Bola.com, Jakarta - Legenda Barcelona, Pedro Rodriguez, resmi mengakhiri karier sebagai pesepak bola profesional. Menariknya, namanya tetap melekat dalam salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub asal Catalunya itu.
Dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, eks penyerang Barcelona itu mengenang perjalanan menembus tim utama, pengaruh Pep Guardiola terhadap kariernya, hingga peluang generasi saat ini untuk mengulang kejayaan Blaugrana.
Pedro merupakan salah satu pemain yang merasakan langsung era keemasan Barcelona di bawah asuhan Pep Guardiola.
Etos kerja tinggi, pergerakan cerdas, serta kemampuannya tampil dalam pertandingan penting membuatnya menjadi bagian berharga dari lini serang tim.
Kini, Pedro melihat Barcelona tengah membangun proyek menjanjikan di bawah Hansi Flick.
Ia optimistis klub memiliki pemain-pemain muda berbakat yang berpotensi membawa Blaugrana kembali mendominasi sepak bola Eropa.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Pedro Rodriguez Sempat Tak Percaya Dipanggil ke Tim Utama Barcelona
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/927786/original/085782500_1436807286-h_51693907.jpg)
Pedro mengenang momen ketika mendapatkan kesempatan bergabung dengan tim utama Barcelona.
Kesempatan itu datang setelah Santiago Ezquerro tidak bisa bermain karena mengalami gastroenteritis.
Guardiola kemudian memanggil Pedro untuk bergabung dengan skuad senior. Bagi sang penyerang muda, kesempatan tersebut terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
"Ezquerro mengalami gastroenteritis dan tidak bisa bermain. Saat itulah Guardiola memanggil saya dan berkata, 'Kamu harus berganti pakaian, kamu dipanggil ke tim utama.' Ketika mendengar kata-kata 'tim utama', saya benar-benar tidak bisa mempercayainya," ujar Pedro.
Ia mengaku terkejut karena terpilih di antara rekan-rekannya dari tim junior. Apalagi, dirinya tiba-tiba berada di hotel tim bersama sederet pemain bintang yang selama ini hanya bisa dikaguminya.
Pedro kemudian menghubungi kedua orang tuanya untuk menyampaikan kabar tersebut. Sang ayah bahkan langsung mengabari seluruh warga desa agar pulang dan menyaksikan pertandingan Barcelona.
Kesempatan tampil di Camp Nou menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakannya.
"Bayangkan bagaimana perasaan saya ketika mendapat kesempatan masuk dan bermain selama beberapa menit di Camp Nou, di hadapan begitu banyak orang," kata Pedro.
"Artinya bagi saya sungguh luar biasa. Sambutan para penonton juga sangat istimewa. Mereka memberikan tepuk tangan meriah sejak menit pertama," lanjutnya.
Pep Guardiola Punya Peran Besar dalam Karier Pedro
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/561633/original/img_guardiola-290511.jpg)
Kesempatan menembus tim utama menjadi awal perjalanan Pedro bersama salah satu generasi terbaik Barcelona.
Ia menilai kepercayaan Guardiola dan kemampuannya menerapkan instruksi sang pelatih menjadi faktor penting dalam perkembangannya.
Pedro merasa Pep Guardiola melihat keinginan kuat dalam dirinya untuk berkembang dan meraih kesuksesan sebagai pesepak bola profesional.
"Menurut saya, apa yang dilihatnya dalam diri saya adalah keinginan untuk mendedikasikan diri pada sepak bola dan meraih kesuksesan," ujar Pedro.
Ia juga mengaku selalu percaya terhadap penilaian, teori, dan ide-ide yang disampaikan Guardiola.
Sang pelatih dinilai mampu menjelaskan hal-hal yang perlu diperbaiki agar Pedro berkembang menjadi pemain yang lebih baik.
Salah satu momen yang paling diingat Pedro terjadi menjelang final Liga Champions 2011 melawan Manchester United di Wembley.
Guardiola memanggilnya ke ruang kerja pada awal pekan menjelang pertandingan final dan mengajukan pertanyaan langsung mengenai kesiapan mentalnya.
"Apakah kamu ingin bermain di final, atau kamu takut?" kenang Pedro menirukan pertanyaan Guardiola.
