Spanyol Singkirkan Prancis: Kutukan Ballon d'Or Jadi Nyata, Dua Lainnya Bayangi Inggris-Argentina

Spanyol menaklukkan Prancis 2-0 di Dallas. Kutukan Ballon d'Or aktif usai Ousmane Dembele tersingkir.

Bola.com, Jakarta - Spanyol menaklukkan Prancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro menjadi penentu kemenangan La Roja.

Hasil ini membawa pasukan Luis de la Fuente melaju dan menunggu pemenang duel Inggris vs Argentina untuk partai puncak.

Di balik hasil tersebut, satu dari tiga kutukan Piala Dunia kembali muncul: pemenang Ballon d'Or tidak pernah menjuarai Piala Dunia. Prancis tersingkir bersama Ousmane Dembele yang berstatus pemegang trofi Ballon d'Or setelah membantu Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions 2024/2025.

Dua kutukan lain kini membayangi semifinalis lainnya. Inggris datang dengan pelatih asing Thomas Tuchel (Jerman), sementara Argentina menyandang posisi pertama peringkat dunia FIFA jelang turnamen.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Spanyol vs Prancis: Jalannya Semifinal di Dallas

Kedua tim langsung saling menyerang sejak kick-off. Irama cepat mewarnai babak pertama, hingga momen pembeda tiba sebelum jeda minum.

Lucas Digne gagal melihat pergerakan Lamine Yamal dari blind side. Saat mencoba membuang bola, bek Prancis itu justru menendang bintang Barcelona tersebut hingga terjatuh. Wasit Ivan Barton dari El Salvador menunjuk titik 12 pas. Digne memilih diam, sementara protes datang dari Didier Deschamps di sisi lapangan serta kapten Kylian Mbappe.

Barton dan video assistant referee tidak menemukan alasan untuk mengubah keputusan. Mikel Oyarzabal mengeksekusi dengan baik dan membawa Spanyol memimpin pada menit ke-22.

Selepas hydration break, Prancis kehilangan William Saliba karena cedera. Spanyol sempat berpeluang menggandakan keunggulan, namun Alex Baena dan Fabian Ruiz membuang kesempatan sehingga skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Babak Kedua dan Upaya Prancis Mengejar

Ini kali pertama Prancis tertinggal di Piala Dunia 2026. Deschamps merespons dengan memasukkan Manu Kone dan Desire Doue untuk menambah energi dan variasi serangan.

Namun Spanyol yang kembali mencetak gol. Umpan 1-2 bersama Dani Olmo membuka ruang untuk Pedro Porro, yang kemudian menaklukkan Mike Maignan pada menit ke-58 dan mengubah skor menjadi 2-0.

Lamine Yamal sempat mengira menambah keunggulan Spanyol, tetapi golnya dianulir karena offside. Di sisi lain, Mbappe memimpin upaya kebangkitan Les Bleus dengan tembakan pada menit ke-63 yang menjadi on target pertama Prancis ke gawang Unai Simon.

Tekanan Prancis sempat berlanjut, namun upaya Mbappe berikutnya diblok Marc Cucurella hingga bola melebar tipis. Waktu terus berjalan, momentum meredup, dan frustrasi memuncak saat Mbappe diganjar kartu kuning. Skor 2-0 untuk Spanyol tidak berubah hingga laga usai.

Tiga Kutukan Piala Dunia dan Implikasinya di Edisi 2026

Sepanjang sejarah Piala Dunia sejak 1930, tiga kutukan kerap disebut. Pertama, pemenang Ballon d'Or tidak pernah menjuarai Piala Dunia. Kedua, tidak ada juara yang ditangani pelatih asing. Ketiga, kampiun bukanlah tim peringkat pertama dunia FIFA.

Dengan kandasnya Prancis, kutukan pertama kembali selaras dengan kenyataan. Perjalanan pemain terbaik saat ini berakhir, di mana Ousmane Dembele merupakan pemegang Ballon d'Or usai membawa Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions 2024/2025.

Inggris bergulat dengan kutukan kedua. Mereka ditangani pelatih berkebangsaan Jerman, Thomas Tuchel, sementara catatan historis menyebut tidak ada juara yang dipimpin pelatih asing.

Argentina berada dalam bayang-bayang kutukan ketiga. Mereka naik ke puncak ranking FIFA tepat sebelum turnamen edisi 2026 dimulai, setelah mengalahkan Honduras dan Islandia pada uji coba terakhir. Sebelumnya berada di posisi tiga, Tim Tango menyalip Spanyol dan Prancis karena La Roja ditahan Irak, sementara Les Bleus gagal naik akibat kalah dari Pantai Gading. 

Video Populer

Foto Populer