Juara AFF Antarklub, Pemain JK Angels Harus Siap untuk Timnas

oleh Gerry Anugrah Putra diperbarui 18 Jul 2016, 19:10 WIB
Jaya Kencana Angels setibanya di Indoensia langsung bersiap untuk panggilan timnas Indonesia. (Bola.com/Gerry Anugrah Putra)

Bola.com, Jakarta - Tim Jaya Kencana Angels yang membuat sejarah dengan menjuarai Piala AFF Antarklub 2016, tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Senin (18/6/2016). Kedatangan JK Angels disambut meriah oleh pendukung,keluarga, perwakilan Kemenpora dan perwakilan PSSI-FFI.

Setibanya di Indonesia pada pukul 15.00 WIB, JK Angels langsung disambut oleh perwakilan Kemenpora dengan pengalungan bunga kepada para peman dan staf pelatih. Sekjen FFI yang juga perwakilan PSSI, Edhie Prasetyo juga turut memberikan selamat kepada para pemain.

Advertisement

Keberhasilan JK Angels memang menciptakan sejarah sendiri bagi PSSI yang baru saja terlepas dari sanksi FIFA. Selain itu, JK Angels pun membuat sejarah sebagai klub Indonesia yang pertama kali mengalahkan tim asal Thailand.

Kapten tim Jaya Kencana Angels, Anggi Puspita Sari menyampaikan rasa bangganya bisa membawa pulang gelar juara Piala AFF Antarklub 2016. Terlebih dalam pertandingan grup mereka mampu mengalahkan tim kuat Thailand, Khon Kaen FC dan klub elite Vietnam, Thai Son Nam Dist 8 FC.

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mendukung kiprah kami di Myanmar, dari babak grup hingga juara,” jelas Anggi sesudah mendarat di Indonesia.

Namun, JK Angels tidak bisa berleha-leha terlalu lama, karena mereka harus bersiap untuk ajang Internasional lainnya bersama Indonesia. Tak mengherankan jika JK Angels harus terus berlatih, karena mayoritas skuat JK Angels adalah pemain-pemain timnas futsal wanita Indonesia.

“Para pemain harus bersiap kembali karena pada bulan November harus menjalankan pelatnas untuk kualifikas Piala AFC Wanita 2016,” jelas Sekretaris Jenderal FFI sekaligus Kepala Div Marketing PSSI, Edhie Prasetyo.

Dengan bekal juara tersebut, mental dan pengalaman JK Angels semakin terasah. Hal itu diperlukan karena saat membela Indonesia, para pemain akan kembali berhadapan dengan lawan yang lebih berat ketimbang di Asia Tenggara.

Berita Terkait