Respons Pelatih Madura United soal Mafia Wasit dari PSM

oleh Abdi SatriaArio Yosia diperbarui 20 Jul 2016, 21:15 WIB
Pelatih Madura United, Gomes de Oliveira, menilai protes PSM tidak beralasan. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta Pelatih Madura United, Gomes de Oliveira langsung merespons komentar nyinyir nakhoda PSM Makassar, Robert Rene Alberts, yang menuding kemenangan tim asuhannya dibantu mafia wasit. Madura United menggasak PSM dengan skor telak 4-1 dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Rabu (20/7/2016).

Gomes memilih tidak mau ambil pusing ucapan Robert. "Soal mafia wasit, saya tidak ingin menanggapi. Intinya para pemain Madura United sudah bekerja keras. Kemenangan telak jadi imbalan latihan serius yang mereka lakukan," kata pelatih asal Brasil tersebut.

Soal hadiah dua penalti yang didapat Madura United, Gomes menilai sesuatu yang wajar. "Saya bersyukur pemain saya bisa memaksimalkannya dengan baik," ujar mantan pelatih Persiwa Wamena dan Persela Lamongan itu.

Robert, melontarkan pernyataan-pernyataan keras seusai pertandingan. Ia beranggapan mental bertanding Tim Juku Eja dirusak wasit yang memimpin pertandingan. 

Advertisement

"Pertandingan ini sudah diatur oleh mafia. Jadi jangan melihat hasil dari pertandingan. Kami sudah melakukan pertandingan dengan perjuangan keras, tapi wasit tidak bisa berlaku adil. Dan ini membuat pemain tidak bisa bermain enjoy di atas lapangan," ujar Robert dengan nada ketus.

Ia mengungkapkan bahwa pertandingan diatur oleh mafia. "Tidak ada pertandingan hari ini. Hasil akhir sudah diatur oleh seseorang dan saya tidak tahu siapa mereka. Intinya ada mafia yang bemain," ujar mantan nakhoda klub Malaysia, Serawak FA tersebut.

Arsitek asal Belanda tersebut gusar dengan wasit yang memimpin laga. Tim Juku Eja sempat unggul terlebih dahulu lewat lesakan gol M. Rahmat pada menit ke-53.

Namun, secara kontroversial dua menit pasca gol tersebut, PSM justru terkena hukuman penalti . Wasit Dodi Setia Purnama menganggap bek PSM, Ardan Aras  menahan bola dengan lengan.

Padahal, dalam tayangan ulang, Ardan Aras menahan bola dengan dada.  Penalti yang diberikan sang pengadil mampu dikonversi menjadi gol oleh Pablo Rodriguez pada menit ke-60.

Delapan menit berselang, Pablo mencetak gol keduanya melalui titik  penalti pada menit ke-70. Keunggulan 2-1 membuat Madura United kian bersemangat menambah gol.

Hasilnya, dua gol tambahan dicetak melalui Erick Weeks pada menit  ke-77 dan Slamet Nurcahyo pada menit ke-82. Skor akhir menjadi 4-1 untuk kemenangan Madura United.