Les Bleus Tak Kebal, Ini Titik Lemah Prancis di Piala Dunia 2026

Timnas Prancis tampil hampir sempurna sepanjang Piala Dunia 2026. Adakah celah?

Bola.com, Jakarta - Timnas Prancis tampil hampir sempurna sepanjang Piala Dunia 2026. Les Bleus melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Maroko 2-0 pada babak perempat final dan kini semakin difavoritkan menjadi juara.

Pasukan Didier Deschamps memiliki lini serang paling produktif di turnamen. Mereka juga menjadi tim dengan peluang terbanyak yang diciptakan, paling sering membentur mistar atau tiang gawang, serta baru kebobolan dua gol dari enam pertandingan dengan empat clean sheet.

Catatan tersebut membuat Prancis terlihat sebagai tim tanpa kelemahan. Namun, di balik performa impresif itu, ternyata masih ada beberapa celah yang berpotensi dimanfaatkan lawan di semifinal.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sisi Kiri Pertahanan Jadi Sorotan

Salah satu titik yang dianggap paling mungkin dieksploitasi adalah sektor kiri pertahanan Prancis.

Lucas Digne kini menjadi pilihan utama di posisi bek kiri setelah Theo Hernandez kehilangan tempat akibat performa yang kurang meyakinkan sejak awal turnamen.

Meski lebih disiplin dalam bertahan, Digne dinilai tidak memiliki kecepatan dan kekuatan fisik sebaik Jules Kounde yang mengawal sisi kanan pertahanan.

Kondisi itu membuat sisi kiri Prancis berpotensi menjadi sasaran serangan, apalagi area tersebut juga dihuni Kylian Mbappe yang tidak selalu maksimal ketika membantu pertahanan.

Adrien Rabiot dan William Saliba memang sering menutup ruang di sektor tersebut. Namun dalam situasi satu lawan satu, Digne tetap dianggap sebagai pemain yang paling rentan ditembus.

Belum Benar-Benar Diuji

Hingga babak perempat final, belum ada lawan yang benar-benar mampu menguji kelemahan tersebut.

Senegal sempat menciptakan beberapa peluang berbahaya pada laga pembuka melalui serangan balik dari sisi kanan, sementara Swedia juga beberapa kali merepotkan lewat kecepatan Anthony Elanga. Namun, kedua tim gagal memaksimalkan peluang yang dimiliki.

Paraguay memilih bermain lebih bertahan, sedangkan Maroko lebih sering mengandalkan Brahim Diaz yang bergerak ke tengah sehingga serangan dari sisi kanan tidak terlalu maksimal. Karena itu, sektor kiri Prancis belum benar-benar mendapatkan ujian berat sepanjang turnamen.

Pressing Tinggi Bisa Merepotkan Les Bleus

Selain sisi kiri pertahanan, ada faktor lain yang bisa menyulitkan Prancis, yakni tekanan tinggi dari lawan.

Selama turnamen berlangsung, Les Bleus justru lebih sering menjadi tim yang mendominasi pressing. Mereka berhasil mencatat delapan kali perebutan bola di area tinggi yang berujung tembakan dan menghasilkan dua gol.

Namun, mereka belum pernah menghadapi lawan yang mampu memberikan tekanan seintens Belgia atau menguasai permainan seperti Spanyol.

Jika menghadapi tim dengan penguasaan bola yang kuat, lini tengah Prancis berpotensi kalah jumlah sehingga terpaksa bertahan lebih dalam. Dalam kondisi tersebut, ruang antarlini yang sesekali muncul di pertahanan Les Bleus bisa menjadi celah berbahaya.

Statistik Masih Sangat Mengesankan

Meski memiliki beberapa potensi kelemahan, statistik Prancis tetap menunjukkan dominasi luar biasa.

Menurut data Opta, tidak ada satu pun lawan di fase gugur yang mampu mencatatkan expected goals (xG) di atas angka satu saat menghadapi Les Bleus.

Swedia: 0,7 xG

Paraguay: 0,2 xG

Maroko: 0,1 xG

Catatan itu membuktikan pertahanan Prancis masih sangat solid. Namun, dengan lawan yang kualitasnya semakin tinggi di semifinal, kemampuan mengeksploitasi celah-celah kecil bisa menjadi pembeda dalam perebutan tiket menuju final Piala Dunia 2026.   

Sumber: Sports Mole

Video Populer

Foto Populer