Evan Dimas Berangkat ke Spanyol, Bayu Gatra ke Australia

oleh Zaidan NazarulArio Yosia diperbarui 09 Jan 2016, 17:00 WIB
Bayu Gatra, punya peluang diboyong klub Australia, Brisbane Roar, yang dimiliki pengusaha asal Indonesia, Nirwan Bakrie. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Pesepak bola belia asal Jawa Timur tengah laris manis di luar negeri. Setelah Andik Vermansah berjaya di Liga Malaysia bersama Selangor FA, dalam waktu dekat dua pemain asal provinsi yang produktif mencetak pesepak bola berbakat bakal bertualang ke luar Indonesia.

Sepekan terakhir nama Evan Dimas jadi perbincangan publik karena yang bersangkutan dipinang klub asal Spanyol, Espanyol B. Satu nama lain pemain asal Jawa Timur yang kemungkinan besar bersiap meninggalkan Tanah Air adalah Bayu Gatra.

Penyerang sayap asal Jember tersebut kabarnya tengah dipantau Rahim Soekasah, kaki tangan pengusaha gila bola Nirwan Dermawan Bakrie yang memiliki klub papan atas Liga Australia, Brisbane Roar.

Rahim yang kini jadi direktur utama Brisbane Roar berniat memboyong satu orang pesepak bola asal Indonesia untuk menjalani trial di klubnya.

Advertisement

Sumber terpercaya bola.com yang dekat  dengan Rahim menyebut Bayu jadi pemain yang masuk radar sang mantan Ketua Badan Tim Nasional di era PSSI kepengurusan Nurdin Halid tersebut.

Kansnya diboyong ke Negeri Kanguru amat besar, mengingat status sang pemain bebas kontrak. Pada bulan Desember 2015 silam Bayu yang kelahiran 12 November 1991.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (8/1/2016) malam, Bayu hanya tersenyum menjawab kemungkinan dirinya berkiprah di Australia. "Nanti saja lihat nanti," tutur pesepak bola muda yang bersinar saat membela Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2013 itu.

Bayu menyebut urusan negosiasi dengan calon klub baru dilakukan oleh agennya, Muly Munial.  Eks pemain Putra Samarinda itu mengaku belum lama ini sempat mendapat informasi dari agennya soal klub yang meminatinya. Klub tersebut berasal dari Bahrain.

 

"Saya lelah melihat konflik sepak bola Indonesia yang berkepanjangan. Saya hidup dari sepak bola, tanpa kompetisi bagaimana saya bisa mencari nafkah dengan layak?" ujar Bayu Gatra.

Namun, Bayu belum menerima pinangan itu karena durasi kontraknya dianggap terlalu singkat, hanya empat bulan saja. Sementara Bayu menginginkan kontrak minimal semusim atau setahun, sehingga ia tak perlu repot-repot mencari klub lagi dalam setahun ini.

Bayu sendiri masih meminta agennya untuk mencarikan klub luar negeri yang bersedia menyodorkan kontrak setahun atau semusim kompetisi. “Saya sudah bilang ke agen saya, dan dia menyanggupi. Sekarang dia masih cari-cari klub luar negeri untuk saya. Tunggu saja kabar baiknya,” tuturnya.

Bayu Gatra, mengaku mulai merasa frustrasi berkarier di Indonesia.(Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Ia memang memprioritaskan klub luar negeri yang mengontraknya secara permanen minimal setahun atau semusim. Sebab Bayu tak ingin nasibnya terombang-ambing jika tetap bermain di salah satu klub Indonesia yang hingga kini belum jelas kompetisinya.

Tak heran, sampai saat ini Bayu belum menerima satu pun pinangan dari klub Indonesia. Padahal, ada tiga klub ISL yang sudah meminatinya. Ya, selain Persib Bandung, juga ada Sriwijaya FC dan Surabaya United.

“Saya dihubungi ketiga klub itu. Karena saya ingin bermain di kompetisi yang jelas, terutama soal promosi degradasinya. Ini penting karena kompetisi atau turnamen yang tidak memberlakukan sistem promosi degradasi, pasti kurang gregetnya,” kata Bayu.

Jika memang Bayu Gatra akhirnya benar diboyong Brisbane Roar. Ia jadi pesepak bola Indonesia kedua yang berkiprah di klub ytang baru saja terbebas dari jerat krisis keuangan. Sebelumnya pada 2013 ada sosok Yandi Sofyan yang dikontrak semusim oleh tim junior The Roar.

Berita Terkait