Pemain Muda Indonesia Minim Prestasi, Ini Komentar Liem Swie King

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 23 Feb 2016, 09:45 WIB
Legenda bulutangkis Indonesia, Liem Swie King, mengungkapkan alasan kenapa pemain muda saat ini minim prestasi. (Bola.com / Arief Bagus)

Bola.com, Bogor - Legenda bulutangkis Indonesia, Liem Swie King, memberikan komentar soal minimnya pemain muda yang mampu berprestasi di kancah internasional. Menurutnya, motivasi pemain muda saat ini sangat jauh menurun.

Advertisement

Seperti diketahui, prestasi pebulutangkis Indonesia pada level dunia terbilang memprihatinkan. Sangat jarang pemain muda Tanah Air mampu meraih juara pada turnamen di luar negeri.

"Kalau ditanya kenapa, yang saya lihat anak-anak sekarang fighting spirit, motivasinya berbeda dengan pemain dulu," kata Liem Swie King kepada wartawan di Bogor, belum lama ini.

"Kebanyakan sudah puas dengan juara nasional, tetapi seharusnya target mereka dunia jangan hanya puas jadi juara nasional, karena kelas kita kelas dunia. Motivasi itu yang harus ditanamkan," tambah pria yang mengoleksi tiga gelar juara All England tersebut.

Tommy Sugiarto mungkin bisa dibilang sebagai salah satu tunggal putra Indonesia yang prestasinya masih bisa dibanggakan. Namun, Liem Swie King menilai penampilan Tommy akan segera menurun mengingat usianya yang sudah menginjak 27 tahun.

"Tommy? Sekarang dia sudah mencapai peak performa. Jadi kalau sudah 28 lewat, permainannya akan menurun. Tinggal dia yang menentukan mau jadi seperti apa," kata Liem Swie King yang terkenal dengan smash loncat dengan julukan King Smash ini.

Saat masih bermain, Liem Swie King sudah mampu menembus final All England di tahun 1976, ketika usianya baru 20 tahun. Saat itu ia kalah dari seniornya yang juga merupakan pemain legendaris Indonesia, Rudy Hartono. Pada akhirnya King mampu merebut gelar All England pada 1978, 1979, dan 1981.