Butuh Penyeimbang, Wenger Buru Empat Pemain Ini

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 10 Des 2015, 07:30 WIB
Gelandang Lazio, Lucas Biglia (belakang) membayangi pergerakan bomber Juventus, Mario Mandzukic, dalam gelaran Piala Super Italia 2015, di di Stadion Shanghai, Tiongkok. Sabtu (8/8/2015). Biglia menjadi satu di antara empat incaran Arsenal untuk mengisi posisi gelandang bertahan. (Reuters/Aly Song)

Bola.com, London - Manajer Arsenal, Arsene Wenger menyatakan timnya masih butuh sosok penyeimbang di area tengah. Berstatus runner up di Premier League 2015-2016, bukan berarti The Gunners tak memiliki kelemahan.

Satu yang dianggap Wenger masih berlubang ada di area gelandang bertahan. Di area ini, Arsenal sudah memiliki beberapa pemain, namun sebagian dari mereka sedang cedera dan atau sebenarnya bukan posisi asli.

Saat ini, tim asal London tersebut memiliki Francis Coquelin, Mathieu Flamini dan Mikel Arteta. Dua pemain tambahan berasal dari posisi lain, yakni Jack Wilshere yang sebenarnya lebih senang beroperasi di sektor sayap, dan Calum Chambers. Nama terakhir justru bisa banyak berperan, mulai dari bek kanan dan bek tengah.

Advertisement

Wenger mengakui dirinya memerlukan pemain yang mampu menjaga ritme. Perjalanan panjang di Premier League musim ini menjadi alasan. Setidaknya, pada bursa transfer musim dingin tahun depan, ia sudah mendapatkan pemain anyar.

Berikut beberapa pemain yang sudah didekati manajemen Arsenal, sesuai dengan permintaan Wenger, agar bisa datang ke Emirates Stadium pada Januari 2016.

1. Ruben Neves

ruben neves

Gelandang bertahan berusia 18 tahun ini sedang menanjak. Dia dianggap sebagai masa depan timnas Portugal. Corak permainannya sangat menonjol, terutama ketika membela timnas Portugal U-21. Ia berjasa membawa negaranya menaklukkan Belanda dalam play-off menuju putaran final Euro U-21 di Republik Ceko.

Saat gelaran di Ceko, Neves menjadi bagian penting dalam perjalanan armada Rui Jorge. Bermain apik, ia membawa Portugal melangkah ke final sebelum takluk di tangan Swedia melalui adu penalti. Berkat penampilan menawan di Ceko, ia menjadi magnet klub-klub besar Eropa.

Musim ini, bersama Porto, ia sudah mengemas dua gol dalam 13 pertandingan, dengan total 873 menit di lapangan. Kemampuannya dalam beroperasi di area penyeimbang tak diragukan lagi. Statistik mengungkapkan, ia menuai 2,6 tekel per gim, 2,4 intersep per gim dan 1 pelanggaran per pertandingan. Berbekal penampilan impresif tersebut, tak berlebihan jika Arsenal harus merogoh minimal 29 juta pounds atau sekitar Rp 580 miliar untuk memboyong pemain berpostur 180 cm tersebut.

 

2. William Carvalho

William Carvalho

 

Kompatriot Ruben Neves ini juga memiliki kemampuan lengkap. Pada usia baru 23 tahun, ia sudah digadang-gadang menjadi jangkar hebat untuk timnas Portugal. Perannya di Sporting Lisbon sangat kentara musim ini, meski baru mengemas satu gol dan satu assist dalam 804 menit di lapangan hijau.

Pemain yang dibanderol Rp 600 miliar ini memiliki modal lengkap sebagai seorang penyeimbang. Pelatih Sporting Lisbon, Jorge Jesus percaya, Carvalho hanya perlu medium yang tepat untuk berkembang. Menurutnya, pergi dari Portugal akan memberikan tantangan dan pelajaran berharga baginya.

Kabar terakhir, seperti dirilis A Bola, beberapa petinggi Arsenal dan Sporting Lisbon sudah bertemu untuk melakukan komunikasi intens. Sayang, hubungan mereka bakal diganggu Chelsea, yang juga menginginkan Carvalho.

 

3.Lucas Biglia

Lazio baru saja menghempaskan Milan 1-0 di San Siro pada babak perempat final Coppa Italia (28/1) dini hari tadi.

 

Awal musim lalu, pesepakbola asal Argentina ini diisukan bakal berlabuh ke Old Trafford, bergabung dengan Manchester United. Namun, ia belum menerima. Kemampuannya yang komplet membuat siapapun pelatihnya, akan mudah merotasi dan menentukan aliran bola. Faktor pengalaman menjadi keunggulan pemain yang musim ini sudah mengemas 4 gol dalam 1130 menit di lapangan.

Daya jelajah tinggi diikuti dengan efektivitas dalam melakukan pergerakan. Ia juga trengginas dalam urusan pergulatan di area tengah. Statistik mencatat, pemain berusia 29 tahun ini rata-rata melakukan 3 tekel per gim, 1,6 intersep per pertandingan dan 1,9 pelanggaran per partai.

  

4. Bruno Soriano

Bruno Soriano

Di antara para kandidat yang sudah didekati kubu Arsenal, Soriano menjadi yang tertua dalam hal usia. Itu juga selaras dengan level pengalaman yang dimiliki pemain asal Villarreal tersebut. Musim ini, ia sudah mengemas dua gol dengan waktu bermain 1047 pada 13 laga di seluruh arena kompetisi.

Warna permainannya adalah kecermatan, yang terbukti dengan kemampuannya dalam mematahkan serangan lawan, yakni 3,5 per pertandingan. Manajer Arsenal, Arsene Wenger pernah menilai permainan Soriano identik dengan Yaya Toure. Namun, secara khusus sang arsitek mengaku tak akan melakukan pembelian Soriano, namun bersifat meminjam sampai akhir musim.

Sumber : Telegraph.co.uk

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini