Live: Persahabatan 2 Pemain Asal Mali di Indonesia dan Malaysia

oleh Juprianto Alexander Sianipar diperbarui 30 Jan 2016, 13:00 WIB
Makan Konate dan Abdoulaye Maiga, kompak sejak masa kecil. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Perak - Makan Konate dan Abdoulaye Maiga telah memulai petualangan baru di  Malaysia bersama PBDKT T-Team. Dua pemain asing asal Mali ini pergi ke  Negeri Jiran setelah bersinar di kompetisi Indonesia Super League. Berasal dari negara yang sama hubungan persahabatan keduanya amat soli.

Makan Konate jadi bintang di Persib Bandung sedangkan Maiga bersinar di  Sriwijaya FC. Konate dan Maiga bertekad mengukir prestasi di Malaysia, seperti yang sudah mereka lakukan di Indonesia. Dalam waktu dekat, keduanya akan membela T-Team yang
diarsiteki Rahmad Darmawan kontra ATM FA pada play-off Malaysia Super League (MLS) di Stadion Ipoh, Perak, Sabtu (30/1/2016).

Jika menang, Konate dkk. akan bermain di MSL, kompetisi kasta teratas di  Malaysia. Mimpi yang kini ingin dicapai Konate dan Maiga walau baru  bergabung dengan tim selama 2 bulan."Kami akan berusaha meraih hasil terbaik pada babak play-off. Saya dan Maiga sudah bisa beradaptasi, kami juga sudah seperti keluarga besar," Konate menuturkan.

Advertisement

"Saya pribadi tidak kesulitan di  sini karena ada Konate, sahabat yang saya sudah kenal sejak kecil," kata Maiga menimpali saat ditemui bola.com di rumah Konate jelang duel play-off MSL pada Jumat (29/1/2016) di Ipoh, Perak.

Makan Konate (kiri) dan rekan-rekannya saat berlatih bersama di Lapangan Futsal Extreme Park Ipoh, Perak, Malaysia, Jumat (29/01/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Konate dan Maiga memang sudah dekat sejak masih kanak-kanak. Kedua pemain yang tinggal di pinggiran Bamako, ibukota Mali, bersahabat sejak 15 tahun silam. Demi mimpi menjadi pemain hebat, Konate  dan Maiga menempuh jarak 15 kilometer setiap harinya dengan menggunakan  motor ke pusat kota, Bamako.

Rutinitas pergi ke ibu kota itu dijalani keduanya selama enam tahun. Perjuangan Konate  dan Maiga itu terbayar lunas karena keduanya bisa masuk Stade Malien, salah satu klub terbesar di Mali, negara yang juga terkenal gila bola ini.

Abdoulaye Maiga lebih dahulu masuk ke tim senior pada 2007. Semusim berselang, Konate juga mendapatkan kesempatan yang sama.

Makan Konate dan Maiga memperkuat Stade Malien hingga tahun 2010. "Setelah itu Konate main di Libya (memperkuat Alakhdar) sedangkan saya main di Aljazair (bersama USM Alger). Pada 2012, saya pergi ke Prancis dan Konate mulai bermain di Indonesia," ucap Maiga.

Makan Konate (kiri) dan Abdoulaye Maiga berbincang disela-sela latihan T-Team di Lapangan Gong Badak, Kuala Terengganu, Malaysia, Selasa (26/01/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Tahun 2014, bek tangguh berusia 27 tahun itu akhirnya mengikuti jejak Konate bermain di kompetisi ISL. Ia tertarik bermain di Indonesia setelah melihat Konate meraih sukses bersama Persib Bandung.

"Saya dihubungi Konate dan dia mengajak saya main di Indonesia. Saya tertarik karena dia bilang kompetisi di Indonesia bagus," Maiga menuturkan.

Setelah jadi pemain bintang di Indonesia, Makan Konate dan Abdoulaye Maiga berharap bisa melakukan hal yang sama di Malaysia. Meski begitu, Makan Konate secara pribadi mengakui tidak bisa melupakan Maung Bandung, tim yang ia antarkan  meraih gelar ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. "Persib Bandung selalu di dalam hati saya," kata mantan pemain PSPS Pekanbaru dan Barito Putera ini.


Ikuti liputan langsung bola.com menjelajahi Malaysia untuk memantau langsung kiprah pesepak bola dan pelatih asal Indonesia.