Eriksson: Para Pemain Sulit Tolak Uang dari Klub-klub Tiongkok

oleh Deny Adi Prabowo diperbarui 05 Feb 2016, 20:45 WIB
Pelatih Shanghai SIPG, Sven-Goran Eriksson. (AFP/Johannes Eisele)

Bola.com, Shanghai - Pelatih Shanghai SIPG, Sven-Goran Eriksson, merasa daya tarik uang yang ditawarkan klub-klub Tiongkok terlalu sulit untuk ditolak pesepak bola dunia.

Hingga Januari 2016, klub-klub Tiongkok menghabiskan 161 juta euro untuk mendatangkan 106 pesepak bola. Mantan gelandang Shakhtar Donetsk, Alex Teixeira, menjadi pemain termahal di liga tersebut.

Pemain berpaspor Brasil itu pindah ke Jiangsu Suning pada Jumat (5/2/2016) dengan biaya 50 juta euro. Eriksson pun menanggapi fenomena eksodus para pemain klub Eropa ke sepak bola Asia.

Advertisement

"Anda tak bisa menghiraukan fakta bahwa uang adalah faktor utama dari transfer yang terjadi. Liga Champions Asia biasanya didominasi tim Jepang, Korea Selatan dan Australia. Namun, Guangzhou Evergrande menjuarainya dua kali dalam tiga musim terakhir," ucap Eriksson kepada Daily Mail.

"Sepak bola selalu disiarkan melalui televisi di Tiongkok. Tak hanya Premier League atau Liga Champions, tetapi semua Liga Eropa. Liga Tiongkok sedang berkembang dan itu tak akan berhenti sampai sini saja," lanjut mantan pelatih timnas Inggris tersebut.

Eriksson kemudian menyebutkan faktor bahasa menjadi kesulitan utama yang dihadapi oleh para pemain asing yang berlaga di Liga Tiongkok. Dua nama seperti Didier Drogba dan Nicolas Anelka menjadi contoh kegagalan memberikan dampak besar di Liga Tiongkok.

"Masalah terbesar adalah bahasa karena sulit bagi orang Eropa untuk belajar bahasa tersebut. Jika Anda tinggal di Shanghai, semuanya lebih mudah karena banyak orang yang berbicara bahasa Inggris," tambah Eriksson.

Sumber: Daily Mail