Pedro menjawab bahwa dirinya siap bermain dan memberikan penampilan terbaik.
Guardiola kemudian memastikan kesiapan sebelum memberikan instruksi agar sang penyerang terus melakukan pressing, bergerak maju, dan melepaskan tembakan ketika mendapat peluang.
"Saya selalu siap untuk bermain dan tampil baik," ujar Pedro mengenai jawabannya saat itu.
Ia menganggap percakapan tersebut sebagai bukti besarnya kepercayaan Guardiola terhadap dirinya.
Kepercayaan itu juga menjadi motivasi tambahan bagi Pedro untuk menjawab ekspektasi sang pelatih di panggung terbesar sepak bola Eropa.
Pedro Nilai Kebersamaan Jadi Kunci Era Keemasan Barcelona
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3906429/original/070477500_1642473807-000_Par6124401.jpg)
Selain kualitas taktik dan kemampuan individu, Pedro menilai keharmonisan ruang ganti menjadi salah satu fondasi utama kesuksesan Barcelona pada era Guardiola.
Menurutnya, setiap pemain memahami peran masing-masing dan menempatkan kepentingan tim di atas ambisi pribadi.
Tidak ada ego yang menghalangi upaya mereka untuk mencapai tujuan bersama.
"Ada suasana luar biasa di ruang ganti, dengan keharmonisan dan chemistry yang sangat kuat di antara seluruh pemain," kata Pedro.
"Semua orang mengetahui perannya. Tidak ada ego yang menghalangi kepentingan tim. Kami semua memahami dengan jelas tujuan yang ingin dicapai."
Pengalaman itu membuat Pedro melihat kesamaan potensi dalam proyek Barcelona saat ini. Ia menilai Blaugrana kembali memiliki sejumlah pemain muda dengan bakat alami yang dapat menjadi fondasi kesuksesan dalam jangka panjang.
Salah satu nama yang disorotnya adalah Lamine Yamal. Pedro berharap winger muda itu mampu mempertahankan level permainan selama bertahun-tahun, seperti yang dilakukan Lionel Messi.
Pedro juga percaya skuad Barcelona saat ini mempunyai kualitas dan potensi untuk menciptakan era kejayaan baru.
"Mereka memiliki kualitas dan potensi untuk melakukannya," ujarnya.
Menurut Pedro, generasi sekarang bahkan memiliki keuntungan karena sejumlah pemainnya masih lebih muda dibandingkan para pemain Barcelona pada era keemasan sebelumnya.
Kondisi itu membuka peluang bagi mereka untuk bertahan di level tertinggi dalam periode yang lebih panjang.
"Dari sudut pandang positif, terutama dalam hal trofi, saya percaya ini bisa menjadi era yang luar biasa bagi Barcelona jika mereka terus bekerja dengan cara seperti sekarang," tambahnya.
Pedro Akui Berat Meninggalkan Barcelona
Di balik kesuksesan yang diraihnya bersama klub lain, Pedro mengakui keputusan meninggalkan Barcelona merupakan salah satu momen emosional dalam perjalanan kariernya.
Barcelona bukan sekadar tempatnya berkembang sebagai pesepak bola. Klub itu juga menjadi rumah bagi dirinya dan keluarga. Kehidupan pribadi serta keluarganya telah terbangun di kota tersebut.
"Sangat berat. Saya mencintai Barcelona, merasa benar-benar seperti berada di rumah sendiri di ruang ganti, dan sudah membangun kehidupan di sini. Keluarga dan anak-anak saya berada di Barcelona," ungkap Pedro.
Keputusan pindah ke negara lain membuatnya harus menghadapi tantangan baru, mulai dari beradaptasi dengan budaya berbeda hingga meninggalkan lingkungan yang sudah sangat dikenalnya.
Meski demikian, Pedro mengakui pengalaman itu turut membantunya berkembang, baik sebagai pribadi maupun pemain sepak bola.
Kini, setelah mengakhiri karier profesionalnya, Pedro tetap menaruh perhatian terhadap perjalanan Barcelona.
Ia berharap proyek yang tengah dibangun Hansi Flick dapat menghasilkan prestasi besar dan membuka lembaran baru dalam sejarah klub.
