Kriteria Pebulutangkis Cilik Pilihan King dan Hastomo Arbi

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 04 Sep 2015, 16:37 WIB
FOTO BERSAMA - Legenda bulutangkis Indonesia, Lim Swie King, dikerubuti para pebulutangkis cilik yang meminta berfoto bersama di GOR Djarum, Kudus, Kamis (3/9/2015) malam. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Kudus - Sekitar 1.900 anak dari berbagai daerah di Indonesia menjajal peruntungan di audisi umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015 yang digelar di sembilan kota Tanah Air. Tentu saja tak semuanya beruntung mendapatkan beasiswa untuk dibina di PB Djarum Kudus. Ada kriteria khusus yang harus dipenuhi supaya bisa terpilih.

Pada tahun-tahun sebelumnya, audisi hanya digelar di Kudus. Adapun tahun ini audisi digelar dengan sistem berbeda. Untuk kali pertama PB Djarum menggunakan strategi jemput bola, menggelar audisi di sembilan kota, yaitu Medan, Palembang, Jember, Balikpapan, Manado, Makassar, Tasikmalaya, Purwokerto, dan Kudus. Penjuriannya juga berbeda.

Advertisement

Bukan hanya melibatkan para pelatih, namun juga 14 legenda bulutangkis Indonesia. Di antara para legenda yang dipercaya menjadi pencari bakat, ada Liem Swie King dan Hastomo Arbi.

Seperti apa kriteria pebulutangkis cilik ideal menurut Hastomo dan King? Masing-masing punya kriteria penilaian yang berbeda.

“Agak sulit menjelaskannya. Yang jelas dia harus semangat dan juga punya footwork yang bagus. Kalau skill bagus, tapi tak punya semangat ya tidak ideal,” kata King, saat ditemui di sela-sela audisi di GOR Djarum, Kudus, Kamis (3/9/2015).

Lain lagi pendapat Hastomo. Menurut dia, ada tiga kriteria utama yang harus dipenuhi. Yang pertama pukulannya bagus, kemudian ditunjang dengan postur ideal, serta kaki yang agak lemah.

“Mengapa saya memilih yang kakinya agak lemah? Soalnya kaki lemah saja mainnya bagus, tentu kalau kakinya diperkuat pasti mainnya tambah bagus,” beber Hastomo, yang merupakan salah satu anggota tim Indonesia yang memenangi Piala Thomas pada 1984.

Saat bertugas sebagai pencari bakat di audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015 di beberapa daerah, Hastomo mengaku menemukan sejumlah pebulutangkis cilik yang berbakat. Mereka hanya perlu dipoles dengan menambah jam dan menu latihan.

“Kekuatan pemain luar Jawa dan Jawa sekarang sudah hampir seimbang. Sudah agak merata. Tadi saya lihat ada dua pemain Lampung yang Bagus, dari Makassar juga ada yang bagus,” kata atlet binaan PB Djarum tersebut.

Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015 sudah memasuki babak grand final. Total ada 141 atlet muda dari berbagai daerah yang lolos ke babak final. Namun 10 pemain tidak hadir, sehingga babak grand final hanya diikuti 131 atlet. Pemenang seleksi bakal diumumkan Minggu (6/9/2015) di GOR Kudus. 

Baca Juga: 

10 Anak Absen Grand Final Audisi Beasiswa Djarum, Ini Alasannya

Saat Dua Bocah Gorontalo Bermimpi Menembus Pelatnas

Christian Hadinata Rindu Suasana Bulutangkis ala Kampung