Penjelasan Mundurnya Dejan Antonic versi Manajemen Persib

oleh Erwin Snaz diperbarui 12 Jun 2016, 15:40 WIB
Manajemen Persib buka suara menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi hingga Dejan Antonic memutuskan mundur sebagai pelatih Persib. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Bandung - Manajemen Persib Bandung mengakui Dejan Antonic mengundurkan diri dari jabatannya sebagai nakhoda tim Maung Bandung seusai dikalahkan Bhayangkara Surabaya United (BSU) 1-4 di turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, Sabtu (11/6/2016) malam.

Hal itu ditegaskan Manajer Persib, Umuh Muchtar, didampingi komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zaenuri Hasyim dan Kuswara S. Taryono, setibanya di Bandara Husen Sastranegara, Bandung, Minggu (12/6/2016).

"Awalnya dia (Dejan) siap memperbaiki tim, tapi karena ada tekanan dari bobotoh saat mau naik mobil, dia akhirnya mengundurkan diri dengan alasan tidak kuat dengan tekanan bobotoh," jelas Umuh.

Saat itu juga lanjut Umuh, pihaknya dengan jajaran manajemen lain (komisaris PT PBB) seperti Zaenuri Hasyim, Kuswara S Taryono, membicarakan keputusan Dejan yang memilih mundur.

"Kami bertiga termasuk Pak Glenn Sugita (Dirut PT PBB) melalui telepon membahas sampai jam 01.30 pagi untuk melakukan antisipasi. Kami putuskan Herrie Setiawan jadi sebagai pelatih sementara," jelas Umuh.

Advertisement

Diakui Umuh, manajemen Persib tidak mau buru-buru mencari pengganti pelatih kepala untuk menggantikan posisi Dejan. "Jadi sementara ini Persib di bawah kendali Herrie Setiawan saja dulu. Kami tidak akan cepat cari pengganti," imbuhnya.

Pada kesempatan itu Umuh bila tidak hanya Dejan Antonic yang mundur, melainkan juga asisten pelatih Darko Vargec, yang diminta Dejan mendampinginya selama TSC 2016.

Zaenuri Hasyim, Komisaris PT PBB, membenarkan untuk sementara tim Pangeran Biru ditangani dulu oleh Herrie Setiawan, yang selama ini menjadi asisten Dejan Antonic.

"Memang malam itu juga Dejan mengundurkan diri, kemudian saya, Pak Umuh, Pak Kuswara termasuk Pak Glenn rapat malam itu juga. Lantaran mundur, kami izinkan," papar Zaenuri.

Mantan Pangdam III/Siliwangi itu mengaku dari kejadian ini, jajaran manajemen akan melakukan evaluasi. "Tapi, evaluasi yang kami lakukan bukan hanya karena ada kejadian ini (Dejan mundur) karena setiap pekan pasti kami evaluasi," ujarnya.

Ia berharap setelah tidak adanya Dejan, Persib kembali seperti Persib yang sebenarnya dan bisa bangkit, terlebih TSC 2016 masih panjang.

"Kami sebenarnya suka memberi masukan kepada Dejan, tapi dia selalu menolak dan melempar tanggung jawab ke kami. Kami tak mau cara seperti itu. Toh, dia yang digaji. Akhirnya terserah pelatih. Kalau kami memaksa itu bisa jadi intervensi. Akibatnya ya begini. Kami secepatnya akan mencari jalan yang terbaik," pungkas Zaenuri mengakhiri pembicaraan.