Johan Alfarizi dan Rahasia Performa Gemilang di Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 11 Jun 2016, 09:30 WIB
Johan Alfarizi buka-bukaan perihal penampilan gemilangnya di Arema dan keinginan menembus Timnas Indonesia. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Malang - Karier bek sayap kiri Arema Cronus, Johan Ahmad Alfarizi, tahun ini menanjak. Hal itu tidak lepas dari penghargaan pemain terbaik Torabika Bhayangkara Cup 2016.

Di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, pemain 26 tahun ini selalu jadi pilihan utama dan tidak pernah diganti. Lebih hebat lagi, dia juga tidak pernah dicadangkan selama era kepelatihan Milomir Seslija sejak pengujung Januari 2016. 

Advertisement

Kepada bola.com Alfarizi bercerita banyak soal harapannya untuk klub, timnas, dan resep untuk tetap dalam performa puncak.

Performa Anda semakin memikat di Arema. Jika nanti timnas kembali aktif, ada keinginan untuk bisa kembali ke Tim Garuda?
Tentu ada keinginan kembali ke timnas. Detik-detik akhir sebelum sanksi FIFA 2015 saya sempat dipanggil ke Timnas Indonesia. Semoga nanti bisa masuk lagi.

Bagaimana pendapat Anda soal Alfred Riedl yang ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia?
Saya mengetahui informasi soal penunjukan itu dari media online. Menurut saya dia pelatih bagus karena PSSI pasti memilih pelatih yang terbaik. Saya pernah merasakan dilatih Riedl sewaktu di Timnas U-23. Saya agak lupa tahunnya, tapi melawan Turkmenistan kalau tidak salah. Dia pelatih ba

Siapa saja bek kiri yang jadi pesaing berat untuk masuk timnas?
Banyak bek kiri bagus di Indonesia. Itu kelihatan waktu turnamen atau kompetisi. Rata-rata tim punya bek kiri bagus. Jadi, persaingan akan ketat ke timnas nanti. Kalau bicara soal target dengan timnas sepertinya kejauhan karena saya sendiri juga belum mendapat panggilan.

Apa rahasia Anda bisa tampil makin bagus tahun ini di Arema?
Sebenarnya permainan bagus itu datangnya juga dari tim. Artinya kalau tim sudah bagus pasti semua pemain kelihatan bagus. Kebetulan sekarang kondisi tim dan pemain Arema sedang enak-enaknya.

Karier Anda naik setelah punya istri dan anak. Seberapa besar keberadaan mereka memengaruhi semangat Anda di lapangan?
Tentu keluarga sangat mendukung. Istri saya selalu datang kalau pertandingan kandang. Sebenarnya dia juga ingin ikut waktu tur. Tapi, anak saya masih kecil jadi kasihan kalau harus ke luar kota juga. Berkat keluarga juga saya lebih sabar sekarang. Tidak lagi emosian seperti dulu, baik di lapangan maupun di luar.

Dalam momentum Ramadan, ada tips untuk jaga kondisi karena posisi anda di lapangan sebagai wingback kiri membutuhkan banyak tenaga?
Ramadan biasa saja seperti tahun-tahun sebelumnya, jadi tidak ada tips atau kebiasaan khusus. Hanya jaga kondisi untuk persiapan latihan dan pertandingan. Lantaran di daerah saya tinggal (Kawi, Kabupaten Malang) dingin, jadi banyak istirahat sama kumpul dengan anak dan istri saja