Jadi Wakil Kapten Barcelona di Usia 19 Tahun, Lamine Yamal Langsung Bidik Trofi Liga Champions

Lamine Yamal memasang target tinggi bersama Barcelona pada musim 2026/2027.

Bola.com, Jakarta - Lamine Yamal memasang target tinggi bersama Barcelona pada musim 2026/2027. Bintang muda asal Spanyol itu mengungkapkan menjuarai Liga Champions menjadi motivasi utamanya musim ini.

Yamal juga merasa bangga dipercaya menjadi salah satu wakil kapten Barcelona meski baru berusia 19 tahun.

Pada Sabtu (5/9/2026), pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengumumkan bahwa Yamal menjadi salah satu dari tiga wakil kapten yang dipilih langsung oleh para pemain.

Yamal terpilih bersama Eric Garcia dan Frenkie de Jong. Sementara itu, Flick menunjuk Raphinha dan Pedri sebagai dua kapten lainnya.

"Saya tidak memiliki motivasi yang lebih besar daripada Liga Champions. Itu adalah satu-satunya trofi yang masih harus saya menangkan," ujar Yamal dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/9/2026). 

"Kami akan memberikan segalanya untuk memenangkannya. Ada beberapa pemain bagus yang datang, seperti Anthony Gordon, Karim Adeyemi, dan Rodri."

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bangga Jadi Wakil Kapten di Usia 19 Tahun

Secara tradisional, posisi kapten dan wakil kapten Barcelona biasanya diberikan kepada pemain-pemain yang lebih senior dan berpengalaman.

Keputusan menjadikan Yamal sebagai salah satu wakil kapten terbilang mengejutkan. Ia kini menjadi pemain termuda dalam jajaran kepemimpinan Barcelona pada usia 19 tahun.

"Sesuatu yang membanggakan bisa mendapat kepercayaan seperti ini di usia 19 tahun. Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan setim," kata Yamal.

"Posisi ini tentu membawa tanggung jawab, meskipun saya baru berusia 19 tahun. Namun, saya sangat bahagia."

 

Barcelona Ingin Berjaya di Eropa

Barcelona kini berambisi mengakhiri penantian panjang mereka di Liga Champions. Klub asal Catalunya itu terakhir kali menjadi juara kompetisi elite Eropa tersebut pada 2015.

Dalam dua musim terakhir, perjalanan Barcelona di Liga Champions selalu berakhir mengecewakan.

Salah satu masalah yang menjadi sorotan adalah lini belakang. Barcelona gagal mencatatkan clean sheet dalam empat pertandingan yang menjadi bagian dari dua kegagalan mereka di fase gugur.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan apakah Barcelona perlu mengubah pendekatan agresif yang diterapkan Flick demi meraih kesuksesan di Eropa.

"Kami selalu menyesuaikan gaya bermain dengan lawan. Mungkin tidak terlalu banyak perubahan, tetapi kami akan melakukannya ketika memang diperlukan," ujar Flick.

"Kami memiliki gaya bermain sendiri dan itu sangat berhasil dalam dua musim terakhir."

Flick juga menegaskan bahwa seluruh pemain harus berada dalam kondisi terbaik pada waktu yang tepat untuk menghadapi tantangan berat di Liga Champions.

Sumber: Reuters

 

Video Populer

Foto Populer