Jam Tidur Pemain Sriwijaya FC Terganggu Jadwal Malam TSC 2016

oleh Riskha Prasetya diperbarui 06 Jun 2016, 14:30 WIB
Para pemain Sriwijaya FC butuh penyesuaian dengan jadwal pertandingan malam hari di sepanjang bulan Ramadhan 2016 ini. (Liputan6.com/JohanTallo)

Bola.com, Palembang - Kubu Sriwijaya FC mengaku menghadapi tantangan besar saat menjajal kekuatan Persegres Gresik United, Minggu (12/6/2016) malam di Stadion Tri Dharma, Gresik, dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Selain bermain di bulan puasa, penggawa Laskar Wong Kito juga dihadapkan dengan jadwal pertandingan yang terlalu larut malam.

Advertisement

"Yang sulit itu adalah bagaimana beradaptasi, karena kami sudah lama sekali tidak bermain malam hari. Selama ini paling banter kami bermain pukul 19 atau 20 malam. Pada lanjutan TSC nanti kami akan bertanding pada pukul 21.30 malam yang amat larut malam," ujar fisioterapi Sriwijaya FC, Sigit Pramudiya.

Jadwal pertandingan tersebut jelas merepotkan karena selama ini tim pelatih menginstruksikan para pemain sudah harus tidur malam pukul 21.30 malam.

"Jadi yang susah itu adalah membiasakan diri pemain agar bisa bermain di jam itu, karena sepengetahuan saya sudah lebih dari dua tahun sepak bola di Indonesia tidak memainkan pertandingan di larut malam," tambahnya.

Musim lalu, di Indonesia Super League 2015, kompetisi dihentikan saat baru menggelar tiga partai awal. Pasukan Sriwijaya FC tidak sempat merasakan  jadwal pertandingan yang digeber pada bulan Ramadhan.  Sedangkan pada musim sebelumnya, PT Liga Indonesia pengelola ISL punya kebijakan khusus dengan meliburkan pertandingan di bulan suci Ramadhan.

Pelatih fisik SFC, Keith Kayamba, mengaku tidak terlalu risau dengan kondisi pemain saat memasuki bulan puasa.

"Saya pikir seluruh pemain SFC kini dalam kondisi yang sangat baik. Saya senang karena saat ini para pemain sudah sangat siap secara fisik menyongsong bulan Ramadan. Pastinya, di bulan puasa saya juga akan menurunkan intensitas latihan," ungkap Kayamba. 

Pelatih kelahiran Basseterre, Saint Kitts and Nevis, 11 September 1972 tersebut, berujar pengurangan beban latihan jadwal latihan pemain di bulan puasa ini, tak akan memengaruhi performa tim saat bertanding.

"Saya lama bermain di Indonesia. Ibadah puasa adalah hal yang  harus dihormati. Dan saya berharap pemain pun tidak pernah menjadikan hal itu sebagai sebuah alasan untuk bermalas-malasan," ujar Kayamba yang mantan striker asing top di Sriwijaya FC tersebut.