Sukses


Jimmy Napitupulu: Pemain Tak Paham Aturan, Wasit Jadi Korban

Bola.com, Jakarta - Fakta pahit harus dirasakan para wasit yang bertugas di pentas kompetisi Indonesia. Mereka kerap jadi bulan-bulanan di lapangan dan dituding bermain mata, jika hasil pertandingan "tak sesuai" harapan semua pihak.

Wasit yang sejatinya hakim sebuah pertandingan seringkali tidak menghargai yang dilakukan pelaku pertandingan seperti, pemain, pelatih, atau ofisial. Tak hanya sering membangkang keputusan wasit, mereka tak segan-segan meneror korp pengadil.

Mantan wasit Indonesia yang berlisensi FIFA , Jimmy Napitupulu yang gerah dengan situasi yang berlangsung bertahun-tahun, merasa perlu angkat bicara.

Menurut Jimmy, sikap tidak menghargai yang ditunjukan pemain terhadap keputusan pemain, dikarenakan kurangnya PSSI memberi edukasi dan sosialisasi  peraturan permainan yang diberikan kepada pelaku sepak bola Tanah Air.

"Memang salah satu masalah sepak bola di Indonesia yang belum terselesaikan adalah memahami seutuhnya Laws of The Game FIFA. Pemain hanya mengerti teknik permainan saja, tapi mengabaikan peraturan permainan sepak bola yang mengalami perubahan tiap tahunnya," kata Jimmy yang di kepengurusan PSSI lalu tercatat sebagai anggota Komite Wasit saat dihubungi Bola.com, di Jakarta, Kamis (23/7/2015).

Jimmy mengungkapkan, setiap Sekolah Sepak Bola (SSB) di Indonesia tidak sama sekali mengajarkan tentang peraturan permainan si kulit bundar yang sering mengalami perubahan secara mendalam.

"Bagaimana mau tercipta suasana yang baik kalau tidak paham masalah peraturan permainan sepak bola? Dalam sebuah pertandingan, apabila keputusan benar dari wasit dianggap salah. Saat itulah, terkadang wasit juga menjadi guru ketika pemain melakukan protes karena menganggap apa yang dilakukannya bukan sebuah pelanggaran," ungkap Jimmy.

Selain pemain, Jimmy menegaskan pembelajaran dan sosialisasi peraturan sepak bola juga sering diabaikan pelatih. Sehingga, masih banyak ditemukan pelatih yang melakukan protes kepada keputusan wasit yang sudah benar.

"Saat uji lisensi, pelatih hanya menimpa pembelajaran peraturan permainan sepak bola selama dua jam. Waktu tersebut tidak cukup untuk menghafal 17 pasal yang ada dalam peraturan pertandingan," tegasnya

Untuk itu, Jimmy menyarankan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk sering memberikan sebuah edukasi dan sosialisasi terhadap peraturan permainan sepak bola secara mendalam kepada pemain, pelatih, dan official klub. Jika ada perubahan, maka harus disosialisasikan lagi nantinya.

"Contohnya seperti di Belanda, mantan-mantan wasit yang sudah pensiun melakukan edukasi dan sosialisasi peraturan perminan sepak bola kepada pemain, pelatih dan ofisial klub. Selain itu, saya yang kebetulan masuk ke dalam keanggotaan Komisi Wasit Indonesia membuat buku perturan pertandingan untuk dibagikan kepada wasit profesional di Indonesia," kata mantan wasit asal Sumatra Utara tersebut.

Baca Juga :

Madiun Putra Ngotot Datangkan Osas Saha buat Piala Kemerdekaan

Osas Saha Laris, Diincar Madiun Putra FC Kini Dibidik Persatu

Tampil di Piala Kemerdekaan, Persinga Pinjam Pemain Sayap PSIS

 

Video Populer

Foto Populer