Bagi Pedro, Barcelona memiliki modal untuk kembali menciptakan era kejayaan. Namun, seperti yang ia rasakan bersama generasi Guardiola, bakat individu harus berjalan beriringan dengan kerja keras, keharmonisan tim, dan komitmen terhadap tujuan bersama.
Sumber: Barca Universal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1297991/original/063091300_1469460352-460712026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361873/original/045186000_1790752121-o_brand.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369055/original/053716500_1791462832-WhatsApp_Image_2026-10-08_at_18.27.15_fix.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367769/original/007942400_1791362195-20261007_113156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362299/original/0769660-20260929_-_NOC_-_AG26_-_FAI_-_Sport_Climbing_-_Women_s_Speed_4_Qualification__Desak_Made_R_K__Result_6.29___Dan_Berthdigna_Devi_Surya__Result_6.49__Portmesse_Nagoya_Exhibition_Hall_1._-_50.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346358/original/089971100_1789126509-logo_asian_games.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365210/original/092413200_1791137794-KORSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344958/original/098763900_1789013372-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_10.03.02__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358855/original/069737400_1790422796-20260926_-_NOC_-_AG26_-_NMA_-_Weightlifting__Men_s_75kg_-_Rahmat_Erwin_Abdullah__INA__S__160kg_-_C_J_206kg__-_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352616/original/064544300_1789814036-000_C8RB46L-Defile_Asian_games.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364648/original/0261003_-_NOC_-_AG26_-_TM_-_Beach_Volleyball__Men_s_-_Medal_Ceremony_-_Bintang_Akbar-Sofyan_Rachman_Efendi__INA_LOSE__1-2__QAT__Cherif_Samba-Ahmed_Janko_di_Hekinan_Ryokuchi_Beach_Court__Japan_-_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364754/original/02_-_NOC_-_AG26_-_TM_-_Padel__Women_s_Pairs_-_Semifinals_Match_1_-_Novela_Putria-Beatrice_Gumulya__INA_LOSE__0-2__JPN__Saki_Tsukamoto-Kae_Tokumoto_di_Nagoya_City_Higashi_Sports_Center__Jepang_-_17.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5305908/original/073766300_1754369716-AP25212516133853.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5336627/original/008732200_1756875132-ilkay_gundogan_galatasaray.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371716/original/044452100_1791800563-galatasaray.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517070/original/014834200_1772388024-1000292775.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7903638/original/073021500_1780733997-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245288/original/046775100_1749308150-yordania_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5113561/original/046151200_1738227710-014766600_1589532877-000_1A71VA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372446/original/090281600_1791879825-20261013_141807.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360290/original/064881500_1790607428-timnas_6_tom.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265162/original/053966100_1671397771-20221219-Selebrasi-Argentina-AP-11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120329/original/075732500_1588688181-000_DV91028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260385/original/028623500_1781590663-063_2281748295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4664498/original/005389500_1701068687-000_33UP8G7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354896/original/053199600_1790065775-063_1134354245.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301623/original/095037200_1784505166-ar6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326982/original/025319500_1787045615-SaveInta.com_776658250_18614561977058223_4256559567365310925_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372079/original/097082800_1791867526-Matias_Ocampo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5268132/original/048262100_1751211701-Pelatih-Persita-Tangerang-Carlos-Pena-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337820/original/082257700_1788258301-0L5A9803.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371784/original/089513600_1791806268-oscar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555912/original/006508800_1776224524-Liverpool_s_Alexis_Mac_Allister.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1757058/original/046117200_1509497731-000_TW1BS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4043359/original/077197000_1654451632-000_329B8HA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5112925/original/016300200_1738205056-000_36WN29D.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282866/original/037716800_1672923818-000_32AT3ZN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564456/original/063250700_1776942259-Owen_Hargreaves.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304346/original/002496100_1784713022-JJ_Gabriel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425163/original/022643500_1764215577-Giuliano_Simeone_berduel_dengan_Alessandro_Bastoni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294460/original/077442800_1753406080-mason_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338003/original/085545700_1788270787-julian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2881790/original/068051000_1565777314-kebakaran5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372356/original/082703700_1791877541-IMG-20261012-WA0059.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333993/original/066628100_1787816845-20260827_103555.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364166/original/001813400_1759043139-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2839270/original/059429300_1561673686-bakaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372044/original/068563800_1791865151-1002921108.jpg)