Ini Upaya Wasit dan Pedagang agar Konflik PSSI-Menpora Berakhir

oleh Muhammad Ridwan diperbarui 28 Jul 2015, 12:34 WIB
UPAYA - Para pedagang jersey yang ikut terdampak kondisi sepak bola Indonesia melakukan upaya agar konflik segera berakhir dengan mendatangi kantor Komnas HAM. (Bola.com/Tengku Sufiyanto)

Bola.com, Jakarta Berhentinya kompetisi sepak bola di Indonesia ternyata berdampak besar. Tak hanya klub dan pemain, imbas tersebut juga dirasakan para wasit serta para pedagang yang omsetnya menurun drastis semenjak liga berhenti bergulir.

Akibatnya, sejumlah wasit nasional yang mewakili koleganya, juga beberapa pedagang yang terdampak, secara beramai-ramai mendatangi kantor Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengadukan nasib mereka. Hal itu dilakukan sebagai upaya agar kekisruhan sepak bola Tanah Air segera berakhir dan kehidupan mereka bisa berjalan normal lagi. Kembali bertugas serta memiliki kesempatan untuk mengais rezeki.

Advertisement

"Untuk menjadi seorang wasit bukanlah hal mudah, karena kami harus berlatih, mengatur pola makan, dan hingga minum vitamin untuk menjaga stamina. Setelah itu kami mengikuti tes. Semua itu butuh waktu, tenaga, dan biaya. Tapi, ketika dinyatakan lulus tes, kompetisi sudah dihentikan," kata Samsudin, wasit ISL yang ditemui Bola.com di gedung Komnas Jakarta, Senin (27/7/2015).

"Situasi ini seperti bencana besar bagi wasit ISL karena banyak wasit di Indonesia tidak mempunyai pekerjaan lain selain menggantungkan hidup dari tugas memimpin pertandingan. Tentu kami bingung mencari penghasilan dari mana lagi," imbuh Samsudin.

Hal serupa dikatakan Hendri. Pria yang biasa memproduksi dan menjual atribut Persija Jakarta itu menyatakan pemasukannya turun drastis semenjak liga dihentikan. Ia pun harus memutar otak agar bisa mencukupi kehidupannya.

"Pendapatan menurun sekali sejak tidak ada kompetisi. Sudah jarang fans yang datang ke saya untuk membeli merchandise. Paling baru ada pesanan sebulan sekali, itu pun jumlahnya tidak banyak," katanya.

Kondis itu tentu harus disikapi dengan bijaksana dan sigap agar tak banyak lagi yang jadi korban situasi sepak bola Indonesia yang seolah mati suri. Pengaduan yang dilakukan perwakilan pelatih, pemain, wasit, hingga pedagang yang terdampak ke Komnas HAM jadi salah satu upaya mendorong pihak yang berseteru untuk segera duduk bersama dan mencari jalan keluar terbaik.

Laporan itu sudah diterima salah seorang Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani. Ia menuturkan pihaknya akan menindaklanjuti aduan itu karena menilai ada potensi pelanggaran HAM dalam laporan yang disampaikan "korban" konflik PSSI-Menpora.

Baca Juga :

Komnas HAM Bakal Menindaklanjuti Aduan Pelaku Sepak Bola Nasional

Rahmad Darmawan: ke Komnas HAM demi Kemajuan Sepak Bola Nasional

Kisah Haru Pegadang Jersey dan Syal saat Roda Kompetisi Terhenti

Berita Terkait