Barcelona Murka Seusai Dibantai Atletico 0-4, Siap Layangkan Protes Resmi ke RFEF Soal Kepemimpinan Wasit

Barcelona tidak hanya pulang dengan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid, tetapi juga membawa pulang bara kekecewaan yang membesar sejak peluit akhir dibunyikan.

Bola.com, Jakarta - Barcelona tidak hanya pulang dengan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid, tetapi juga membawa pulang bara kekecewaan yang membesar sejak peluit akhir dibunyikan. Kekalahan di semifinal Copa del Rey itu bukan sekadar soal skor, melainkan juga soal keputusan-keputusan kontroversial yang dinilai merugikan.

Menurut laporan media Spanyol, petinggi klub kini tengah mempertimbangkan langkah serius dengan mengajukan pengaduan resmi kepada Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol. Situasi ini menunjukkan bahwa kemarahan di internal klub tidak berhenti di ruang ganti.

Sejumlah keputusan wasit dalam laga krusial tersebut dianggap tidak konsisten dan berdampak langsung terhadap jalannya pertandingan. Dalam duel sepenting semifinal Copa del Rey, detail kecil bisa menentukan nasib, dan Barcelona merasa detail-detail itu tidak berpihak kepada mereka.

Di tengah tekanan skor yang sudah berat, kontroversi kepemimpinan wasit justru mempertebal rasa frustrasi. Bagi Barcelona, ini bukan hanya soal kalah, tetapi tentang bagaimana laga sebesar ini seharusnya dikendalikan dengan standar tertinggi.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Siap Tempuh Jalur Resmi ke RFEF

Mengacu pada laporan Mundo Deportivo, Barcelona kini membuka opsi untuk melayangkan keluhan resmi kepada Real Federación Española de Fútbol atau RFEF. Langkah ini diambil setelah evaluasi internal yang menyimpulkan bahwa sejumlah keputusan wasit Martínez Munuera dinilai problematik.

Sejak peluit akhir berbunyi, suasana di kubu Blaugrana disebut-sebut memanas. Para petinggi klub menilai beberapa momen kunci justru mengubah arah pertandingan, terutama ketika tim sedang mencoba membangun momentum untuk bangkit.

Barcelona meyakini, dalam pertandingan sekelas semifinal Copa del Rey, standar kepemimpinan wasit harus berada pada level tertinggi. Inkonsistensi dalam pengambilan keputusan dinilai mengganggu ritme permainan dan memengaruhi stabilitas mental para pemain.

Lebih dari itu, klub merasa perlu bersikap tegas demi menjaga integritas kompetisi. Dengan mempertimbangkan pengaduan resmi, Barcelona ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang dalam laga-laga penting berikutnya.

 

Insiden Simeone, Gol Cubarsi, dan Drama VAR yang Bikin Geram

Salah satu momen yang memicu kemarahan terbesar adalah tekel Giuliano Simeone terhadap Alejandro Balde di babak kedua. Banyak pihak di internal Barcelona meyakini pelanggaran tersebut layak diganjar kartu merah. Namun, keputusan wasit untuk tidak mengusir pemain lawan memantik tanda tanya besar.

Bagi Barcelona, keputusan itu bukan sekadar detail kecil. Dalam pertandingan dengan tensi tinggi, kartu merah bisa mengubah dinamika taktik secara drastis. Ketika hal itu tidak diberikan, rasa keadilan pun dipertanyakan.

Kontroversi berikutnya muncul saat gol Pau Cubarsi dianulir setelah tinjauan VAR yang berlangsung sekitar enam setengah menit. Proses yang sangat lama itu membuat pemain, pelatih, hingga penonton menunggu tanpa kejelasan komunikasi.

Kemarahan semakin menjadi karena penggunaan sistem offside semi-otomatis yang seharusnya mempercepat proses justru tidak memberikan jawaban instan. Manajer Barcelona, Hansi Flick, bahkan disebut tidak mendapat penjelasan apa pun dari ofisial saat pertandingan dihentikan untuk peninjauan. Situasi itu mempertebal rasa frustrasi di tepi lapangan.

Semua insiden tersebut dianggap sebagai rangkaian keputusan yang berdampak signifikan terhadap jalannya laga. Dalam pertandingan besar yang sarat tekanan, Barcelona merasa dirugikan bukan hanya oleh efektivitas Atletico Madrid, tetapi juga oleh keputusan-keputusan yang dinilai kurang transparan.

Pada akhirnya, kekalahan 0-4 memang tercatat di papan skor. Namun bagi Barcelona, cerita pertandingan itu jauh lebih kompleks. Jika protes resmi benar-benar diajukan, polemik ini bisa berbuntut panjang dan menambah panas persaingan di panggung sepak bola Spanyol musim ini.

Sumber: Barca Universal

Persaingan di Liga Spanyol

Video Populer

Foto Populer