MotoGP Assen: Kans Lorenzo Putus Nasib Sial dan Momentum Rival

oleh Oka Akhsan diperbarui 23 Jun 2016, 11:15 WIB
Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, sudah melupakan hasil buruk di Catalunya dan siap menebusnya pada MotoGP Assen, akhir pekan ini. (AFP)

Bola.com, Assen - Jorge Lorenzo bertekad menebus mimpi buruk di GP Catalunya pada MotoGP Assen di Belanda, akhir pekan ini. Hasil bagus disirkuit yang menjadi katedralnya MotoGP ini sangat penting bagi pebalap Yamaha tersebut untuk memutus momentum rival dalam persaingan perebutan titel musim 2016.

Lorenzo mesti menelan pil pahit pada balapan kandangnya di Barcelona. Sudah tampil kurang oke sejak latihan bebas, juara dunia bertahan MotoGP itu akhirnya gagal finis setelah ditabrak pebalap Ducati, Andrea Iannone.

Advertisement

Lorenzo baik-baik saja dan tak mengalami cedera serius. Namun, pebalap asal Spanyol itu kehilangan banyak angka. Akibatnya, dia harus lengser dari puncak klasemen sementara karena digusur Marc Marquez (Honda).

Lorenzo kini terpaut 10 poin dengan Marquez. Karena itu, agar tak semakin jauh tertinggal dari Marquez, Lorenzo tak punya pilihan lain kecuali meraih hasil bagus di Assen. Belum lagi ancaman rekan setimnya, Valentino Rossi, yang kembali masuk dalam persaingan setelah menang di Catalunya dan punya rekor ciamik di Assen.

"Hasil di Barcelona memang patut disayangkan. Saya tahu lomba akan berjalan sulit, terutama karena merasa ban sudah tak enak setelah lima atau enam lap. Lalu crash itu terjadi dan merusak segalanya. Kini kami harus melupakan insiden tersebut dan mencoba bangkit lagi di Assen," kata Lorenzo di situs resmi MotoGP.

Akan tetapi, ambisi Lorenzo meraih hasil bagus pada MotoGP Assen tak didukung rekam jejak yang cemerlang. Ketimbang menang, Lorenzo lebih sering ketiban sial kala beraksi di Negeri Kincir Angin.

Pada 2011, Lorenzo crash dengan Marco Simoncelli meski masih bisa melanjutkan balapan dan finis keenam. Setahun berselang, dia ditabrak Alvaro Bautista pada tikungan pertama.

Nasib buruk Lorenzo berlanjut pada 2013 saat dirinya crash pada sesi latihan bebas sehingga mengalami patah tulang selangka. Setelah menjalani operasi, Lorenzo melakukan comeback heroik untuk finis di posisi kelima. Pada 2014, Lorenzo finis ke-13.

Lorenzo baru bisa menghapus rentetan hasil buruk di Assen pada tahun lalu setelah finis ketiga di belakang Rossi dan Marquez. Itu merupakan pertama kalinya Lorenzo naik podium di Assen sejak meraih kemenangan pertama dan satu-satunya di kelas MotoGP pada 2010.

Selain rival dan rekor buruk, Lorenzo juga kemungkinan besar punya satu musuh lagi di Assen, yakni faktor cuaca. Cuaca di Assen dikenal sulit diprediksi. Hujan akan menambah kesulitan Lorenzo seperti yang terjadi pada 2014.

"Membalap di Belanda selalu menimbulkan perasaan yang campur aduk. Saya menyukai trek Assen tapi di sisi lain saya juga pernah mendapatkan hasil yang baik dan buruk di sirkuit ini. Tata letak sirkuit Assen cocok buat motor YZR-M1, jadi saya sudah tak sabar segera beraksi dan mendapat hasil yang memuaskan," ujar Lorenzo.

Mampukah Jorge Lorenzo memutus tren buruk di MotoGP Assen dan menghentikan momentum para rival?