Erick Thohir Kumpulkan 3 Gubernur untuk Kebut Persiapan PON 2028 NTB-NTT, Jakarta Jadi Penyangga Venue dan Transportasi

Erick Thohir Kumpulkan 3 Gubernur untuk Kebut Persiapan PON 2028 NTB-NTT, Jakarta Jadi Penyangga Venue dan Transportasi

Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir menggelar pertemuan bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/6/2029).

Pertemuan tersebut membahas persiapan penyelenggaraan PON 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT, dengan dukungan fasilitas dari DKI Jakarta.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi awal antara pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi diperlukan agar seluruh persiapan berjalan selaras sejak tahap awal.

Erick Thohir menekankan pentingnya kerja bersama lintas wilayah dalam menyukseskan pesta olahraga nasional tersebut.

"Ini merupakan sesuatu pertemuan yang bersejarah karena pertama kali pemerintah pusat dan daerah berkonsolidasi dan memaparkan seluruh persiapan serta isu yang harus ditanggulangi sejak dini," ujar Erick Thohir.

"Kita bersepakat PON tahun 2028 di NTB dan NTT yang didukung juga Pemda DKI, kita ingin memastikan PON ini berjalan baik, tidak hanya secara penyelenggaraan tetapi juga secara administratif," ucapnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sistem Pembinaan Jangka Panjang

Menurut Erick Thohir, PON 2028 harus selaras dengan sistem pembinaan jangka panjang menuju kejuaraan internasional.

"Kita harus benar-benar remapping prestasi olahraga Indonesia menuju SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade secara kontinu, tidak bisa sepotong-sepotong," tuturnya.

Dari sisi pembinaan cabang olahraga (cabor), Erick Thohir menegaskan pentingnya konsistensi dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

"Kami juga mendapatkan penugasan dari Bapak Presiden untuk memperbaiki ekosistem kesejahteraan atlet, baik bonus maupun dana pensiun yang sedang kami perbaiki," terang Erick Thohir.

Terkait infrastruktur, Erick Thohir memastikan tidak akan melakukan pembangunan venue baru untuk PON 2028. Selain itu, koordinasi lanjutan akan dilakukan bersama sejumlah kementerian teknis.

Erick Thohir menyatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan kesiapan anggaran dan fasilitas.

 

Jakarta Siap

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapan daerahnya untuk mendukung penuh penyelenggaraan PON 2028. Dia menegaskan peran Jakarta sebagai pendukung teknis atau support system.

"Pemerintah DKI Jakarta bersifat sebagai support system membantu penyelenggaraan ini. Pelaksanaan sepenuhnya kewenangan Kementerian Pemuda dan Olahraga," kata Pramono.

Dia juga memaparkan kesiapan fasilitas olahraga di ibu kota yang dinilai sudah sangat memadai. Menurutnya, Jakarta memiliki 36 venue milik pemerintah pusat dan sekitar 220 venue milik pemerintah daerah yang siap digunakan.

"Untuk transportasi MRT, LRT, TransJakarta, JakLingko dan sebagainya, Jakarta siap men-support itu," jelasnya.

Apresiasi NTB

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas kepastian dukungan pemerintah pusat melalui surat keputusan penetapan tuan rumah. Dia menilai keputusan tersebut memberi ruang waktu yang lebih panjang untuk persiapan.

"Semakin cepat SK ini keluar, semakin lama waktu persiapan. Makasih Pak Menteri akhirnya sudah keluar SK-nya," terangnya.

NTB juga menegaskan kesiapan daerah melalui pengalaman penyelenggaraan berbagai event berskala nasional dan internasional. Dia menyebut sejumlah kegiatan olahraga dan pariwisata menjadi bagian dari uji kesiapan daerah.

Dia juga menjelaskan penguatan infrastruktur transportasi udara untuk mendukung aksesibilitas selama PON. Menurutnya, konektivitas ke berbagai kota di Indonesia terus diperluas.

 

Sambutan Baik NTT

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, juga menyambut baik keputusan penetapan tuan rumah PON 2028. Dia menganggap keputusan tersebut berdampak langsung pada proses perencanaan anggaran daerah.

"SK hari ini berdampak sangat besar karena kami bisa membahas dengan DPRD jauh lebih baik," ucapnya.

NTT telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp250 miliar yang akan direalisasikan secara bertahap hingga 2028. Dia menyebut penyelenggaraan akan tersebar di sekitar 14 kabupaten dan kota.

 

Dipersiapkan Sebaik-baiknya

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON 2028. Dia mengatakan kesiapan DPR untuk membantu jika dibutuhkan dalam proses persiapan.

"Kami berharap kepada Provinsi NTB dan NTT bahwa pemerintah telah memberikan kepercayaan penuh sebagai penyelenggara dan tuan rumah PON ke-22 ini mohon dipersiapkan dengan sebaik-baiknya," terang Lalu Hadrian.

"Semoga PON ke-22 ini bisa berjalan dengan lancar sesuai dan dengan yang diharapkan baik oleh Presiden maupun oleh kita semua. Dan tentunya PON ke-22 ini bisa melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat internasional khususnya dan membawa nama harum bangsa Indonesia," ungkapnya.

Video Populer

Foto Populer