Ini Target PBSI untuk Pemain Pelatnas di Indonesia Open 2016

oleh Oka Akhsan diperbarui 29 Mei 2016, 17:24 WIB
Ganda putra, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, menjadi andalan Indonesia untuk merebut gelar pada turnamen bulutangkis BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 di Istora, Senayan, Jakarta, 30 Mei-5 Juni 2016. (Bola.com/PBSI)

Bola.com, Jakarta - Turnamen bulutangkis BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 30 Mei-5 Juni 2016. Para pemain papan atas Merah-Putih siap meraih hasil terbaik di kandang sendiri.

PP PBSI akan menurunkan kekuatan penuh. Tercatat ada 44 pemain pelatnas yang tampil dari lima sektor.

Advertisement

"Secara keseluruhan para pemain sudah sangat siap karena Indonesia Open sudah diprogramkan sejak jauh-jauh hari," kata manajer tim pelatnas Indonesia, Ricky Soebagdja, dalam jumpa media di Jakarta, Minggu (29/5/2016).

Ricky mengungkapkan Indonesia menargetkan tiga gelar pada turnamen berhadiah total 900 ribu dolar AS atau sekitar Rp 12 miliar rupiah. Sektor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran jadi andalan untuk meraih titel.

Di ganda campuran, harapan utama ada di pundak Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Owi/Butet akan disokong juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi ujung tombak pada sektor ganda putra. Juara edisi 2013 itu bakal turun bareng junior di pelatnas seperti Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Berry Angriawan/Rian Agung Saputro.

"Sejauh ini persiapan kami sudah sangat baik. Kami siap meraih hasil maksimal. Pada babak pertama kami akan menghadapi unggulan teratas, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Korea Selatan). Secara rekor pertemuan kami kalah 1-3. Terakhir bertemu di Singapura Terbuka 2016 kami juga menyerah. Namun, kami optimistis bisa menang karena tampil di kandang sendiri," ujar Angga.

Finalis edisi 2015, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, masih jadi tumpuan di sektor ganda putri. Namun, persiapan keduanya sempat terganggu karena cedera yang menimpa Nitya pada kejuaraan Asia sehingga mesti absen membela Indonesia di Piala Uber.

"Proses pemulihan Nitya berjalan lancar. Dia memang belum 100 persen fit, tapi sudah mendekati," kata Ricky Soebagdja.

Sektor tunggal memang tak ditarget juara. Namun, Ricky tetap berharap mereka tetap tampil maksimal dan mampu membuat kejutan. Indonesia Open 2016 jadi kesempatan besar buat para pemain muda plus pelapis menambah jam terbang dan pengalaman bertanding sekaligus merebut poin guna mendongkrak ranking dunia mereka.

Tiga pemain muda pelatnas yang sedang naik daun, yaitu Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, dan Anthony Sinisuka Ginting, dipastikan bakal menjadi sorotan utama. Dari ketiganya, Anthony mendapat undian yang paling tak menguntungkan karena langsung berhadapan dengan jawara edisi 2014, Jan O Jorgensen, pada babak pertama. Kedua pemain bertemu pada final Piala Thomas 2016 dan saat itu Anthony harus mengakui keunggulan Jorgensen.

"Saya sudah melupakan hasil di final Piala Thomas. Selama sepakan terakhir, saya sudah mempersiapkan diri dengan baik dan terus berdiskusi dengan pelatih. Belajar dari pertemuan terakhir, kali ini saya harus lebih tenang dan bermain lebih sabar. Saya siap membalas kekalahan dari Jorgensen. Apalagi saya main di depan suporter sendiri dan tekanan di turnamen individual tak sebesar kejuaraan beregu," tutur Anthony.

Khusus bagi pemain yang lolos ke Olimpiade, BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 menjadi ajang untuk mengumpulkan poin demi mengamankan posisi unggulan (seeding) yang tinggi di Rio de Janeiro, Brasil.

Tahun lalu, Indonesia hanya mengirim satu wakil ke final lewat Greysia/Nitya. Namun, mereka kalah dua gim langsung dari pasangan China, Tian Qing/Tang Jihua, 11-21, 10-21. Akankah puasa gelar Indonesia selama dua tahun berakhir pada BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016?