Aji Santoso Antusias Sambut Persela Main di Stadion Brawijaya

oleh Gatot Susetyo diperbarui 22 Sep 2016, 08:30 WIB
Aji Santoso punya cerita dengan Persik dan Stadion Brawijaya, Kediri. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Lamongan - Keputusan manajemen Persela Lamongan memainkan laga kandang di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo dari Stadion Surajaya, Lamongan, ke Stadion Brawijaya, Kota Kediri, disambut antusias sang pelatih, Aji Santoso.

"Saya dengar manajemen memang ingin pinjam Brawijaya saat menjamu tamu Persela. Saya tak tahu berapa pertandingan kami main di Kediri. Saat ini tim masih diliburkan, saya juga sedang ke luar kota. Jadi, saya belum dapat kabar dari manajemen. Yang pasti, Kediri punya kesan mendalam bagi karier saya sebagai pelatih profesional," tutur Aji.

Mantan bek kiri timnas era 1990-an ini sempat mengawali karier pelatih di Persik pada Liga Indonesia 2010. Saat itu merupakan kali pertama Aji Santoso membesut klub yang berlaga di kompetisi tertinggi Indonesia. Satu musim bersama tim Macan Putih, berikutnya Aji Santoso merapat ke Persisam Samarinda.

"Tak terasa, saya sudah enam tahun meninggalkan Kediri. Kenangan paling berkesan karena Persik klub elite pertama yang saya tangani. Diakui atau tidak, setelah hijrah dari Kediri, karier saya makin meningkat. Termasuk jadi pelatih timnas SEA Games. Meski, saya akui masih banyak kekurangan saya," katanya.

Advertisement

Selain soal historis, Aji Santoso mengaku kangen dengan teman-teman lama di Persik Kediri. Mulai jajaran pengurus hingga pemain Macan Putih saat ini.

"Persik hebat ya. Di ISC B belum pernah kalah. Siapa saja sih pemain Persik, kok bagus prestasinya? Harianto masih main, atau jadi pelatih?" tanya Aji Santoso ketika dihubungi Bola.com.

Ketika Bola.com memberitahu kalau Persela hanya sekali main di Stadion Brawijaya, Aji Santoso agak kecewa. Setelah tahu ada kendala Persela tak bisa bertanding malam hari karena banyak lampu yang putus, Aji Santoso pun bisa legawa.

"Apa tak dirawat? Kok sampai begitu banyak lampu yang mati. Padahal, saat saat saya di Persik dulu, penerangan lampu Brawijaya sangat bagus. Saya patuhi kebijakan manajemen. Kepentingan tim lebih utama daripada keinginan pribadi," ujar Aji.

Hingga saat ini manajemen Persela masih mencari stadion pengganti untuk menggelar laga kandang seusai menjamu Semen Padang.

Stadion Surajaya di Lamongan yang jadi markas Persela tidak bisa digunakan setidaknya hingga Desember 2016 karena bagian lintasan lari stadion direnovasi.