Juarai Trofeo Bhayangkara, Arema Hapus Kutukan Manahan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 29 Jan 2017, 21:00 WIB

Bola.com, Solo - Arema FC berhasil menyabet gelar juara Trofeo Bhayangkara 2017. Di Stadion Manahan, Solo, Minggu (29/1/2017) klub berjulukan Singo Edan ini menaklukkan Persija Jakarta dan menahan Bhayangkara FC.

Gelar ini bermakna ganda bagi skuat Arema. Sebab, mereka juga mengakhiri kutukan Stadion Manahan. Selama ini Singo Edan sering takluk jika bermain di stadion markas Persis Solo itu.

"Sekarang kami membuktikan, Stadion Manahan tidak angker bagi Arema," kata gelandang tim Singo Edan, Ferry Aman Saragih.

Sebelumnya, Arema pernah gagal di Solo ketika semifinal Piala Presiden 2015. Saat era Liga Indonesia, Arema juga selalu tersingkir di fase delapan besar ketika tampil di Stadion Manahan. Kenangan itu juga membuat fokus Ahmad Bustomi cs. agak goyah.

Advertisement

Di sisi lain, mereka punya spirit besar untuk mengakhiri kutukan tersebut. "Sebenarnya kami tidak percaya dengan mitos. Namun ketika main di Solo, selalu ada saja yang bicara tentang kutukan dan sebagainya. Sekarang buktinya kan bisa juara," imbuh pemain berdarah Batak itu.

Aremania juga sempat pesimistis jika bermain di Solo. Namun, kini mereka keberhasilan di Trofeo Bhayangkara ini akan jadi momentum bila stadion itu mulai bersahabat dengan Arema.

"Solo sebenarnya kota yang sangat nyaman bagi Aremania. Kami punya hubungan baik juga dengan suporter setempat (Pasoepati). Sekarang kami bisa pulang dengan gembira karena biasanya pulang dengan kecewa," kata salah satu penabuh drum senior Aremania, Cak No.

Sebenarnya dalam Trofeo Bhayangkara, Arema tidak menargetkan juara. Pelatih Arema, Aji Santoso, hanya ingin mencari komposisi terbaik untuk ajang selanjutnya, Piala Presiden dan kompetisi 2017.

"Alhamdulillah Arema bisa juara karena di Trofeo Bhayangkara ini kami ingin memberikan kesempatan kepada pemain muda agar punya jam terbang," kata Aji Santoso.