Nukilan Buku Wenger: Revolusioner, Jago Dansa, dan Suka Politik

Banyak cerita menarik, mendalam, dan informatif tentang Arsene Wenger di buku ini.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 11 September 2015, 16:40 WIB
BUKU - Buku terbaru tentang Arsene Wenger berisi banyak cerita menarik dan informatif terkait manajer yang sudah 19 tahun membesut Arsenal tersebut. (Mirror)

Bola.com, Jakarta Sebuah buku baru tentang Arsene Wenger belum lama ini dirilis. Buku berjudul Arsene Wenger: The Inside Story of Arsenal Under Wenger mengungkap banyak cerita menarik, mendalam, dan informatif tentang manajer yang sudah 19 tahun menangani Arsenal tersebut.

Penulis buku ini adalah John Cross. Untuk menulis buku tersebut, dia terus mengikuti kiprah The Gunners, banyak berbicara dengan Wenger, para pemain, hingga mewawancarai mantan pemain, eks pegawai Arsenal, dan para manajer lain.

Advertisement

Berikut cuplikan lima hal yang diungkapkan sang penulis tentang buku Arsene Wenger, seperti dilansir Mirror, Kamis (10/9/2015).

Arsene Wenger adalah Sebuah Revolusi

Ketika Wenger datang ke Arsenal pada 1996, sepak bola Inggris masih sangat berbeda dibanding sekarang. Manajer asing masih langka, begitu juga dengan diet. Metode latihan pun masih kaku, tak mengenal pemanasan maupun pendinginan.

Kemudian Wenger datang dan mengubah segalanya. Dia adalah manajer asing pertama yang mampu memenangi titel Premier League, metode diet diubah, dan pemanasan selalu menyertai sesi latihan. Pemain seperti Nigel Winterburn dan Steve Bould mengaku perubahan itu sukses memperpanjang karier mereka.

Dihormati di Dunia Sepak Bola

Mengukur posisi Wenger di kancah sepak bola dunia cukup mudah. Hanya perlu melihat, membaca, dan mendengarkan komentar para pemain, eks pemain, insan sepak bola dan manajer lain tentang pria Prancis tersebut.

Salah satunya komentar mantan manajer Inggris, Sven Goran Eriksson. “Sangat sulit membuat peringkat manajer terhebat, tetapi dia (Wenger) ada dalam deretan yang sangat hebat,” kata Eriksson.

“Dia manajer top karena apa yang dihasilkannya, sangat sukses, dan memainkan sepak bola hebat. Arsene adalah legenda, seorang legenda hidup. Jika Anda berbicara tentang dia, maka Anda pasti langsung memikirkan Arsenal, gaya bermain atraktif yang dihasilkannya,” beber pria Swedia tersebut.

“Dalam pekerjaan ini (pelatih), sangat mudah menjadi marah atau frustrasi. Tetapi Arsene bukan seperti itu. Dia selalu punya kepribadian sangat bagus dan seorang pria luar biasa.”

Sementara itu, mantan full back Arsenal, Lauren Etame Mayer, menilai sang pelatih sangat instruktif. Hal itu terlihat dari tingkah laku, filosofi, dan cara pendekatannya. Wenger tak mau meneriaki pemain saat jeda pertandingan. Dia selalu kalem, penuh perhitungan, dan jelas.

Bagian paling impresif dari Wenger adalah dia memimpin pada masa-masa penuh tantangan di Arsenal dan selalu mencapai posisi empat besar. Bukan perkara mudah, karena persaingan di Premier League selalu ketat.

Menyesuaikan dengan Zaman

Tim Arsenal saat mendapat julukan The Invincibles karena terkalahkan sepanjang semusim. (Guardian)

Banyak filosofi Wenger tentang latihan, taktik, dan persiapan menghadapi pertandingan di buku ini. Muncul persepsi Wenger tak banyak melakukan persiapan dan hanya memberikan sedikit instruksi untuk pemainnya. Alasannya, saat itu Arsenal biasanya lebih tangguh daripada tim lawan.

Persepsi tersebut mungkin memang tak salah. Terutama di masa The Invicibles. Jujur saja, Thierry Henry, Robert Pires, dan Patrick Vieira, memang lebih baik daripada tim-tim lain saat itu. Apa pun formasi yang dimainkan, Arsenal bakal lebih banyak memenangi laga.

Tetapi semuanya telah berubah sekarang. Analisis video, latihan sesuai tipe lawan, hingga program kebugaran ketat, sudah diterapkan. Hasilnya, daftar cedera bisa diperbaiki.

Wenger juga tak antipati mendengar masukan pemain. Pria Prancis ini memberikan kesempatan kepada pemain untuk mengambil insiatif. Pemain boleh menggelar pertemuan sendiri, kemudian menyampaikan ide yang disepakati kepadanya.

Hobi Dance, Sangat Kikuk, dan Suka Politik

Jika ada seseorang yang bisa terjerat jaring gawang, berjalan menabrak pintu kaca, dan menjatuhkan makan malamnya, salah satunya adalah Wenger. Untuk seseorang yang sangat pintar seperti dirinya, kekikukannya sangat aneh.

Dia menikmati kehidupan sosial, tentu saja sepanjang tak ada pertandingan sepak bola. Tapi, di balik kekikukannya tersebut, Wenger benar-benar jago dansa. Gerakannya di lantai dansa disebut-sebut lebih keren daripada aksinya di lapangan hijau.

Wenger juga sangat menikmati politik, suka melihat debat, dan seringkali memakai pidato politik untuk dasar ucapannya saat konferensi pers dan berbicara dengan fans.

Media Sosial Bisa Sangat Kejam

Arsene Wenger tak terbantahkan sebagai manajer tersukses Arsenal, seorang revolusioner, dan layak mendapat respek.
Namun, media sosial kadang bisa sangat kejam. Wenger telah merasakan akibatnya. Dalam beberapa pekan belakangan, muncul atmosfer negatif di Twitter terkait Wenger. Masing-masing pengkritik berebutan mengutarakan agenda mereka terkait Arsenal. Kebijakan Wenger menuai banyak kritikan juga.

Namun, buku ini adalah ulasan rezim Wenger sejak 1996. Jadi bakal lebih banyak ulasan baik tentang Wenger, daripada kekurangannya. Isi buku ini seperti gado-gado, ada hal bagus, buruk, dan sulit tentang masa kepemimpinan Wenger.

Baca Juga: 

Bukan Messi dan Ronaldo, Inilah Striker Tersubur di Dunia

David Beckham Bakal Perankan James Bond 007?

Penampilan Seksi Putri Jose Mourinho di Royal Opera House

 

Berita Terkait