

Bahkan, Queiroz sampai berkelakar bahwa wasit yang bertugas untuk mengoperasikan VAR justru pergi ngopi saat insiden pelanggaran tersebut terjadi. Menurut pelatih berusia 73 tahun itu, Inggris seharusnya dijatuhi hukuman penalti plus kartu merah.

"Kami memiliki peluang-peluang bahkan sampai pada titik di mana mereka beruntung. Mereka sangat beruntung. Sekali lagi, VAR sedang pergi ngopi. Itu wajar, saya juga ingin minum kopi sesekali, tetapi itu jelas-jelas penalti dan kartu merah," sentil Queiroz.

"Apakah Anda meragukan hal itu? Anda sekalian yang melihat pertandingan apakah punya keraguan tentang itu, atau hanya saya saja yang berada di dalam pertandingan? Pada akhirnya, itulah mengapa saya katakan ini adalah hasil yang adil," cetusnya.

 

Pelatih Minta Maaf

Meski begitu, Queiroz menganggap hasil imbang ini cukup adil bagi kedua kubu. Dia juga buru-buru meminta maaf setelah melayangkan pernyataan bernada sarkasme terhadap wasit VAR yang tidak bertugas sebagaimana seharusnya.

"Mereka bermain lebih lama dengan bola, kami berjuang lebih keras, kami berjuang lebih baik, kami menciptakan peluang kami, mereka memiliki peluang di akhir laga. Saya pikir mereka senang dan saya juga senang dengan hasil imbang ini," tuturnya.

"Saya minta maaf atas sarkasme saya. Tetapi, jika saya mengatakan hal-hal seperti ini dengan serius mereka akan menghukum saya, saya harap Anda mengerti bahwa saya hanya bercanda," lanjutnya.

 

Sumber: DPA International

Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

 

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)

Video Populer

Foto Populer