Mirip Sembako, Jersey Persipura Langka di Jayapura

oleh Aning Jati diperbarui 29 Apr 2016, 15:00 WIB
Fans Persipura kesulitan mendapatkan jersey klub kesayangan karena keterbatasan stok di Jayapura. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jayapura - Persipura Jayapura merupakan salah satu klub di Tanah Air yang memiliki basis suporter fanatik terutama kala bermain di markas sendiri di Stadion Mandala. Tidak hanya warga Jayapura yang cinta mati dengan klub berjulukan Mutiara Hitam ini, warga dari kota di sekitar Jayapura juga ikut antusias mendukung serta menyaksikan aksi tim Mutiara Hitam. 

Sebagai fans loyal, salah satu bukti kecintaan mereka yakni mengenakan jersey tim kesayangan saat hendak mendukung tim pujaan bertanding, baik secara langsung di stadion maupun lewat layar lebar dalam acara nonton bareng bersama komunitas sesama fans. 

Jelang pembukaan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 Presented by IM3 Ooredoo yang digelar di Stadion Mandala, antusiasme fans menggeliat. Mereka memburu kostum Persipura yang rencananya bakal dipakai saat Boaz Solossa dkk. menjamu Persija Jakarta pada acara pembukaan yang dihadiri Presiden RI, Joko Widodo.

Namun, keinginan fans mengenakan kostum baru itu harus berakhir pahit. Sejak beberapa hari jelang kick-off TSC 2016, kostum Persipura untuk ukuran dewasa, baik yang original maupun tiruan, sudah ludes terjual.

Advertisement

Dari pantauan bola.com yang mendatangani sejumlah lokasi di mana para penjual biasa menggelar dagangannya di seputaran Kota Jayapura, seluruhnya kehabisan stok jersey kandang Persipura untuk ukuran dewasa.

Di kawasan Taman Imbi, misalnya, beberapa penjual tinggal memiliki stok jersey merah-hitam kebesaran tim Mutiara Hitam untuk ukuran anak-anak. "Tinggal ini," kata Fatima, salah satu penjual sambil menunjukkan sisa dagangan.

Sejumlah warga berebut membeli jersey dan kaos tim Persipura di Kawasan Taman Imbi, Jayapura, Jumat (29/4/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Ada beberapa jersey Persipura anak-anak dan kebanyakan stok bukan jersey melainkan kaos tim berkerah yang biasa dikenakan pemain hingga jajaran pengurus dan manajemen."Sudah tak ada lagi stok jersey, padahal beberapa hari terakhir ini banyak sekali yang ingin membeli. Saya pun belum mendapat kepastian kapan stok baru datang lagi. Mungkin  nanti bila Persipura sudah bermain beberapa pertandingan," imbuh Fatima.

Di kawasan yang sama, penjual lain berujar sebelum kompetisi reguler vakum akibat konflik PSSI-Kemenpora yang berujung sanksi FIFA, setiap hari rata-rata ia bisa menjual 60-80 potong jersey dengan harga bervariasi, rata-rata Rp 100 ribu per potong.

Namun, setelah kompetisi vakum dan Persipura tak rutin mengikuti turnamen-turnamen elite yang digelar untuk mengisi kekosongan, penjualan turun drastis. "Sekarang saatnya kami ramai didatangi pembeli lagi, tapi malah tidak ada stok," ujar penjual pria paruh baya itu.

Fans yang mendatangi sejumlah penjual di pasar kawasan Jalan Percetakan Kota Jayapura, juga berakhir dengan kegagalan karena di tempat itu tak ada lagi stok tersisa.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Supermarket Sumber Makmur di Abepura, yang jadi pusat penjualan jersey original Persipura, tinggal memiliki stok kaos fans karena stok jersey original sudah habis. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

bola.com kemudian menuju ke Abepura, salah satu kecamatan di Kabupaten Jayapura, yang berjarak sekitar delapan kilometer dari Kota Jayapura. Di salah satu supermarket di sana, Sumber Makmur, dikenal jadi pusat penjualan jersey original Persipura.

Hanya, lagi-lagi tak ada ketersediaan stok. Steven, pramuniaga yang ditemui bola.com, menjelaskan stok original Persipura terakhir datang saat Piala Presiden 2015 bergulir. Sesudah itu hingga sekarang belum ada lagi pasokan jersey original untuk dipasarkan.

"Banyak yang kecewa karena gagal memperoleh jersey asli. Tapi, mau bagaimana lagi karena memang tidak ada stok lagi," kata Steven.

Steven memahami antusiasme fans meninggi karena mereka sudah rindu mendukung Persipura secara langsung di Stadion Mandala.

"Padahal, sejak tim dibubarkan, belum ada desain baru untuk jersey. Jadi yang kami jual belakangan merupakan sisa stok jersey untuk ISL 2015," papar Steven.

Pria ramah itu mengungkapkan kepastian bergulirnya TSC 2016, yang dianggap cukup mepet dengan kick-off, kemungkinan jadi alasan klub dan apparel belum merilis jersey baru. Hal itu berbeda dengan klub lain, semisal Persib, Bhayangkara Surabaya United, dan Arema, yang tampil beda dengan kostum terbaru untuk TSC 2016.

Steven menjelaskan untuk jersey Persipura di ISL 2015 yang dijual di supermarket milik manajer Persipura, Rudi Maswi, itu harga satu kostum Rp 330 ribu. Bila ingin ditambah nama pemain idola dan nomor punggung, harga jadi Rp 380 ribu. "Permintaan nama yang paling banyak tentu Boaz Solossa," ungkapnya.

kondisi ini bila diibaratkan tentu mirip kelangkaan sembako yang pernah terjadi beberapa waktu lalu, atau saat mendekati hari Lebaran. Saat turnamen dengan kompetisi penuh satu musim mulai bergulir, pendukung Persipura justru dihadapkan pada situasi kelangkaan jersey klub kesayangan.

Fans tentu berharap manajemen segera bergerak untuk mengakomodasi keinginan mendapatkan jersey original. Bagi fans, menggunakan kostum asli klub kesayangan merupakan kebanggaan.