Pelatih Mesir Tunjukkan Gestur X ketika Hadapi Argentina di Piala Dunia 2026, Ada Kaitannya dengan Rasial?

Gestur yang diperagakan pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, ketika melawan Timnas Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi satu di antara momen yang paling banyak menyita perhatian.

Bola.com, Jakarta - Gestur yang diperagakan pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, ketika melawan Timnas Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi satu di antara momen yang paling banyak menyita perhatian.

Aksi menyilangkan kedua lengan hingga membentuk huruf "X" membuat banyak penonton bertanya-tanya mengenai arti dari isyarat tersebut.

Momen itu terjadi di tengah pertandingan yang berlangsung panas di Atlanta Stadium, Atlanta, pada Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.

Mesir yang sempat unggul dua gol akhirnya kalah 2-3 setelah Argentina membalikkan keadaan pada menit-menit akhir laga.

Ulasan Marca, di balik gestur Hassan tersebut, ternyata FIFA telah menetapkannya sebagai bagian dari protokol resmi untuk melaporkan dugaan tindakan rasisme maupun diskriminasi di dalam pertandingan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Gestur dengan Menyilangkan Kedua Lengan

Simbol itu diperkenalkan agar pemain, pelatih, maupun ofisial memiliki cara yang mudah dikenali untuk menyampaikan laporan kepada wasit.

Gestur dengan menyilangkan kedua lengan hingga membentuk huruf "X" di bagian pergelangan tangan disahkan FIFA dalam Kongres FIFA ke-74 yang digelar di Bangkok pada 2024.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya FIFA dalam memperkuat pemberantasan rasialisme di sepak bola.

Penggunaan simbol itu tidak otomatis membuat pertandingan langsung dihentikan. Isyarat itu hanya menjadi tanda awal agar wasit mengetahui adanya dugaan insiden yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dalam prosedur FIFA, wasit memiliki kewenangan menghentikan pertandingan sementara untuk menilai situasi apabila menerima laporan tersebut.

Jika dugaan tindakan diskriminasi terus terjadi, pertandingan dapat ditangguhkan dengan meminta kedua tim meninggalkan lapangan.

Setelah Enzo Fernandez Cetak Gol Kemenangan Argentina

Tahapan terakhir dapat diterapkan apabila tindakan diskriminasi masih berlanjut setelah pertandingan ditangguhkan. Dalam kondisi itu, wasit memiliki kewenangan menghentikan pertandingan secara permanen demi melindungi pihak yang menjadi korban.

Hossam Hassan menggunakan simbol "X" tidak lama setelah Enzo Fernandez mencetak gol ketiga Argentina pada pengujung pertandingan. Berdasarkan penjelasannya, ia menduga terdapat ujaran bernada rasial saat proses perayaan gol berlangsung.

Namun, belum ada bukti yang dipublikasikan untuk memastikan dugaan tindakan rasisme itu benar-benar terjadi. Situasi itu memunculkan perdebatan mengenai penerapan protokol FIFA dalam pertandingan.

Wasit Francois Letexier, memilih untuk tidak menghentikan pertandingan setelah melihat gestur yang dilakukan Hassan. Pengadil lapangan asal Prancis itu justru memberikan kartu kuning kepada pelatih Hassan sebelum laga kembali dilanjutkan.

Banjir Kartu untuk Mesir

Keputusan itu melahirkan beragam respons karena sebagian pihak menilai insiden tersebut layak mendapat peninjauan lebih lanjut.

Di sisi lain, ada pula yang beranggapan belum terdapat bukti yang cukup untuk mengaktifkan seluruh tahapan dalam protokol FIFA.

Selain Hassan, beberapa pemain dan anggota staf pelatih Mesir juga menerima kartu dari wasit Letexier pada akhir laga. Bahkan, ada pula yang mendapat kartu merah pada menit ke-94 ketika suasana pertandingan semakin memanas.

Hingga kini belum diketahui secara pasti alasan Hassan menerima kartu kuning setelah melakukan isyarat tersebut.

Sumber: Marca

Video Populer

Foto Populer