Sukses


    Pelatih Persita Minta Skuat Indonesia U-22 Introspeksi dan Menjaga Emosi

    Bola.com, Jakarta - Widodo Cahyono Putro bersama 17 pemain lainnya adalah generasi terakhir Timnas Indonesia yang berhasil membawa pulang medali emas SEA Games. Rekor yang dibuat pada 1991 di Manila, Filipina, tersebut masih belum terpecahkan hingga 28 tahun lamanya.

    Setelah hampir tiga dekade, medali emas SEA Games cabang olahraga (cabor) sepak bola berpeluang kembali digenggam pada tahun ini. Ya, Timnas Indonesia U-22 selangkah lagi menduduki podium utama.

    Tim asuhan pelatih Indra Sjafri itu tinggal mengalahkan Vietnam pada partai final yang berlangsung di Rizal Memorial Stadium, Manila, Selasa (10/12/2019).

    "Timnas Indonesia U-22 perlu fokus pada pertandingan. Paling tidak, sehari atau dua hari sebelum kick-off itu perlu kilas balik apa yang sudah dilakukan dalam permainan. Misalnya, kemarin pemain ini dapat bola begini, kok ditendang bagus. Itu perlu diingat-ingat," ujar Widodo kepada Bola.com.

    Widodo meminta Egy Maulana Vikri dkk. untuk mawas diri. Kesalahan dan kekurangan apa yang dilakukan pada pertandingan sebelumnya, tidak boleh sampai terulang ketika berhadapan dengan Vietnam.

    "Kemarin bola dari sini, ternyata kurang bagus. Jadi, ingat bola-bola yang bisa masuk ke memori kita. Jadi, begitu ada masalah, sudah langsung dapat dibenahi karena keputusan di sepak bola itu sepersekian detik. Tidak bisa lama. Ibarat sepak bola ini belajar. Kalau kita belajar malam harinya sebelum bertanding, besoknya sudah bisa mengaplikasikan," tutur Widodo, yang kini jadi pelatih Persita Tangerang.

    Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

    2 dari 2 halaman

    Menjaga Emosi

    Ada pula faktor penting lainnya yang dapat berpengaruh terhadap hasil. Menurut Widodo, Timnas Indonesia U-22 perlu menjaga emosi. Jangan sampai terpancing provokasi lawan yang bisa merugikan tim.

    "Lalu menjaga emosi karena pemain kita dari dulu emosinya kadang-kadang tidak terkontrol kalau dipancing-pancing oleh pemain lawan. Harus terus fokus ke permainan," imbuh pelatih berusia 49 tahun tersebut.

    "Kemudian, ada taktik dari pelatih. Ikuti instruksi dari pelatih. Itu instruksi dari pelatih harus didengar," jelas Widodo.

     

    Pembaca Bola.com bisa menikmati sajian liputan eksklusif SEA Games 2019 Filipina dengan mengklik tautan ini.

    Video Populer

    Foto Populer