Persebaya United Tak Tergantung Evan Dimas

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 24 Sep 2015, 13:40 WIB
Gelandang Persebaya United, Evan Dimas Darmono menjadi sentral permainan karena kerap cederanya Slamet Nurcahyo. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Surabaya - Permainan Persebaya United disebut-sebut terlalu bergantung kepada Evan Dimas Darmono. Diakui atau tidak, Evan memang sosok sentral di lapangan tengah Persebaya United. Tugas sebagai kreator permainan sekaligus pembagi bola membuat Evan tak tergeser dari posisinya.

Namun, pelatih Persebaya tak sependapat jika timnya dianggap memiliki ketergantungan pada pemain muda potensial ini. Pasalnya, ia menempatkan sang pemain di posisi itu secara permanen karena dalam beberapa pertandingan terakhir pemain yang memiliki tipikal hampir sama, Slamet Nurcahyo, cedera.

Ibnu menyatakan, peran Evan dan Slamet hampir sama. Sebetulnya kedua pemain ini bisa dipasang secara bergantian. Namun karena kebutuhan tim, tak jarang Ibnu menurunkan keduanya secara bersamaan. Kalau pun selama Piala Presiden 2015 digelar Evan tak pernah diganti, Ibnu punya alasan tersendiri.

“Saat Slamet cedera, pemain yang bisa mengkreasi serangan hanya Evan. Seperti Slamet, dia memiliki ciri permainan Persebaya dengan bola-bola pendek dikombinasi satu-dua sentuhan,” tuturnya.

Ibnu menyatakan, ia bisa saja mengganti Evan dengan Hargianto atau Zulfiandi. Namun, tipikal dan karakter keduanya yang berbeda dengan Evan maupun Slamet membuat Ibnu lebih memilih mengganti pemain lain ketimbang Evan maupun Slamet.

Selain soal ciri, Ibnu juga tidak memiliki pemain yang bisa membantu serangan layaknya Evan dan Slamet, karena Zulfiandi lebih cenderung bertahan. "Sementara Hargianto selama ini saya plot di gelandang bertahan. Ini semua semata-mata soal taktik dan pola main yang saya kehendaki," kata Ibnu.

Karena itulah, legenda hidup Persebaya itu tak sepakat jika ada yang menilai permainan Zulfiandi dan Hargianto menurun dibanding saat di Timnas U-19.

“Perbandingannya yang kurang tepat. Di Timnas U-19 lawannya berusia sebaya. Di situ juga ada Paulo Sitanggang yang punya kemiripan dengan cara main Evan. Karena itu, jika di Timnas U-19 Hargianto dan Zulfiandi kerap jadi penopang ketika Evan main jelek, ciri permainannya tidak hilang,” terang Ibnu.

Advertisement

Baca juga :

PR Persebaya di Babak 8 Besar: Perbaiki Mental Pemain Muda

Otot Putus, Kaki Kanan Bek Persebaya yang Satu Ini Mengecil

Persebaya Senang Bertemu Sriwijaya FC di Babak 8 Besar