Real Madrid Sedang Dilanda Civil War, Apa yang Terjadi di Ruang Ganti?

Apa yang terjadi di ruang ganti Real Madrid? Civil war sedang berlangsung...

Bola.com, Jakarta - Musim Real Madrid memasuki titik paling kacau. Bukan cuma soal ancaman gagal meraih trofi besar untuk dua musim beruntun, tetapi juga konflik internal yang kini disebut-sebut sudah memecah ruang ganti tim.

Situasi memburuk pekan ini setelah muncul laporan mengenai perselisihan antarpemain yang melibatkan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni.

Ketegangan di pusat latihan Valdebebas bahkan disebut berujung pada kunjungan Valverde ke rumah sakit.

Kondisi Madrid makin rawan karena akhir pekan ini mereka menghadapi Barcelona dalam El Clasico. Jika Barcelona minimal meraih hasil imbang, gelar Liga Spanyol resmi menjadi milik rival abadinya itu.

Itu akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah La Liga sebuah tim memastikan gelar juara lewat El Clasico.

Di balik tekanan tersebut, hubungan antarpemain Madrid dikabarkan retak di banyak sisi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Valverde Masuk Rumah Sakit

Pada Rabu lalu, muncul laporan mengenai pertengkaran keras antara Valverde dan Tchouameni saat sesi latihan. Insiden itu disebut menciptakan suasana terbelah di dalam skuad.

Situasi tidak mereda sehari kemudian. Kamis pagi, keduanya kembali terlibat adu argumen dalam sesi latihan yang berlangsung panas. Laporan awal menyebut pertikaian tersebut membuat Valverde sampai harus dibawa ke rumah sakit.

Valverde kemudian memberikan klarifikasi lewat media sosial. Gelandang asal Uruguay itu menegaskan tidak ada perkelahian fisik.

"Dalam perdebatan itu, saya tanpa sengaja membentur meja hingga menyebabkan luka kecil di dahi saya karena itu saya harus menjalani pemeriksaan sesuai protokol di rumah sakit," tulis Valverde.

Real Madrid lalu merilis pernyataan resmi bahwa Valverde mengalami trauma kranioensefalik atau cedera benturan pada kepala. Pemain berusia 27 tahun itu diperkirakan absen selama 10 hingga 14 hari.

Hal ini berarti, Valverde hampir pasti melewatkan El Clasico di Camp Nou, laga yang wajib dimenangkan Madrid jika masih ingin menjaga peluang tipis dalam perebutan gelar.

Klub juga membuka proses disipliner terhadap Valverde dan Tchouameni. Hasil investigasi internal disebut akan diumumkan kemudian.

Mbappe Jadi Sasaran Kemarahan

Di tengah memanasnya situasi ruang ganti, Kylian Mbappe kembali menjadi sorotan.

Beberapa jam setelah insiden Valverde dan Tchouameni, Mbappe tertangkap kamera meninggalkan pusat latihan Valdebebas sambil tertawa.

Momen itu memicu kritik baru terhadap penyerang asal Prancis tersebut. Sebelumnya, Mbappe sudah mendapat reaksi keras dari pendukung Madrid setelah terlihat berlibur di Italia saat timnya menghadapi Espanyol, padahal ia sedang menjalani pemulihan cedera hamstring.

Masalah bertambah setelah muncul laporan bahwa Mbappe juga sempat terlibat konfrontasi dengan anggota staf pelatih Madrid.

Menurut laporan yang beredar di Spanyol, kemarahan suporter kini mengarah penuh kepada mantan pemain Paris Saint-Germain itu. Bahkan, petisi daring yang meminta Mbappe meninggalkan klub disebut mendekati 40 juta tanda tangan.

Hubungan Antarpemain Membeku

Media Spanyol, MARCA, melaporkan sejumlah pemain Madrid kini "nyaris tidak saling berbicara".

Laporan yang sama juga menyebut ada enam pemain yang sudah tidak lagi berkomunikasi dengan pelatih Alvaro Arbeloa.

Nama-nama pemain memang tidak disebut secara terperinci. Namun, Raul Asencio, Alvaro Carreras, Dani Carvajal, dan Dani Ceballos dikabarkan beberapa kali berselisih dengan Arbeloa sepanjang musim ini.

Carvajal bahkan disebut sempat melukai rekan setimnya lewat tekel keras dalam latihan akibat frustrasi karena minim menit bermain.

Sementara itu, Asencio, Carreras, dan Ceballos beberapa kali tidak masuk daftar pertandingan karena masalah sikap.

Mustahil Dilatih

Arbeloa datang pada Januari lalu dengan tugas utama menstabilkan tim setelah periode sulit di bawah Xabi Alonso.

Sebelumnya, Alonso disebut kehilangan kendali atas ruang ganti. Satu di antara contoh paling jelas adalah luapan emosi Vinicius Junior dalam El Clasico, Oktober lalu.

Setelah meninggalkan klub, Alonso bahkan disebut pernah melabeli skuad Madrid saat ini sebagai tim yang "mustahil dilatih".

Penilaian itu kini terasa makin relevan. Sejak Arbeloa mengambil alih, Madrid justru tersingkir dari Liga Champions dan makin tertinggal dalam perebutan gelar liga. Retakan di ruang ganti pun kian terlihat jelas.

Sehari sebelum pertengkaran Valverde dan Tchouameni, Carreras juga sempat mengunggah isyarat di Instagram yang menguatkan laporan bahwa dirinya pernah ditampar Antonio Rudiger dalam insiden latihan berbeda.

Di waktu bersamaan, Mbappe juga dikabarkan sempat terlibat adu mulut dengan staf pelatih, dan kini makin terisolasi di ruang ganti.

Melakukan Perombakan

Keributan kecil saat latihan sebenarnya bukan hal asing di sepak bola. Namun, situasi yang terjadi di Madrid sekarang dianggap sudah melewati batas normal.

Banyaknya konflik dan kubu di dalam tim membuat manajemen tidak lagi bisa menganggap masalah itu sekadar bagian dari tekanan di klub besar.

Perjalanan ke markas Barcelona akhir pekan ini pun berpotensi memunculkan drama baru jika Madrid kembali gagal meraih hasil positif.

Dengan musim yang praktis berakhir tanpa arah jelas, Madrid disebut membutuhkan perubahan besar pada musim panas nanti.

Arbeloa diperkirakan akan meninggalkan kursi pelatih setelah musim selesai. Madrid disebut sedang menyiapkan sosok baru yang mampu mengendalikan ego para bintang sekaligus menyatukan kembali ruang ganti.

Beberapa nama seperti Dani Ceballos, Raul Asencio, hingga Dani Carvajal disebut tidak masuk rencana musim depan. Sementara itu, Madrid juga diyakini akan membenahi sektor bek tengah dan gelandang tengah.

Untuk Mbappe, Madrid belum mempertimbangkan perpisahan pada musim panas ini. Fokus klub justru mencari cara agar penyerang Prancis itu bisa menyatu dengan para pemain inti lainnya demi memperbaiki performa tim dan meredakan ketegangan di dalam ruang ganti.

 

Sumber: SI

Video Populer

Foto Populer