Begini Cara Milomir Seslija Cari Generasi Emas Arema Cronus

oleh Iwan Setiawan diperbarui 21 Apr 2016, 15:00 WIB
Andreas Pradana (tengah), siswa Akademi Arema yang ikut dalam latihan tim senior Arema di bawah asuhan pelatih Milomir Seslija. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija, tidak hanya fokus membesut tim senior, tetapi juga ikut memperhatikan perkembangan pemain muda di Akademi Arema.

Caranya, pelatih asal Bosnia ini memberikan kesempatan secara rutin kepada pemain Akademi Arema yang usianya sudah 18 tahun untuk ikut latihan bersama di tim senior.

Setidaknya, tiga kali dalam sepekan pemain Akademi Arema ikut sesi latihan. Pemain yang didatangkan juga berganti-ganti. "Pemain dari Akademi harus sering ikut latihan. Tujuannya saat masuk tim senior mereka sudah tidak grogi lagi," kata Milo.

Dari pemain Akademi Arema yang sudah ikut latihan, pelatih asal Bosnia ini melihat ada beberapa pemain yang punya kualitas. "Tapi, rata-rata mereka masih grogi saat latihan dengan pemain senior. Makanya, harus sering ikut latihan dulu," kata pelatih 51 tahun itu.

Advertisement

Mantan direktur teknik Barito Putera ini juga memberikan jenjang kepada pemain Akademi Arema untuk bisa menembus tim senior. Jika sudah ada yang berkualitas bagus, musim berikutnya Milo akan menaikkan status pemain tersebut jadi pemain magang. Jika perkembangannya bagus, tentu akan diikat kontrak.

Program seperti itu sebenarnya sudah dilakukan saat musim 2007. Waktu itu, Akademi Arema berhasil menjuarai Piala Suratin. Baru di tahun 2009 generasi emas Akademi itu masuk tim senior. Diawali pemain sayap Dendi Santoso, kemudian tahun berikutnya Sunarto, dan Ahmad Alfarizi muncul.

"Sekarang harus ada generasi penerus mereka. Caranya dengan sering melibatkan Akademi latihan bersama dengan seniornya dulu sekarang," imbuh Milo.

Saat ini generasi tertua Akademi Arema dihuni pemain berusia 18 tahun. Jika TSC U-21 bergulir, merekalah yang akan diterjunkan. Meski lawan yang akan dihadapi dua tahun lebih tua, Arema Cronus tidak gentar karena mereka ingin memberikan tes mental kepada pemain muda itu.