PS TNI Berjuang Benahi Problem Akut Jelang Jamu Barito

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 20 Jul 2016, 17:00 WIB
Tambun Naibaho (hijau) dkk. harus berjuang mengatasi persoalan akut jelang menjamu Barito Putera. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Bogor - Lemahnya konsentrasi pemain jadi problem yang dihadapi PS TNI. Masalah itu terlihat saat skuat racikan Suharto AD tumbang 1-2 dari Perseru Serui pada laga pekan ke-10 Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Marora, Serui, Senin (18/7/2016).

Dua gol kemenangan tuan rumah dicetak di akhir-akhir babak lewat Yoksan Ama, menit 42 dan 85. Suharto menilai dua gol itu jadi bukti lemahnya konsentrasi para pemain.

"Gol-gol lawan karena konsentrasi pemain menurun. Padahal mereka bisa tampil baik saat awal-awal pertandingan. Ini jadi evaluasi sebelum menghadapi Barito Putera," kata Suharto AD kepada Bola.com, Rabu (20/7/2016).

Selain itu, mantan pelatih PSMS Medan tersebut juga menyoroti mental bertanding Manahati Lestusen dkk. yang masih labil kala bermain di kandang lawan.

Advertisement

Dia mencontohkan, saat menghadapi PSM Makasar dan Persela Lamongan di Stadion Pakansari, para pemain mampu bermain dengan gereget. Hasilnya mereka menahan PSM dan menang atas Persela.

Namun, hal berbeda saat ditunjukkan di laga tandang baik melawan Semen Padang maupun Perseru. "Saya lihat memang problem mental ada di para pemain," jelasnya.

Untuk itu sebelum menghadapi Barito Putera, Suharto AD akan memperbaiki berbagai hal sesuai hasil evaluasi laga melawan Perseru. Selain itu kolektivitas tim dan penyelesaian akhir jadi bahan latihan. Hal ini perlu diperbaiki guna menghindari kekalahan lanjutan di kandang sendiri.

Agar persiapan berjalan optimal, sang pelatih akan mencermati masing-masing pemain dari kemampuan individu dan kolektivitas tim selama latihan. Setelah itu, dia baru berkonsentrasi memikirkan strategi permainan menghadapi tim berjulukan Laskar Antasari itu.

"Kami banyak menyerang dan mendapat peluang, namun gagal dikonversi jadi gol. Ini memang problem akut sejak dulu yang terus kami benahi," tandas Suharto AD.

 

 

 

Berita Terkait