Superstar: Stephan El Shaarawy, Performa Hebat di Liga Tepat

oleh Bola diperbarui 03 Feb 2016, 17:03 WIB
Stephan El Shaarawy melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Frosinone (30/1/2016). (Reuters/Juan Medina)

Bola.com, Roma - Stephan El Shaarawy bagaikan menemukan kembali ketajamannya dalam mencetak angka setelah kembali ke Serie A. Dia sebelumnya mengalami periode buruk di Ligue 1 musim 2015 - 2016 dan kini dia mencetak gol secara beruntun untuk AS Roma. 

Advertisement

El Shaarawy berhasil mencetak gol ketika Roma menang 3-1 atas Frosinone, Minggu (31/1/2016) dini hari WIB. Performa cemerlang pria berdarah Mesir itu berlanjut saat Roma membungkam Sassuolo 2-0 tiga hari setelahnya. Memasuki fase injury time, dia mengecoh barisan pertahanan Neroverdi dan menyambut umpan Diego Perotti.

Momen ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh mantan pemain Padova tersebut. Pasalnya dalam beberapa tahun terakhir, kebugarannya kerap terganggu oleh masalah cedera.

"Saya mengenal El Shaarawy dalam pandangan positif. Dia memiliki teknik, kualitas, kecepatan, dan kapabilitas mencetak gol. Dia memang sempat meredup tetapi saat saya berbicara dengannya, dia memberikan sinyal positif," ucap Spalletti.

Nama El Shaarawy  melonjak ketika bergabung bersama AC Milan dari Genoa pada 2011 dengan biaya 20 juta euro. Kendati demikian, kariernya di San Siro tak langsung berjalan mulus. Enam bulan pertama, dia hanya tampil tujuh kali untuk Milan dan rumor kepindahannya mengencang . Akan tetapi,wakil presiden Adriano Galliani dan pelatih Massimiliano Allegri tak ingin melepasnya.

Keputusan itu tepat karena performanya kian vital untuk Milan dan dia dicap sebagai salah satu pesepak bola muda bertalenta di Italia. Pada musim 2012/2013, El Shaarawy sukes menggelontorkan 16 gol. Jose Altafini yang notabene legenda Milan membandingkannya dengan Neymar dan Lionel Messi.

"El Shaarawy mengingatkan saya terhadap Neymar dan Messi. Mereka menggiring bola tanpa kehilangan kendali. Dia telah membuktikan diri sebagai pemain bagus," ucap Altafini kepada Gazzetta dello Sport.

Baru saja menapaki puncak karier bersama Milan, El Shaarawy kembali cedera. Musim 2013/2014 berjalan buruk untuknya karena hanya tampil tujuh kali di paruh pertama. Pada 28 Desember, dia malah absen selama 10 pekan dan baru kembali bertanding pada 11 Mei 2014.

Tak jelasnya kebugaran El Shaarawy membuat Milan meminjamkannya ke AS Monaco. Liga Prancis tampaknya bukan habitat yang tepat bagi El Shaarawy. Dia hanya turun bermain sebanyak 25 kal dan mengemas empat gol saja.

Kembalinya Stephan El Shaarawy ke Italia bersama AS Roma sempat menumbuhkan rasa pesimistis di antara penikmat sepak bola Italia. Akan tetapi, performanya belakangan ini mungkin lambat laun bakal membungkam mulut para kritikus.

Sumber: Gazzetta dello Sport, Football Italia, Transfermarkt