Hansi Flick Dukung Lamine Yamal Menangi Ballon d'Or 2026: Dia Layak Mendapatkannya

Lamine Yamal dijagokan Hansi Flick menangi Ballon d'Or 2026, alasannya bikin penasaran.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan dukungan penuh kepada Lamine Yamal untuk memenangkan Ballon d'Or.

Pernyataan itu disampaikan setelah Yamal kembali tampil gemilang ketika Barcelona menghantam Feyenoord 5-1 pada matchday pertama Liga Champions, Rabu (9-9-2026) malam WIB.

Bermain di tengah hujan yang mengguyur Spotify Camp Nou, Yamal mencetak satu gol melalui tendangan bebas sekaligus menyumbang dua assist.

Gol tersebut menjadi yang kelima bagi pemain berusia 19 tahun itu pada musim ini.

Yamal memang sedang menjadi sorotan dalam persaingan Ballon d'Or 2026. Namanya masuk daftar 30 kandidat yang diumumkan pada Senin malam kemarin.

Pemenang penghargaan individu bergengsi tersebut akan diumumkan dalam seremoni di London pada 26 Oktober 2026.

Flick tidak ragu ketika ditanya apakah anak asuhnya pantas membawa pulang trofi Ballon d'Or.

"Tentu saja, dia pemain saya, pemain Barcelona. Dia layak memenangkan Ballon d'Or. Bagi saya, itu luar biasa," ujar Flick dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari ESPN.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sesuatu yang Istimewa

Pelatih asal Jerman itu menilai Yamal memiliki sesuatu yang istimewa setiap kali tampil.

"Anda bisa melihatnya di setiap pertandingan, dia spesial. Tidak ada yang seperti dia. Saya pikir dia layak mendapatkannya," lanjut Flick.

Satu gol ke gawang Feyenoord juga membawa Yamal makin dekat dengan rekor Kylian Mbappe.

Itu merupakan gol ke-12 Yamal di Liga Champions, hanya terpaut satu gol dari catatan Mbappe sebagai pemain remaja dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah kompetisi tersebut, yakni 13 gol.

Tambahan satu gol dan dua assist dalam laga melawan Feyenoord membuat Yamal kini telah mengoleksi 101 kontribusi gol bersama Barcelona. Perinciannya adalah 54 gol dan 47 assist, yang dicapainya pada usia 19 tahun 58 hari.

Performa impresif Yamal pada awal musim ini melanjutkan periode positif yang dijalaninya.

Dalam setahun terakhir, ia membantu Barcelona menjuarai La Liga serta membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026. Pencapaian tersebut turut membuatnya masuk persaingan Ballon d'Or 2026.

Persaingan untuk penghargaan itu cukup terbuka. Selain Yamal, ada Mbappe dari Real Madrid, Harry Kane dari Bayern Munchen, serta sejumlah pemain Paris Saint-Germain, termasuk pemenang tahun lalu, Ousmane Dembele.

Kaget Raphinha dan Pedri Tak Masuk Ballon d'Or

Flick juga mengaku terkejut ketika dua pemain Barcelona, Raphinha dan Pedri, tidak masuk daftar 30 kandidat Ballon d'Or 2026.

"Mereka terlalu bagus untuk tidak berada di sana. Namun, kami tidak bisa mengubahnya. Mereka pemain yang luar biasa dan layak berada di sana," kata Flick.

Raphinha mengawali musim ini dengan performa yang mengesankan. Kapten baru Barcelona itu menjadi satu di antara pemain yang paling menonjol ketika menghadapi Feyenoord dengan mencetak gol pertama dan ketiga Barcelona.

Karim Adeyemi dan Gabriel Jesus, yang merupakan rekrutan pada musim panas, juga mencatatkan namanya di papan skor. Raphinha tampil sebagai penyerang tengah dan kini telah mengoleksi delapan gol musim ini.

Catatan tersebut sekaligus membuat Raphinha menjadi pemain Barcelona pertama sejak 1950 yang mampu mencetak gol dalam lima pertandingan pertama timnya pada sebuah musim.

"Raphinha, seperti yang kita lihat hari ini, intensitasnya luar biasa. Ketika dia menyerang dari area yang dalam, dengan umpan dari Pedri untuk gol keduanya, itu luar biasa," ujar Flick.

Peringatan Flick

Barcelona sudah empat kali mencetak lima gol dalam lima pertandingan pertama musim ini. Secara keseluruhan, Blaugrana telah mengemas 22 gol.

Produktivitas tersebut memunculkan optimisme bahwa Barcelona bisa kembali meraih trofi Liga Champions yang terakhir mereka menangi pada 2015.

Meski demikian, Flick mengingatkan bahwa perjalanan musim masih sangat panjang.

"Saya sangat menyukai apa yang saya lihat, tetapi saya juga melihat situasi yang masih harus kami perbaiki. Saya sangat senang dengan apa yang dilakukan para pemain di lapangan, tetapi selalu ada ruang untuk berkembang. Perjalanannya masih panjang hingga akhir," tutur Flick.

Flick menambahkan para pemain Barcelona menjalani latihan dengan sangat keras dan memiliki keinginan besar untuk terus berkembang.

"Situasi ini memengaruhi tim dan bagaimana kami bermain di lapangan, dalam pertandingan. Ini situasi yang bagus. Kami membutuhkan intensitas seperti ini untuk menjalankan filosofi kami. Ini penting untuk cara kami melakukan pressing sebagai sebuah tim," ujar pelatih yang mulai menangani Barcelona sejak musim panas 2024 itu.

 

Sumber: ESPN

Video Populer

Foto Populer