Kematian Jesus de Miguel Jadi Sorotan, Penanganan Medis Darurat Dipertanyakan

Pemain Tenerife, Jesus de Miguel, meninggal akibat benturan dengan kiper lawan di lapangan. Pertanyaan soal penanganan medis mengemuka.

Bola.com, Jakarta - Kematian pemain Tenerife, Jesus de Miguel, setelah mengalami benturan di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai penanganan medis darurat yang diterimanya.

Sejumlah pihak kini menyoroti kecepatan pemberian CPR serta kemungkinan penggunaan defibrilator dalam upaya menyelamatkan pemain berusia 30 tahun tersebut.

De Miguel meninggal dunia pada Selasa, sehari setelah mengalami benturan keras dengan kiper Andorra, Jesus Owono, dalam pertandingan divisi kedua Liga Spanyol.

Ia mengalami henti jantung setelah insiden tersebut dan kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Kepolisian Nasional Spanyol membuka penyelidikan atas dugaan pembunuhan tidak disengaja, prosedur standar untuk kematian yang tidak disebabkan faktor alamiah.

Penyidik diperkirakan akan menilai apakah benturan yang dilakukan Owono masih dalam batas wajar permainan.

Namun, penyelidikan itu juga memunculkan perhatian terhadap penanganan medis De Miguel setelah terjatuh di lapangan pada Senin.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Prosedur Pertolongan Dipertanyakan

Elvira Gonzalez, Presiden Asosiasi Perawat, Petugas Medis Darurat, dan Pengasuh Spanyol, mengatakan kepada The Associated Press, Rabu, organisasinya sedang mencari informasi lebih lanjut mengenai tindakan medis yang diberikan kepada De Miguel.

"Kami tidak bisa mengatakan apakah mereka bertindak benar atau salah, tetapi kami dapat menuntut agar seluruh prosedur darurat mengikuti standar praktik yang benar secara internasional," kata Gonzalez.

Staf medis klub berada di sisi De Miguel sekitar 20 detik setelah ia terjatuh dalam duel udara dengan Owono pada akhir pertandingan. Petugas darurat kemudian tiba dengan membawa tandu dalam waktu kurang dari satu menit.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti tindakan medis yang diterima De Miguel selama sekitar lima menit ketika ia terbaring di lapangan, sebelum dibawa menggunakan tandu menuju ambulans yang menunggu di dekat stadion.

Pemberitaan media Spanyol juga belum seragam. Sebagian menyebut De Miguel menerima CPR di ambulans dan denyut nadinya kembali pulih, sementara laporan lain menyatakan CPR dilakukan di lapangan.

Penggunaan defibrilator pun belum dapat dipastikan.

Gonzalez menilai informasi yang beredar masih bertentangan. Ia mengatakan hal pertama yang perlu dipastikan adalah lokasi dan waktu ketika denyut nadi De Miguel disebut kembali pulih.

"Menit-menit pertama sangat krusial. CPR harus dilakukan sejak menit pertama, dan penggunaan defibrilator sangat penting. Seseorang hanya boleh dipindahkan setelah denyut nadinya kembali pulih," ujar Gonzalez.

Penanganan di lapangan sebelumnya juga membantu menyelamatkan sejumlah atlet yang mengalami kolaps.

Pemain Denmark, Christian Eriksen, selamat setelah mengalami henti jantung dalam pertandingan Piala Eropa 2021.

Pemain Buffalo Bills di NFL, Damar Hamlin, juga bertahan hidup setelah mendapat CPR dan defibrilator di lapangan pada 2023.

Pemilik Tenerife Menunggu Hasil Penyelidikan

Sejumlah media lokal menyebut penyelidikan kepolisian turut mencakup penanganan medis awal terhadap De Miguel di stadion Tenerife.

Pemegang saham terbesar Tenerife, Rayco Garcia, mengakui masih banyak hal yang perlu diperjelas. Ia memilih menunggu hasil autopsi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

"Ada yang mengatakan benturan itu menyebabkan kematiannya, dan setelah itu mereka berhasil menstabilkannya secara artifisial, meskipun sangat sulit untuk mengembalikannya. Saya lebih memilih menunggu hasil autopsi dan kemudian kami bisa membicarakan hal-hal yang perlu dibicarakan," kata García kepada radio Cadena SER, Selasa lalu.

Garcia menyebut tim medis telah mengikuti prosedur dan bergerak cepat menuju lapangan. Meski demikian, ia berharap penyelidikan dapat mengungkap apakah ada hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tragedi serupa.

Ia juga menjelaskan ambulans tidak masuk ke lapangan karena layanan medis klub tidak meminta kendaraan tersebut mendekat.

Regulasi Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) mewajibkan tim tuan rumah menyediakan setidaknya satu dokter di lokasi pertandingan serta ambulans dengan perlengkapan penunjang kehidupan, termasuk defibrilator.

Sepak Bola Spanyol Berduka

Meninggalnya De Miguel mengejutkan komunitas sepak bola Spanyol dan dunia.

Sejumlah klub Eropa memberikan penghormatan sebelum pertandingan Liga Champions pada Rabu dan Kamis dini hari WIB, sementara suporter meletakkan bunga di tempat penghormatan sementara di luar stadion Tenerife.

Owono menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan yang dirilis klubnya pada Rabu.

Kiper Andorra itu mengaku sangat terpukul atas kepergian De Miguel.

"Ini adalah hari-hari tersulit dalam hidup saya. Saya merasakan kesedihan yang luar biasa atas kehilangan Jesus. Saya memikirkan dirinya, keluarganya, dan semua orang yang menyayanginya. Saya tahu akan ada banyak hal yang harus dibahas, dan saya akan menghadapi apa pun yang datang dengan penuh rasa hormat," ujar Owono.

De Miguel meninggalkan istri dan putri berusia satu tahun yang berada di stadion ketika insiden terjadi. Orang tuanya juga segera terbang ke Tenerife.

 

Sumber: AP News

Video Populer

Foto Populer