Andik Vermansah Selebrasi Kibarkan Merah Putih di Shah Alam

oleh Aning Jati diperbarui 13 Des 2015, 10:30 WIB
Andik Vermansah selebrasi di Stadion Shah Alam seusai membawa Selangor FA memenangi Piala Malaysia 2015 sambil membawa bendera Merah Putih. (google)

Bola.com, Jakarta - Sabtu (12/12/2015) malam jadi malam yang indah untuk pemain asal Jember, Jawa Timur, Andik Vermansah. Bersama klubnya di Malaysia, Selangor FA, Andik sukses mewujudkan impiannya, yakni menang di partai final.

Senyum terus mengembang di bibir pemain yang berpostur mungil itu selepas ia dan rekan-rekannya mengalahkan Kedah FA dengan skor 2-0 di final Piala Malaysia 2015. Di depan hampir 80 ribu suporter yang memadati Stadion Shah Alam, Selangor, Andik membantu mewujudkan Misi 33 yang ditargetkan seluruh elemen klub.

Misi itu berasal dari rekam jejak Selangor FA, yang hingga jelang pertandingan melawan Kedah FA, sudah mengoleksi sebanyak 32 gelar Piala Malaysia. Menang atas Kedah berarti menjadikan mereka menorehkan sebanyak 33 gelar.

Bersamaan dengan pencapaian target itu, Andik juga sukses mewujudkan ambisi personalnya. Seperti yang disampaikannya kepada sejumlah media massa di Negeri Jiran, ia mengaku penasaran karena sepanjang karier profesionalnya selalu gagal di laga puncak. Semisal di final SEA Games 2011 dan SEA Games 2013.

Advertisement

Kepada bola.com beberapa waktu lalu, Andik juga menyampaikan harapannya bisa memenangi gelar perdana di perantauan sekaligus menuntaskan penasaran. "Saya selalu gagal di final, semoga kali ini tak terulang lagi. Doakan saya," ujarnya ketika itu.

Harapan lain yang sempat disampaikan Andik adalah keinginannya mengharumkan Indonesia di Malaysia dan pentas sepak bola di kawasan regional. "Saya ingin mengharumkan nama bangsa (Indonesia) yang sekarang dibekukan FIFA," katanya seperti dikutip di Utusan Online (9/12/2015).

Caranya, tentu memberi kontribusi dengan menampilkan penampilan maksimal di partai final. Meski tidak mencetak gol maupun memberikan assist di pertandingan final, pergerakan pemain bernomor punggung 7 itu tetap merepotkan pemain lawan. Berkali-kali, terutama di babak kedua, ia harus jatuh bangun diterjang lawan yang ingin menghentikan lajunya.

Akan tetapi, dukungan yang diberikan suporter membuat Andik tetap bersemangat. Bahkan ada spanduk yang terlihat dipajang di tribun penonton bertuliskan, "Andik, Bisa!"

Kini, Andik sudah melewati satu tantangan mewujudkan impiannya jadi juara. Saat selebrasi usai pertandingan di Stadion Shah Alam, ia tak melupakan janjinya untuk mengharumkan Indonesia. Andik Vermansah memilih membawa dan mengibarkan bendera Merah-Putih sebagai wujud kecintaannya terhadap negeri ini. Selamat Andik!

 

Italia berada di grup paling berat. Baca hasil undian Piala Eropa 2016 selengkapnya, di sini