Lini Serang Melimpah, Deschamps Sesuaikan Filosofi Prancis di Piala Dunia 2026

Prancis menumpuk 10 gol di fase grup dan menaklukkan Swedia 3-0. Amunisi melimpah memaksa Deschamps ubah filosofi, di tengah pola gelar tanpa gol striker.

Bola.com, Jakarta - Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan stok penyerang yang berlimpah, kondisi yang mendorong Didier Deschamps menyesuaikan filosofi timnya. Targetnya jelas: memburu gelar juara dunia ketiga.

Kuartet depan Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, serta opsi Desire Doue atau Bradley Barcola membuat Les Bleus bertabur opsi ofensif. Kekuatan ini menempatkan mereka sebagai salah satu favorit kuat di turnamen.

Produktivitasnya terlihat sejak fase grup, ketika Prancis mencetak 10 gol—jumlah terbanyak bersama Belanda dan Jerman. Ketajaman itu berlanjut di putaran pertama babak gugur lewat kemenangan 3-0 atas Swedia.

Di saat dua tetangga Eropa yang sama suburnya di fase grup tersingkir lewat adu penalti, Prancis justru menjaga momentum. Pertanyaannya, apakah agresivitas lini depan ini cukup untuk mengantar mereka mengangkat trofi?

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ledakan Gol dan Konsistensi Prancis

Les Bleus menutup fase grup dengan 10 gol, angka yang menyamai torehan Belanda dan Jerman. Catatan ini menegaskan kapasitas ofensif mereka sejak awal kompetisi.

Perbedaannya muncul ketika memasuki putaran pertama babak gugur. Prancis mengatasi Swedia 3-0, sementara Belanda dan Jerman tersingkir setelah kalah dalam adu penalti dari lawan masing-masing.

Keberhasilan mempertahankan produktivitas di fase gugur menjadi penanda konsistensi. Di level ini, efektivitas setiap peluang kian menentukan arah langkah berikutnya.

Kuartet Penyerang dan Status Favorit

Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise menjadi poros ancaman. Satu tempat lagi diisi Desire Doue atau Bradley Barcola, yang memberi fleksibilitas peran dan dinamika serangan.

Kehadiran nama-nama tersebut membentuk kekuatan ofensif yang sangat ditakuti lawan. Dengan amunisi seperti ini, Prancis dipandang sebagai salah satu favorit kuat di Piala Dunia 2026.

Melimpahnya opsi depan mendorong Deschamps menyesuaikan pendekatan agar daya gedor terkelola optimal. Adaptasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga intensitas dari fase grup hingga babak gugur.

Jejak Gelar Saat Penyerang Utama Mandul

Sejarah mencatat pola unik dalam momen terbaik Prancis. Gelar kerap hadir meski penyerang utama tak mencetak gol sepanjang turnamen.

Pada Piala Dunia 1998, Stephane Guivarc'h tidak mencatatkan gol namun Prancis menjadi juara. Dua dekade berselang, Olivier Giroud juga tanpa gol di Piala Dunia 2018 dan Les Bleus kembali mengangkat trofi.

Fenomena ini pernah muncul lebih awal di Euro 1984, ketika Bernard Lacombe gagal merobek gawang lawan, tetapi Prancis tetap menguasai turnamen tersebut. Pola ini memantik tanya: dengan serangan mematikan di Piala Dunia 2026, apakah trofi kembali menjadi milik mereka?

Video Populer

Foto Populer