Aktivitas Skuat Perseru sembari Menunggu Kabar Baik soal ISC 2016

oleh Gatot Susetyo diperbarui 20 Jan 2016, 14:00 WIB
Beberapa pemain Perseru bersantai di sebuah pasar di Serui pada 2015. Kini mereka menanti kabar baik dari manajemen terkait ISC 2016. (Bola.com/Robby Firly)

Bola.com, Kediri - Rencana PT Liga Indonesia yang akan memutar Indonesia Super Competition (ISC) 2016 memunculkan harapan baru bagi tim Perseru Serui. Mulai pemain hingga pelatih berharap ISC benar-benar terlaksana sehingga roda ekonomi keluarga mereka berputar kembali.

Kiper Perseru, Sukasto Efendi, yang selama kompetisi vakum menghidupi keluarganya dengan bisnis sembako dan laundry di Turen, Kabupaten Malang, merasa senang bila rencana ISC terwujud.

"Hampir setahun kami tidak bertanding dalam sebuah pertandingan resmi berdurasi panjang. Sejak kompetisi berhenti, saya hanya menerima undangan-undangan bermain di tarkam untuk menutup kebutuhan keluarga. Kami sangat mendukung bila ISC jadi digelar," kata Sukasto Efendi.

Asisten Pelatih Khoirul yang juga tinggal di Malang, tepatnya Kecamatan Kepanjen, menyatakan kegembiraan dan tak sabar menunggu kabar baik dari manajemen Perseru.

"Semoga saya masih dipercaya bekerja di klub Perseru. Terakhir kali sebelum meninggalkan Serui, saya tak hanya dapat tugas jadi asisten pelatih tim senior. Tapi, juga menangani para pemain junior yang disiapkan untuk U21. Kasihan anak-anak muda asli Papua yang sangat berharap jadi pemain profesional," ujar Khoirul.

Advertisement

Sementara pelatih Kepala Agus Sutiono mengisi waktunya dengan membina pemain-pemain remaja di Kabupaten Tulungagung, tempat domisilinya sejak beberapa tahun terakhir. Selain itu, dia menyibukkan diri membuka warung kopi dan berternak burung perkutut Bangkok.

"Saya terserah manajemen Perseru. Bila masih dipercaya, saya siap kembali ke sana. Dilihat nanti bagaimana aturan yang diterapkan operator ISC soal lisensi kepelatihan karena saya hanya memiliki lisensi A Nasional," tutur Agus.

Harapan skuat Perseru ini pasti juga jadi keinginan ribuan pemain mulai level ISL, Divisi Utama, Liga Nusantara, hingga anak-anak yang sedang menempa diri di berbagai kelompok umur.