Tim Transisi Bersedia Ganti Kerugian Tim Peserta Pra PON 2016

oleh Muhammad Ridwan diperbarui 06 Okt 2015, 18:40 WIB
GANTI - Tim Transisi seperti disampaikan Bibit Samar Rianto bersedia mengganti kerugian tim peserta kualifikasi PON 2016. (Liputan6.com/Risa Kosasih).

Bola.com, Jakarta - Kekisruhan pelaksanaan kualifikasi PON 2016 cabang olahraga (cabor) sepak bola menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi para peserta. Dari segi nonmateri, waktu, energi, semangat, jadi hal yang tak bisa tergantikan.

Untuk segi materi, dana yang sudah terlanjur dikeluarkan untuk pembiyaan tim terutama untuk transportasi dan akomodasi menuju dan selama berada di lokasi pelaksanaan pertandingan, juga terbilang tidak kecil. Belum lagi, dengan keputusan menunda kualifikasi PON 2015 hingga November dipastikan membuat anggaran setiap tim membengkak karena mereka harus memperpanjang durasi pemusatan latihan.

Advertisement

Sejauh ini para tim peserta yang merasa dirugikan sudah berani menyuarakan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab mengganti kerugian material itu. Tim Transisi dan KONI, yang mengadakan pertemuan di Jakarta, Selasa (6/10/2015), merepons tuntutan itu. Tim Transisi dan KONI mengklaim bersedia mengganti seluruh kerugian yang ditanggung tim peserta.

Ketua Tim Transisi, Bibit Samad Rianto, di depan media di Jakarta, mempersilakan tim peserta untuk melakukan langkah penggantian kerugian. 

"Untuk kerugian bisa diklaim ke kami atau Kemenpora. Pemerintah pasti akan mengganti semua kerugian tim-tim yang ada," kata Bibit di kantor Kemenpora Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Meski begitu, Deputi IV Kemenpora, Joko Pekik, menyatakan pihaknya dan Tim Transisi perlu menghitung apa saja yang harus diganti. Sebab menurutnya semua itu pasti ada hitung-hitungannya.

"Kami dan Tim Transisi perlu memetakan terlebih dahulu, bagian apa saja yang perlu diganti. Karena itu kami membutuhkan waktu untuk mengganti kerugian tim-tim," ucap Djoko. 

Keputusan penundaan yang dikeluarkan Tim Transisi dan KONI terbilang sangat mendadak karena muncul di saat sejumlah zona sudah bersiap menggelar kualifikasi sesuai rencana awal. Alhasil, tim peserta dibuat bingung dengan kondisi yang serba-tak menentu ini.

Baca Juga :

Panpel Pra PON Papua Tak Mau Disupervisi Tim Transisi

Evan Dimas Nongol di Lapangan, Pemain Pra PON Jatim Lain Minder

Kacau! Mau Kick-off, Pra PON Zona Kalimantan Dihentikan Polisi