Prediksi Italia Vs Jerman di Stadion San Siro, 16 November 2016

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 15 Nov 2016, 05:55 WIB

Bola.com, Milan - Italia menjamu Jerman pada laga persahabatan internasional, di Stadion San Siro, Milan, Rabu (16/11/2016) dini hari WIB. Atensi tertuju pada Italia, yang akan mencoba formasi berbeda, yakni 3-5-2 atau 3-4-3.

Seperti dirilis Gazzetta.it, Senin (14/11/2016), Pelatih Italia, Giampiero Ventura, menganggap duel kontra Jerman menjadi pertempuran hebat. Skala uji coba tak membuat sang allenatore akan menurunkan tempo permainan.

Advertisement

Bagi Ventura, bersua Jerman menjadi kesempatan yang tak boleh terlewatkan begitu saja untuk menguji konsistensi penampilan anak asuhnya. Apalagi, kali ini ada unsur balas dendam, setelah Italia tersingkir di babak perempat final Euro 2016 melalui adu penalti.

Italia membawa modal bagus kala bersua Jerman. Pada partai lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018, akhir pekan lalu, mereka menuai tiga poin setelah menggulung tuan rumah Liechtenstein dengan skor 4-0.

Hasil tersebut memberi warna berbeda pada optimisme kubu juara dunia 2006 tersebut. "Kali ini label pertandingan bukan persahabatan. Kami akan serius karena menjadi saat tepat untuk menguji seandainya menggunakan pola tiga bek sejajar, karena semuanya pasti akan berubah," kata Ventura.

Pada laga akhir pekan lalu, Italia bermain dengan pola 4-2-4. Hal tersebut untuk mengakomodasi keberadaan Marco Verratti dan Daniele De Rossi, plus dua penyokong lini depan; Antonio Candreva dan Bonaventura.

3-5-2 atau 3-4-3?

Namun jelang laga versus Jerman, kondisi Antonio Candreva dan Eder, belum terkonfirmasi sehat. Walhasil, Ventura berencana menggunakan warisan Antonio Conte, yakni 3-5-2.

Ventura mengakui dirinya lebih condong untuk mengaplikasikan formasi 3-4-3. Hal itu terbentuk berlatar kondisi pemain. Setidaknya, ada kemungkinan Marco Verrati, Federico Bernardeschi da Simone Zaza, akan bermain sejak menit pertama.

"Saya tak ingin membuat keputusan terlalu cepat, tapi semuanya bisa saja terjadi. Kami akan menentukan itu pada saat latihan," ucap Ventura.

Penyerang Italia, Ciro Immobile mengakui laga kontra Jerman sangat spesial baginya. Andai mendapat kesempatan turun, ia ingin membalaskan luka para tifosi saat melihat timnya tersingkir di Euro 2016 dari sang juara dunia 2014 tersebut.

Kala itu, Immobile hanya bisa melihat dari tribun penonton di stadion Bordeaux. "Saya pikir kami punya kans besar untuk menaklukkan Jerman, apalagi sekarang bermain di depan publik sendiri. Saya percaya kualitas permainan kami bisa mengungguli mereka," ancam Immobile.

Ancaman Jerman

Ancaman kubu Italia bisa menjadi serangan balik pada diri mereka. Jerman datang dengan hasil mengagumkan. Pada laga kontra San Marino, mereka berpesta 8 gol.

Bomber utama Jerman, Mario Gomez, memang tak mencetak gol. Namun, justru ancaman datang dari para gelandang. Sami Khedira, Serge Gnabry, Jonas Hector sampai Kevin Volland, menggambarkan sinyal bahaya Jerman bisa datang dari mana saja.

Pelatih Jerman, Joachim Loew mengungkapkan, pertemuan dengan Italia akan memberi kesempatan pada beberapa pemain berpotensi untuk unjuk kemampuan. Kalangan media di Jerman menyebut, nama seperti Leon Goretzka, Yannick Gerhardt, Serge Gnabry dan Benjamin Henrichs, layak turun versus Gli Azzurri.

Secara khusus, Loew memuji Leon Goretzka, pada sesi konferensi pers jelang laga kontra Italia. "Dia membuatku terpesona, dan dia pemain dengan teknik bagus, bisa mengatur tempo, memberi ancaman pada lawan dengan atau tanpa bola, plus kepribadian yang bagus," sebut sang pelatih.

Loew menegaskan, Jerman akan tampil seperti biasa, meski ada beberapa perubahan susunan pemaini yang turun sejak awal.

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini