Sukses


Tim Panahan Bertekad Mempersembahkan Medali Olimpiade di Tokyo

Bola.com, Jakarta - Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) bertekad untuk kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada pertengahan 2021 mendatang. Hal itu menjadi target Perpani setelah panahan pertama kali mendapatkan medali Olimpiade pada 1988.

Indonesia mendapatkan medali pertama Olimpiade untuk panahan adalah pada 1988 di Seoul, Korea Selatan. Kini tim panahan Indonesia masih berusaha mendapatkan slot lebih banyak untuk bertarung di Olimpiade 2020 Tokyo.

Mereka mendapatkan dorongan moral lewat dana Olimpiade dari Asosiasi Komite Olahraga Nasional (ANOC) yang didistribusikan oleh Komite Olimpiade Indonesia pada Desember 2020 lalu.

Sekjen Perpani, Dr. Nyak Amir, M.Pd, mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada dalam pelatnas.

"Kami akan menggunakan dana tersebut untuk membeli semua yang dibutuhkan atlet kami, seperti suplemen dan juga seragam atlet," ujar Amir seperti dilansir dari situs Komite Olimpiade Indonesia.

Pandemi COVID-19 dan pembatasan sosial berskala besar di Jawa dan Bali memaksa Perpani untuk membiarkan semua atletnya berada di rumah dan beraktivitas masing-masing sembari menunggu arahan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

2 dari 3 halaman

Mengincar Satu Slot Lagi Lewat Piala Dunia

Indonesia sudah mengamankan dua slot untuk nomor recurve perorangan baik putra dan putri. Namun, Perpani menginginkan slot lebih banyak. Amir mengatakan mereka menargetkan satu slot dalam kompetisi beregu putra yang akan diperebutkan dalam Piala Dunia Panahan 2021 di Paris pada Juni mendatang.

"Kami yakin bahwa kami bisa merebut slot Olimpiade lagi untuk nomor beregu putra di Piala Dunia Panahan di Paris," ujar Amir.

Sekjen Perpani itu mengatakan pihaknya juga meyakini jika tim beregu putra bisa lolos ke Tokyo, medali perak bisa diraih Indonesia di Olimpiade kali ini.

Indonesia mengirimkan empat atlet panahan saat Olimpiade 2016 di Rio. Mereka adalah Riau Ega Agata, Muhammad Hanif Wijaya, Hendra Purnama, dan Ika Yuliana Rochmawati.

Sumber: Komite Olimpiade Indonesia

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer