Rahasia Suharto Kembali Membuat PS TNI Bertaji di TSC 2016

oleh Riskha Prasetya diperbarui 06 Agu 2016, 09:30 WIB
Para pemain PS TNI yang sukses mengalahkan Arema Cronus dinilai telah kembali menemukan jatidiri. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Palembang - Optimisme tinggi tengah dirasakan PS TNI jelang laga melawan tuan rumah Sriwijaya FC, Sabtu (6/8/2016) malam di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring. Kemenangan atas tim kuat Arema Cronus 2-1 pada Minggu (31/7/2016) lalu diyakini menjadi titik balik perjalanan skuad PS TNI di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Apalagi belakangan ini, PS TNI punya rekor cukup apik di lima pertandingan terakhir, dengan torehan 3 kemenangan dan 1 kali imbang dan hanya sekali kalah. Kembalinya sosok Suharto AD ke dalam tim diakui merupakan salah satu faktor kunci meningkatnya grafik permainan Manahati Lestusen dkk.

Advertisement

“Setelah sempak terseok-seok di awal musim, kini PS TNI sudah kembali ke bentuk permainan terbaik. Kembalinya Coach Suharto AD sebagai pelatih kepala memang sudah sangat tepat, karena sejak tim ini dibentuk saat masih di PSMS Medan. Kami berdua yang mengawal dan membentuk pola permainannya,” ungkap Edy Syahputra, asisten pelatih PS TNI.

Menurut Edy, usai tampil memikat di Piala Jenderal Sudirman, grafik permainan PS TNI menurun di turnamen-turnamen selanjutnya. “PS TNI punya
karakter cepat, berani bertarung di lapangan, dan tidak cengeng layaknya prajurit. Karakter itu sempat hilang di era pelatih-pelatih pengganti Coach Suharto,”
ujarnya.

Suharto sendiri mengaku tidak terlalu banyak melakukan perubahan. Ia hanya melakukan pendekatan personal ke pemain. “Saya banyak melakukan pembicaraan dari hati ke hati ke para pemain. Mereka kuat karena modal kebersamaan dan kekompakan. Saya tekankan pentingnya dua hal itu ke seluruh pemain," katanya.

Mantan pelatih PSMS Medan tersebut menyebut PS TNI berbeda dengan tim-tim lain di TSC. Para pemain menjalani hidup bersama di asrama. Jadi semestinya satu dengan yang lain memiliki kedekatan hubungan yang amat solid. "Jika mampu dimanfaatkan dengan baik perbedaan ini, PS TNI bakal tim yang paling menakutkan bagi tim-tim lawan. Para pemain kompak luar dalam, saling mengerti satu sama lain," ujar Suharto.

Walau posisi sedang berada di atas angin, Suharto tak ingin mabuk pujian. "Tim ini masih berada di jajaran papan bawah. Kami belum keluar dari zona tidak nyaman. Kalau mau menyodok ke papan tengah atau atas seluruh awak tim harus kerja keras, membayar utang poin di laga-laga sepanjang putaran pertama ini," papar sang mentor menutup pembicaraan.

PS TNI saat ini berada di posisi 14 dengan koleksi 13 poin, hasil tiga kali menang dan empat hasil imbang. Poin itu sama dengan Persegres Gresik United dan Persija Jakarta, dua tim yang berada di bawah mereka.